Mari Mengenal Ilmu Biologi Antariksa (Astrobiologi)

Print Friendly, PDF & Email

Mari Mengenal Ilmu Biologi Antariksa (Astrobiologi)

blank
(The Silent Sea | Situs Resmi Netflix, n.d.)

Bagi kalian yang yang suka menonton drama korea, tentunya kalian sudah menonton “The Silent Sea”. Kalian mungkin tidak asing dengan karakter Dr. Song Ji-an (Bae Doona), Han Yun-jae (Gong Yoo), dan lainnya. Bagi kalian yang belum menonton drama tersebut, Dr. Song merupakan seorang ahli biologi yang mempelajari kehidupan di luar bumi. Di drama tersebut, Doktor Song (Bae Doona) merupakan seorang astrobiologi yang sangat terkenal di Korea. Drama tersebut berlatar pada sebuah pangkalan penelitian miliki Korea Selatan di bulan. Adu akting yang dimainkan oleh pemeran tersebut tentunya sangat menarik. Mereka mampu menyelesaikan setiap masalah dengan kecerdasan dan juga ketelitian dari kedua ilmuawn termasuk Doktor Song (Bae Doona).

Tentunya, sebagian dari kalian penasaran terkait pekerjaan Doktor Song (Bae Doona) sebagai ilmuwan astrobiologi. Apa sih sebenarnya astrobiologi itu dan apa saja yang mereka pelajari. Bagi kalian yang tertarik dengan dunia luar angkasa, tentunya kalian akan menjadi penasaran dengan salah satu dari cabang ilmu biologi tersebut. Pada artikel ini kita akan sedikit membahas tentang definisi dari astrobiologi dan juga penerapannya dalam kehidupan.

Pengertian

blank
Misi Viking di Mars (Dunbar, 2015)

Christopher dan Kevin pada jurnal “Astronomy and Astrophysics “tahun 2005, NASA menyatakan astrobiologi merupakan studi mengenai benda hidup di alam semesta. Termasuk di dalamnya pembelajaran mengenai biologi ekstra terestrial. Tujuan dari terbentuknya cabang ilmu ini adalah untuk mengetahui kehidupan di suatu tempat dengan dipengaruhi pengetahuan kita terkait kehidupan di bumi. Selain itu, astrobiologi juga mempelajari konsep bagaimana evolusi dan kebarasalan dapat muncul di bumi. Kata Astrobiologi pertama kali digunakan oleh Otto Struve (1995) yang merupakan seorang astronot (Chyba & Hand, 2005).

Astrobiologi berasal dari bahasa latin yaitu Astron; bintang dan Bios; kehidupan. Kata tersebut terkesan mirip dengan astrofisika atau astrokimia. Kata tersebut lebih relevan jika daripada kata “Cosmobiologi (keteraturan dan hidup) dan exobiology (eksternal dan hidup)”. Pada tahun 2004, International Astronomical Union (IAU) kemudian memberikan nama ilmu Astrobiologi sebagai Bioastronomy. Namun, nama tersebut jarang digunakan pada rapat maupun sesi ilmiah forum intelektual. Sehingga, nama astrobiologi dianggap lebih relevan sampai dengan saat ini.

Bagi para ilmuwan astrobiologi selalu muncul pertanyaan besar terkait,

“Apa itu kehidupan?”

“Bagaimana kehidupan dimulai dan berkembang? Apakah ada kehidupan di luar Bumi dan, jika demikian, bagaimana kita bisa mendeteksinya? Apa masa depan kehidupan di Bumi dan di alam semesta?”

Sejarah Singkat Ilmu Astrobiologi

Daniel Koshland dalam buku yang berjudul “The Nature of Life” pada tahun 2002 pernah berdiskusi di sebuah forum ilmiah terkait apa itu “hidup”. Pada awalnya semua ahli sepakat ketika “hidup” merupakan kemampuan untuk bereproduksi dan hal tersebut merupakan karakteristik penting dari kehidupan. Namun, ada suara lain di forum tersebut yang menyatakan “Jika seekor kelinci mati. Dua kelinci Jantan dan betina hidup, tetapi salah satunya saja yang mati”. Hal tersebut mengambil sebuah makna kesimpulan yang mendalam, bahwa tidak ada definisi “hidup” yang sederhana (Benner, 2010).

Menurut sejarahnya, pada tahun 1970, NASA mencoba untuk mencari tanda kehidupan yang terdapat di planet Mars. Para ilmuwan merancang untuk membudidayakan mikroba dan mendeteksi tanda metabolisme menggunakan sampel dari beberapa sentimeter dari tanah Mars. Namun, percobaan tersebut belum berhasil karena senyawa kimia dan radiasi mars membuat bakteri tidak dapat hidup pada permukaan mars. Kegagalan tersebut rupanya membuat kepercayaan dari berbagai pihak mulai berkurang terhadap NASA.

Berdirinya NASA Astrobiology Institute (NAI)

Pada awal 1990-an NASA mengalami kemajuan yang pesat dalam bidang penelitian terkhusus ilmu luar angkasa. Penemuan Teleksop Hubble juga mendukung kemajuan pada terutama di bidang astronomi. Akhirnya pada tahun 1995, lahirlah Astrobiologi NASA dengan saran penamaan dari Wesley Huntress untuk menggambarkan studi tentang kehidupan di alam semesta. Selain Huntress, terdapat 2 tokoh utama lainnya yang memperakasai berdirinya Astrobiologi NASA yaitu Prancis Córdova dan Charles Kennel. Selama awal berdiri NAI (Nasa Astrobiology Institute) membuat perluasan dalam istilah astrobiologi yang tidak hanya mecakup ilmu dasar, tetapi juga bertujuan untuk memahami batas-batas kehidupan berbasis bumi (Mcmahon & Centre, 2021).

Beberapa ilmuwan NASA kembali mempelajari mengapa proyek yang mereka lakukan gagal di tahun 1970. Salah satu faktor kegagalan NASA pada tahun 1970 adalah baru ditemukannya mikroba yang dapat hidup di lingkungan ekstrem (halofil, termofil, dan metanogen). Eksplorasi mikroba tersebut baru ditemukan pada tahun 1977 oleh Thomas Brock dan dinamakan sebagai Archaea (Chyba & Hand, 2005; Mcmahon & Centre, 2021).

Penelitian Astrobiologi

Masih menjadi tanda tanya besar apakah terdapat kehidupan di luar bumi. Beberapa ilmuwan terus menaruh kecurigaan yang kuat pada sebuah planet yang memiliki cadangan cairan besar. Seperti kata NASA “Follow the Water”. Air merupakan sebuah komponen yang sangat penting untuk menemukan sebuah kehidupan. Selain itu, kecurigaan terkait hidupnya suatu mikroba di wilayah eksterm dapat mengindikasikan terdapat makhluk hidup di tempat tersebut.

“Apakah Kita dapat menukan air di Mars?”

blank
Gambar molekul air yang merupakan senyawa polar (Mcmahon & Centre, 2021)

Terdapat bukti yang munjukkan air cair tidak stabil di bawah kondisi Mars dan hanya muncul sebagai film sementara pada garam higroskopis. Meskipun es air tersebar luas di awan dan beberapa meter di atas tanah terutama di lintang tinggi. Hal tersebut dapat terjadi karena setiap molekul organik di tanah dapat terdegradasi secara radiasii ionisasi dan teroksidasi secara kuat oleh senyawa seperti perklorat.

Salah satu dugaan penemuan kehidupan di planet mars adalah “zona layak huni” dan adanya bekas permukaan air. Permukaan air tersebut pernah mengaliri planet tersebut dalam waktu yang lama. Selain itu, bukti pendukung lain adalah air tersebut masih ada dalam jumlah besar dan mengalir di bawah tanah. Ilmuwan juga menemukan bebatuan yang mengandung senyawa seperti CO2 dan H2, dan juga gas metanogen yang merupakan komponen atau ciri dari suatu kehidupan (Mcmahon & Centre, 2021).

blank
Gambar permukaan Mars (NASA/JPL/University of Arizona/Los Alamos National Laboratories)

Pada peta global Mars di gambar tersebut, dalam neutron epitermal (energi menengah) yang dibuat dari data yang dikumpulkan oleh pesawat ruang angkasa Mars Odyssey 2001. Odyssey memetakan lokasi dan konsentrasi neutron epitermal yang terlempar dari permukaan Mars oleh sinar kosmik yang masuk. Oleh karena itu, Daerah biru tua di garis lintang tinggi menandakan tingkat neutron terendah, yang telah ditafsirkan oleh para ilmuwan untuk menunjukkan adanya tingkat hidrogen yang tinggi. Kata hidrogen sebenarnya menunjukkan reservoir es besar dan air di bawah permukaan.

Bukti Kehidupan di Planet lain

Secara keseluruhan masih memungkinkan untuk menemukan kehidupan di dalam pori-pori dan retakan jauh di bawah tanah Mars. Tempat di Mars, di mana radiasi berbahaya dapat dilemahkan oleh bebatuan di atasnya. Selain itu, kondisi geothermal juga dapat mempertahankan air cair. Pencarian kehidupan di Mars kemudian meluas ke masa lalu atau jejak historis. Permukaan bawah tanah Mars yang dalam juga menjadi perhitungan sebagai dugaan atau hipotesis kasar. Hal tersebut berdasarkan penemuan penanggalan radiometrik di beberapa situs di planet tersebut (Dunbar, 2015).

Selain di Mars, satelit atau bulan pada planet Jupiter yang bernama Europa juga terdiri dari keras es. Kerak es tersebut memiliki pola terdapat lautan cair yang berumur sangat lama. Walaupun lautan ini berada pada jarak yang jauh dari matahari, tetapi karena interaksi gravitasi antara bulan dan Jupiter, lautan tersebut tetap cair.

Namun, untuk memastikan hal tersebut, NAI nantinya akan membentuk riset untuk menyebarkan radar penembus es dengan menggunakan spektrofotometer untuk mengkarakterisasi permukaannya. Misi tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan lebih lanjut, apakah terdapat kelayakhunian pada bulan es seperti Europa, Callisto, dan Ganymede.

Pendidikan dan Penemuan

blank
Penelitian Astrobiologi (DSU students conducting astrobiology research, 2022)

Sejak diperkenalkan, Astrobiologi merupakan ilmu yang menjadi kebutuhan mendasar terutama dalam bidang astronomi. Setiap dua tahun sekali “Konferensi Ilmu Astrobiologi” dilakukan dengan menghadirkan 800 ilmuwan dan lebih dari 30 bidang. Selain itu, teman-teman juga dapat membaca beberapa penemuan terkait astrobiologi melalui jurnal-jurnal seperti Astrobiology, published by Mary Ann Liebert, Inc., dan The International Journal of Astrobiology, published by Cambridge University Press. Kedua jurnal tersebut memiliki publikasi yang baik dan juga kualitas artikel yang tinggi.

Kesimpulan

Pada saat ini, sudah banyak universitas dan perguruan tinggi yang membuka jurusan khusus terkait astrobiologi. Seperti Florida Institute of Technology, University of Washington, The University of Arizona, PennState University, Arizona State University, Rensselaer Polytechnic Institute, Princeton University, Georgia Institute Of Technology, University of Colorado, Stanford University‍.

Sekarang apakah kamu tertarik menjadi seorang ilmuwan astrobiologi? Walaupun bukan pekerjaan mudah untuk menjadi seperti karakter Dr. Song Ji-an (Bae Doona). Tentunya, diperlukan kerja keras dan disipilin tinggi terutama dalam bidang ilmu-ilmu eksakta seperti fisika, kimia, matematika, dan juga biologi. Walaupun di Indonesia hal terkait astrobiologi masih jarang ditemukan, tidak menutup kemungkinan akan lahir calon ilmuwan di bidang astrobiologi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di masa yang akan datang.

Penulis: Naufal Ma’arif, Mahasiswa Sarjana Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta

Referensi

  • astrobiology | science | Britannica. (n.d.). Retrieved January 14, 2022, from https://www.britannica.com/science/astrobiology
  • Bedau, M. A., & Cleland, C. E. (2010). The Nature of Life: Classical and Contemporary Perspectives from Philosophy and Science. The Nature of Life: Classical and Contemporary Perspectives from Philosophy and Science, 1–418. https://doi.org/10.1017/CBO9780511730191
  • Benner, S. A. (2010). Defining Life. Astrobiology, 10(10), 1021. https://doi.org/10.1089/AST.2010.0524
  • Chyba, C. F., & Hand, K. P. (2005). Astrobiology: The study of the living universe. Annual Review of Astronomy and Astrophysics, 43(September 2005), 31–74. https://doi.org/10.1146/annurev.astro.43.051804.102202
  • DSU students conducting astrobiology research – Dakota State University. (n.d.). Retrieved January 15, 2022, from https://dsu.edu/news/2020/07/students-conducting-astrobiology-research.html
  • Dunbar, B. (2015). What is Astrobiology? http://www.nasa.gov/feature/what-is-astrobiology
  • History of Astrobiology | About Astrobiology | Astrobiology. (n.d.). Retrieved January 14, 2022, from https://astrobiology.nasa.gov/about/history-of-astrobiology/
  • Mcmahon, S., & Centre, U. K. (2021). Astrobiology (Overview ) What Is Astrobiology ? Habitability and the Limits of Life (Issue May).
  • Take A Look Astrobiology Degree Program. (n.d.). Retrieved January 14, 2022, from https://www.apguru.com/blog/study-about-life-on-other-planets
  • The Silent Sea | Situs Resmi Netflix. (n.d.). Retrieved January 15, 2022, from https://www.netflix.com/id/title/81098012

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 10

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Cari artikel lain: Baca artikel lain:

4 tanggapan pada “Mari Mengenal Ilmu Biologi Antariksa (Astrobiologi)”

  1. Teruslah menulis dan berkarya Sholpinku, semoga Allah mudahkan urusanmu dan memberi bimbingan serta melimpahkan IlmuNya kepada mu sehingga bermanfaat buat kamu dan orang lain Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.