Selama ini, para ahli arkeologi dan antropologi beranggapan bahwa manusia purba baru mulai datang dan menetap di wilayah Asia Tenggara sekitar ratusan ribu tahun yang lalu. Pandangan ini didasarkan pada temuan-temuan sebelumnya yang tidak menunjukkan adanya jejak manusia purba yang lebih tua dari itu.
Namun, penemuan terbaru di Situs Calio, Sulawesi Selatan, mengubah cerita besar tentang sejarah awal manusia di kawasan ini. Tim peneliti gabungan dari Indonesia dan Australia menemukan artefak batu, yakni peralatan atau benda yang dibuat dan digunakan oleh manusia atau kerabat dekatnya yang diperkirakan berumur hingga 1,5 juta tahun.
Temuan ini menunjukkan bahwa hominin, istilah ilmiah untuk menyebut kelompok spesies yang mencakup manusia modern (Homo sapiens), nenek moyang kita, dan kerabat dekat yang sudah punah, mungkin telah mengunjungi, menjelajahi, bahkan menetap di wilayah Sulawesi jauh lebih awal dari yang selama ini kita perkirakan. Dengan kata lain, peta perjalanan awal manusia purba di Asia bisa jadi perlu digambar ulang.
Ini bukan sekadar temuan arkeologi, tetapi juga kunci dalam memahami bagaimana manusia purba menjelajahi dunia, dan kemungkinan besar, menyeberangi lautan sejak masa prasejarah yang sangat awal.
Baca juga artikel tentang: Coelacanth: Penemuan Fosil Hidup di Maluku Utara yang Mengubah Peta Evolusi
Lokasi: Situs Calio, Sulawesi Selatan
Situs ini berada di lembah Walanae, Kabupaten Soppeng, sebuah kawasan yang sebelumnya tidak terlalu dikenal dalam peta awal migrasi hominin. Pada tahun 2019, warga lokal yang menggali lahan jagung secara tidak sengaja menemukan serpihan batu aneh. Ini memicu ekspedisi ilmiah lintas negara yang berlangsung selama lima tahun.
Metode Penanggalan
Untuk memastikan usia artefak, ilmuwan menggunakan dua teknik utama:
- Paleomagnetik, yaitu analisis orientasi medan magnet purba yang terekam dalam lapisan batu.
- Bio-kronologi, dengan membandingkan fosil hewan (khususnya babi purba) yang ditemukan bersama artefak.
Hasilnya? Lapisan tempat artefak ditemukan menunjukkan usia antara 1,04 hingga 1,48 juta tahun.
Artefak dan Teknologi Alat Batu Tertua di Indonesia
Para peneliti menemukan tujuh serpihan batu tajam (flake) yang diyakini merupakan alat potong hasil buatan tangan, bukan ciptaan alam. Secara bentuk dan teknologi, artefak ini mirip dengan alat batu Oldowan dari Afrika, yang sudah ada sejak 2,9 juta tahun lalu.

Penemuan ini melampaui usia situs Talepu di Sulawesi yang sebelumnya dianggap tertua di wilayah ini (194 ribu tahun), dan bahkan mendekati usia situs purba di Flores yang mengungkap keberadaan Homo floresiensis.
Misteri Identitas Hominin
Hingga saat ini, belum ditemukan fosil manusia purba yang berkaitan langsung dengan alat ini. Maka muncullah beberapa hipotesis ilmiah:
- Mereka bisa saja nenek moyang dari Homo erectus yang lebih awal menyebar dari Afrika.
- Bisa jadi kerabat dari Homo floresiensis atau bahkan spesies hominin yang belum dikenal sains.
- Mereka bukan Homo sapiens, karena spesies kita baru muncul sekitar 300.000 tahun lalu.
Kemungkinan Migrasi Laut
Hal yang paling mengejutkan dari temuan ini adalah letaknya. Pulau Sulawesi telah terpisah dari daratan utama Asia selama jutaan tahun akibat pergerakan lempeng tektonik. Artinya, siapa pun makhluk purba yang membuat alat-alat batu tersebut, mereka tidak mungkin tiba hanya dengan berjalan kaki, mereka harus menyeberangi lautan.
Fakta ini sangat penting karena selama ini banyak ilmuwan beranggapan bahwa hominin awal yaitu nenek moyang manusia yang hidup jutaan tahun lalu, tidak memiliki kemampuan atau pengetahuan untuk melakukan perjalanan laut. Pandangan lama itu berasumsi bahwa penyeberangan antarpulau baru terjadi jauh lebih belakangan, ketika manusia modern (Homo sapiens) sudah muncul dan mengembangkan teknologi perahu sederhana.
Temuan di Sulawesi ini, jika benar, berarti kita harus mengubah cara pandang terhadap kemampuan hominin purba. Mereka mungkin memiliki naluri penjelajahan dan keterampilan adaptasi yang jauh lebih maju daripada yang selama ini kita bayangkan, termasuk keberanian menghadapi risiko perjalanan melintasi perairan terbuka.

Kemampuan kognitif dan teknologi mereka, meskipun sederhanamungkin lebih maju dari yang kita bayangkan.
Menulis Ulang Sejarah Evolusi Manusia di Asia Tenggara
Penemuan ini menandai titik balik dalam pemahaman kita mengenai:
- Waktu awal migrasi hominin ke Asia Tenggara
- Sebelumnya diperkirakan sekitar 1 juta tahun lalu, kini bisa mundur jauh sebelum itu.
- Kemampuan navigasi dan eksplorasi manusia purba
- Dugaan bahwa hominin hanya mengikuti daratan kini dipertanyakan. Ada kemungkinan bahwa penyeberangan laut sudah dilakukan sejak 1,5 juta tahun lalu.
- Pentingnya wilayah Wallacea
- Sulawesi termasuk dalam wilayah biogeografi Wallacea, zona unik antara Asia dan Australia. Kini kita tahu, zona ini juga pusat penting sejarah manusia purba, bukan hanya flora dan fauna.
Meskipun temuan ini luar biasa, masih ada pekerjaan besar yang menanti:
- Mencari fosil hominin di sekitar situs Calio untuk mengetahui spesies pembuat alat batu ini.
- Menggali lebih dalam secara stratigrafi untuk melihat kemungkinan lapisan budaya lain di bawah permukaan.
- Menganalisis secara komparatif dengan situs lain di Asia Tenggara dan Oseania, termasuk Flores, Luzon (Filipina), dan bahkan Papua.
Penemuan alat batu di Sulawesi ini bukan sekadar jejak masa lalu. Ini adalah jendela ke dalam perilaku, kecerdikan, dan kemampuan adaptasi hominin purba yang belum pernah kita duga sebelumnya.
Bisa jadi, mereka adalah navigator pertama Nusantara, menjelajah laut, menciptakan alat, dan membuka jalan bagi nenek moyang kita.
Sejarah manusia tidak lagi linier, tetapi penuh cabang, misteri, dan kejutan. Dan Sulawesi, kini, resmi menjadi bagian penting dari kisah agung itu.
Baca juga artikel tentang: Gorgonopsia: Fosil Predator Tertua dengan Taring Tajam yang Menyerupai Pedang
REFERENSI:
Cherry, John F & Leppard, Thomas P. 2025. Human dispersal, human evolution, and the sea: the Palaeolithic seafaring debate. University Press of Colorado.
Killgrove, Kristina. 2025. 1.5 million-year-old stone tools from mystery human relative discovered in Indonesia — they reached the region before our species even existed. Live Science: https://www.livescience.com/archaeology/human-evolution/1-5-million-year-old-stone-tools-from-mystery-human-relative-discovered-in-indonesia-they-reached-the-region-before-our-species-even-existed diakses pada tanggal 11 Agustus 2025.
