Jejak Purba yang Mengubah Sejarah: Kisah Fosil Tua dari Australia

Bayangkan sebuah bongkahan batu yang terdiam di alam selama jutaan tahun, nyaris tak diperhatikan, hingga suatu hari ditemukan oleh seorang […]

Bayangkan sebuah bongkahan batu yang terdiam di alam selama jutaan tahun, nyaris tak diperhatikan, hingga suatu hari ditemukan oleh seorang pencinta fosil—dan ternyata menyimpan petunjuk yang mampu mengubah cara kita memahami sejarah kehidupan di Bumi. Di wilayah Mansfield, di bagian utara Victoria, Australia, ditemukan fosil jejak kaki purba yang merekam langkah salah satu makhluk darat paling awal yang pernah hidup—dan usianya ternyata jauh lebih tua dari perkiraan para ilmuwan sebelumnya.

Penemuan ini dipublikasikan pada 15 Mei 2025 dalam jurnal ilmiah Nature dan merupakan hasil kolaborasi besar antara peneliti dari berbagai negara, termasuk para ahli dari Flinders University di Australia dan Uppsala University di Swedia. Bukti yang ditemukan ini menunjukkan kepada kita bahwa nenek moyang reptil serta makhluk berkaki empat lainnya mungkin sudah berjalan di daratan jauh lebih awal daripada yang tercatat dalam catatan fosil sebelumnya.

Apa Itu Jejak Fosil dan Mengapa Penting?

Jejak fosil (fossil tracks) adalah bekas kaki, jejak, atau jejak aktivitas makhluk hidup yang tertinggal di batuan kuno. Berbeda dengan fosil tubuh (seperti tulang atau cangkang), jejak ini adalah bukti langsung dari perilaku makhluk itu—bagaimana ia berjalan, ke mana arahnya, dan bagaimana bentuk kakinya. Jejak semacam ini sangat berharga karena walau tulang kadang hancur atau hilang, jejak yang tertinggal di batuan bisa bertahan sangat lama.

Fosil jejak yang ditemukan di Mansfield ini menunjukkan serangkaian langkah yang membentuk pola jalan (trackway). Jejaknya begitu jelas sampai para peneliti bisa melihat bekas kuku di beberapa cap kakinya—tanda bahwa makhluk ini memiliki struktur kaki yang kuat dan mampu berjalan di permukaan tanah, bukan sekadar merayap atau berenang di air.

Lempengan jejak kaki Formasi Snowy Plains.

Mengapa Penemuan Ini Mengubah Sejarah Evolusi?

Sebelumnya, para ilmuwan mengira bahwa kelompok hewan yang mencakup modern reptil, burung, dan mamalia—yang disebut amniota—mulai berevolusi sekitar 318 juta tahun yang lalu berdasarkan fosil tubuh yang ditemukan di Eropa dan Amerika Utara. Namun, jejak kaki yang ditemukan di Australia ini berasal dari batuan yang diperkirakan berumur sekitar 350 juta tahun—sekitar 35–40 juta tahun lebih tua dari catatan fosil amniota yang paling awal.

Amniota adalah kelompok hewan yang memiliki kemampuan bertelur atau berkembang biak dengan amnion—lapisan pelindung khusus yang memungkinkan embrio berkembang di luar lingkungan air, seperti pada telur reptil atau di dalam rahim mamalia. Ini merupakan langkah penting dalam evolusi karena memungkinkan makhluk hidup memasuki lingkungan darat dengan lebih bebas. Sebelum amniota, nenek moyang kita yang lebih primitif, seperti amphibi purba, masih sangat bergantung pada lingkungan air.

Jejak kaki amniota

Jejak ini menunjukkan bahwa nenek moyang kelompok ini sudah merangkak keluar dari air ke darat jauh lebih awal dari yang diperkirakan. Penemuan ini secara dramatis mengubah garis waktu evolusi hewan berkaki empat (tetrapoda) dan terutama amniota—yang selama ini dianggap muncul jauh kemudian dalam sejarah hidup di Bumi.

Dunia Lama Gondwana: Tempat Lahirnya Mereka

Temuan ini juga memberi petunjuk bahwa wilayah selatan superkontinen purba Gondwana—yang mencakup Australia, Antarctica, Afrika, dan sebagian Asia dulu—mungkin menjadi tempat asal usul penting dari hewan-hewan darat awal ini. Selama ini banyak catatan fosil ditemukan di belahan bumi utara sehingga para ilmuwan fokus pada wilayah itu untuk mempelajari evolusi hewan darat. Namun temuan di Australia ini menunjukkan bahwa sejarah kehidupan darat itu mungkin semula berkembang di selatan superkontinen.

Gondwana sendiri adalah sebuah benua raksasa yang terpisah dari bagian lain dunia ratusan juta tahun lalu. Banyak fosil penting yang ditemukan di wilayah ini, tetapi kontribusinya terhadap pemahaman evolusi hewan darat kini mendapat perhatian yang lebih besar berkat penemuan jejak kaki ini.

Baca juga: Tsunami Raksasa Purba di Selatan Jawa: Jejak Geologi, Skenario Ulang, dan Kesiapan Kita

Siapakah Penemunya dan Bagaimana Mereka Menemukannya?

Salah satu hal yang menarik dari penemuan ini adalah keterlibatan komunitas lokal dalam proses penelitiannya. Dua pencinta fosil yang bukan ilmuwan profesional, yaitu Craig Eury dan John Eason, menemukan slab batu berisi jejak-jejak ini saat ikut keluar lapangan bersama tim Flinders University. Pada awalnya para peneliti mengira jejak ini berasal dari amphibi purba. Namun ketika melihat bekas kuku yang tajam di beberapa jejak, mereka menyadari bahwa ini menunjukkan hewan dengan struktur kaki yang berbeda—lebih mirip reptil daripada amphibi.

Profesor John Long dari Flinders University, yang memimpin penelitian ini, sebenarnya sudah mempelajari fosil di daerah itu sejak tahun 1980 sebagai bagian dari tesis doktoralnya. Baru setelah timnya secara sistematis memicu minat dan membantu para pencinta fosil lokal, jejak ini akhirnya ditemukan dan dikenali sebagai salah satu penemuan terbesar selama kariernya.

Kerja sama internasional juga sangat penting dalam penelitian ini. Para ilmuwan dari Uppsala University di Swedia memberikan kontribusi besar terutama dalam pemodelan digital jejak untuk analisis mendalam, sedangkan ahli lain membantu menafsirkan implikasi evolusi dari temuan tersebut.

Apa Arti Fosil Jejak Ini Bagi Kita?

Penemuan ini bukan sekadar “jejak kaki dari masa lalu.” Jejak ini membantu kita memahami lebih dalam bagaimana hewan darat pertama berevolusi, bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan kehidupan di darat yang berbeda jauh dari kehidupan di dalam air, dan bagaimana kelompok besar hewan seperti reptil, burung, dan mamalia muncul dan tersebar di seluruh dunia.

Selain memperluas wawasan ilmiah tentang evolusi, temuan ini juga memberi inspirasi bahwa kita mungkin masih jauh dari memahami sepenuhnya sejarah kehidupan di planet ini. Banyak tempat di bumi yang belum digali secara menyeluruh, dan fosil-fosil yang tersembunyi di dalamnya bisa saja menyimpan cerita evolusi yang tidak terduga.

Kesimpulan

Penemuan jejak kaki purba di Mansfield, Australia, merevolusi pemahaman kita tentang sejarah kehidupan darat di Bumi. Jejak ini berasal dari makhluk mirip reptil yang hidup sekitar 350 juta tahun lalu—sekitar 35–40 juta tahun lebih tua dari catatan fosil amniota sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa nenek moyang kelompok hewan yang mencakup reptil, burung, dan mamalia mungkin sudah berjalan di darat jauh lebih awal dari yang kita duga. Penemuan ini tidak hanya mengguncang garis waktu evolusi tetapi juga menyoroti pentingnya wilayah Selatan, khususnya superkontinen Gondwana, dalam asal usul kehidupan darat. Kontribusi masyarakat lokal, kolaborasi ilmuwan internasional, dan teknik pemodelan digital menjadi faktor kunci dalam menemukan dan memahami fosil bersejarah ini.

Referensi:

[1] https://news.flinders.edu.au/blog/2025/05/15/fossil-tracks-revise-march-of-early-life-on-earth/, diakses pada 4 Januari 2026.

[2] John A. Long, Grzegorz Niedźwiedzki, Jillian Garvey, Alice M. Clement, Aaron B. Camens, Craig A. Eury, John Eason, Per E. Ahlberg. Earliest amniote tracks recalibrate the timeline of tetrapod evolutionNature, 2025; DOI: 10.1038/s41586-025-08884-5

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top