Mahasiswa Kamboja Kembangkan Drone yang Mampu Membawa Manusia

Seiring dengan berkembangnya zaman, manusia berlomba-lomba menciptakan karya yang dipadukan dengan teknologi untuk mempermudah kehidupan manusia.

Di era serba digital ini, penemuan-penemuan teknologi berhasil dikembangkan dan alhasil kita sangat memanfaatkan teknologi-teknologi baru tersebut. Dari sekian banyak teknologi yang ada, salah satu yang sedang menduduki puncak kepopuleran adalah Drone.I stilah drone pasti sudah sering sahabat dengar dalam perbincangan sehari-hari.

Pengertian Drone

Dalam kamus bahasa inggris, Drone artinya Dengung. Hal ini merujuk pada suara berisik drone saat terbang. Selain dengung, drone juga bisa berarti lebah jantan, hal ini tentu saja merujuk pada kemampuan wahana drone untuk terbang, seperti lebah. 

Drone merupakan pesawat tanpa awak atau biasa disebut Unmanned Aerival Vehicle/UAV yang dikendalikan dari jarak jauh melalui sebuah komputer atau remote control. Seiring dengan perkembangannya, kini drone bisa disinkronisasi dan dikendalikan melalui smartphone.

Pesawat tanpa awak ini menggunakan hukum aerodinamika yang sangat canggih, sehingga drone dapat mengangkat dirinya sendiri maupun mengangkut senjata atau muatan lainnya seperti kamera. Terjawab sudah mengapa banyak orang yang membeli drone dan menggunakannya untuk suatu kepentingan tertentu.

Selain pengertian drone secara umum, ada lagi hal lain dari drone yang harus sahabat ketahui. Drone dibedakan menjadi dua macam, yaitu combat drone yang berarti pesawat tanpa awak yang digunakan untuk pengintaian, peperangan dan penyerangan. Combat drone ini disesuaikan dengan fungsinya, maka biasanya dilengkapi dengan senjata. Sedangkan drone yang kedua adalah drone yang dibuat sebagai sarana untuk mengangkat suatu benda.

Selain itu drone versi kedua ini juga biasanya digunakan untuk melakukan tugas yang dianggap kotor atau berbahaya bagi manusia. Misalnya sesuatu yang dilakukan di tempat yang radiasinya cukup tinggi, sehingga tidak aman jika dilakukan oleh manusia. Karena tidak memiliki awak, maka otomatis drone akan dilengkapi dengan infrared, GPS, dan komputer yang terkoneksi dengan pusat kendali.

Pengembangan Drone

Akhir-akhir ini drone ingin dijadikan sebagai kendaraan pribadi yang dapat membawa orang untuk menjadi solusi kemacetan. Mereka yang berinovasi salah satunya adalah sekelompok mahasiswa di Institut Politeknik Nasional Kamboja Phnom Penh, Kamboja.

Pada 17 September 2021, para pelajar ini telah membuat drone berawak buatan sendiri yang benar-benar telah berfungsi. Diciptakannya drone berawak ini terinspirasi dari keinginan mereka untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

blank
Lonh Vannsith, mahasiswa tahun keempat Institut Politeknik Nasional Kamboja, menerbangkan drone hasil buatan mereka di Phnom Penh, Kamboja, 17 September 2021. REUTERS/Cindy Liu

Drone ini dapat menerbangkan manusia hingga berat 60kg dan dapat terbang setinggi empat meter dalam waktu selama 10 menit.

Memang dalam waktu 10 menit tidak akan mencapai jarak yang terlalu jauh yakni masih 1 km, akan tetapi ide ini adalah upaya mahasiswa yang tidak memiliki sumber daya dari perusahaan teknologi besar dan tentu saja hal ini sangat mengesankan.

Butuh waktu tiga tahun bagi mereka untuk menciptakan drone berawak ini serta dalam proses pembuatannya mereka sudah menghabiskan uang sebesar USD 20.000 atau sekitar Rp 284 jutaan.

Namun, mereka masih jauh dari kata selesai dan para mahasiswa memperkirakan bahwa mereka membutuhkan tambahan dua tahun lagi sebelum sepenuhnya siap dan diuji. Diperkirakan juga bahwa pada akhirnya, proyek tersebut dapat menelan biaya USD 40.000 atau sekitar Rp 569 jutaan.

Selain untuk mengatasi kemacetan, para mahasiswa juga ingin drone ini dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran, seperti membantu mengangkut air atau membawa selang ke lantai yang lebih tinggi dengan lebih cepat dan lebih efisien.

Itu adalah cerita menginspirasi tentang mahasiswa di Negara Kamboja, bagaimana dengan kreasi dan karya mahasiswa Indonesia yang dikenal sebagai agent of change, iron stock, moral, dan moral force?

REFERENSI:

  • Mahasiswa Kamboja Berhasil Buat Prototipe Drone Berawak https://foto.tempo.co/read/91794/mahasiswa-kamboja-berhasil-buat-prototipe-drone-berawak#foto-4
  • Carafano, J., & Gudgel, A. (2007). The Pentagon’s robots: Arming the future [Electronic version]. Backgrounder 2093, 1-6.
  • Singer, P. (2009a). Military robots and the laws of war [Electronic version]. The New Atlantis: A Journal of Technology and Society, 23, 25-45.
  • Singer, P. (2009b). Wired for war: The robotics revolution and conflict in the 21st century. New York: Penguin Group.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 1

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Maratus Sholikah
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *