Para ilmuwan terus mempelajari influenza A, virus yang menyebabkan jutaan infeksi dan ratusan ribu kematian setiap tahun di seluruh dunia. Meskipun kita sudah memiliki vaksin dan obat antivirus, virus flu tetap menjadi ancaman karena kemampuannya bermutasi dengan cepat dan memanfaatkan trik molekuler yang belum sepenuhnya kita pahami. Sebuah penelitian baru yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada 2025 mengungkap salah satu trik tersebut, yaitu penggunaan sebuah “tanda kimia” kecil bernama N6-metiladenosin atau m6A pada materi genetik virus.
Penemuan ini tidak hanya membantu menjelaskan bagaimana virus flu memperkuat diri dan memperbanyak jumlahnya di dalam tubuh manusia, tetapi juga membuka kemungkinan pendekatan terapi baru untuk melawan penyakit musiman yang sangat merugikan ini.
Baca juga artikel tentang: Cahaya dan Kimia: Sinergi Baru dalam Perawatan Kanker Payudara
Tanda Kimia Bernama m6A dan Perannya
Untuk memahami temuan ini, kita perlu mengenal sedikit tentang cara virus flu bekerja. Virus influenza A membawa materi genetik berupa RNA, bukan DNA. Agar bisa berkembang biak, virus harus membuat banyak salinan RNA tersebut dan memproduksi protein yang dibutuhkan untuk membuat virus-virus baru. Proses ini terjadi dengan bantuan sebuah mesin molekuler bernama kompleks polimerase.
Namun RNA virus bukan sekadar untaian biasa. Pada beberapa bagian tertentu, ia mendapatkan modifikasi kimia yang disebut m6A. Modifikasi ini adalah penambahan gugus metil pada salah satu basa pembentuk RNA, yaitu adenosin. Sekilas ini tampak seperti perubahan kecil, tetapi efeknya sangat besar.
Dalam tubuh manusia, m6A berperan sebagai tanda untuk mengatur bagaimana RNA dibaca dan diproses. Ternyata virus pun memanfaatkan mekanisme yang sama untuk kepentingannya sendiri. Para peneliti menduga bahwa m6A dapat memengaruhi kemampuan virus untuk berkembang biak, tetapi bagaimana caranya masih menjadi misteri. Penelitian terbaru ini berusaha menjawab pertanyaan tersebut.
Para Ilmuwan Menelusuri Jejak m6A di RNA Virus
Dalam studi ini, para peneliti memetakan lokasi-lokasi m6A pada RNA virus influenza A dari berbagai subtipe. Setelah itu, mereka mengamati apa yang terjadi ketika tanda m6A pada RNA virus dihilangkan atau dikurangi.
Hasilnya sangat jelas. Tanpa m6A, virus flu menjadi jauh lebih lemah. Virus tidak mampu memperbanyak diri seefisien biasanya. Jumlah protein yang dihasilkan menurun dan kemampuan virus untuk membentuk partikel infeksius ikut terhambat.
Ketika diuji pada model hewan, virus dengan kekurangan m6A juga menunjukkan tingkat penyakit yang lebih rendah. Ini menunjukkan bahwa m6A tidak hanya membantu replikasi virus, tetapi juga meningkatkan tingkat keganasan atau patogenisitasnya.

Bagaimana m6A Menjadikan Virus Lebih Kuat
Bagian paling menarik dari penelitian ini adalah bagaimana m6A melakukan tugasnya. Peneliti menemukan bahwa modifikasi m6A memungkinkan RNA virus berinteraksi dengan lebih baik dengan protein-protein polimerase yang menjadi mesin replikasi virus.
Dalam virus influenza, RNA virus harus bergabung dengan protein tertentu untuk membentuk kompleks ribonukleoprotein atau vRNP. Kompleks inilah yang melakukan seluruh proses replikasi dan produksi protein. Tanpa vRNP yang sempurna, virus tidak akan mampu memperbanyak diri.
Ketika m6A dihilangkan, pembentukan vRNP menjadi kacau. RNA virus tidak bisa menempel dengan benar pada protein vRNP dan tidak bisa disusun dengan rapi menjadi mesin produksi virus yang efisien. Akibatnya jumlah virus baru yang dihasilkan menurun drastis.
Menariknya, penelitian ini menunjukkan bahwa peran m6A bergantung pada enzim m6A methyltransferase yang memasang tanda tersebut, tetapi tidak terlalu bergantung pada protein pembaca m6A dalam sel manusia. Ini berarti virus benar-benar memanfaatkan modifikasi itu secara langsung untuk meningkatkan interaksi internalnya, bukan hanya mengubah cara sel manusia membaca RNA virus.
Dampak Temuan Ini bagi Perkembangan Terapi
Penelitian ini membawa wawasan baru tentang bagaimana virus flu menyiasati lingkungan sel manusia untuk berkembang biak. Dengan mengetahui bahwa m6A sangat penting bagi replikasi influenza A, para ilmuwan dapat mengembangkan strategi baru untuk menghambat aktivitas ini.
Salah satu pendekatan yang mungkin adalah menargetkan enzim yang memasang modifikasi m6A pada RNA virus. Jika enzim tersebut dapat dihambat, virus mungkin tidak mampu lagi memodifikasi RNA-nya dengan benar sehingga kehilangan kemampuan untuk berkembang biak. Pendekatan lain adalah menghambat interaksi antara RNA virus yang bermodifikasi m6A dengan protein-protein polimerase virus.
Kedua strategi tersebut dapat membuka jalan bagi jenis obat antivirus baru yang bekerja dengan cara yang berbeda dari obat yang ada saat ini. Obat antivirus seperti oseltamivir bekerja dengan menghambat pelepasan virus baru dari sel terinfeksi. Sementara itu, obat yang menargetkan m6A akan bekerja jauh lebih awal, yaitu pada tahap penyusunan mesin replikasi virus.
Apa Artinya bagi Masa Depan Penanganan Flu
Flu akan tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang besar. Meskipun vaksin tahunan dapat membantu, efektivitasnya bervariasi tergantung kecocokan antara strain vaksin dan strain virus yang sedang beredar. Virus flu juga dapat menyebabkan pandemi jika varian baru yang sangat berbeda muncul.
Karena itu para peneliti terus mencari kelemahan dasar yang dimiliki virus flu. Temuan tentang m6A ini mengungkap bahwa virus sangat bergantung pada perubahan kimia kecil untuk bisa berkembang. Dengan membatasi atau mengganggu modifikasi tersebut, kita mungkin bisa mengurangi kemampuan virus flu untuk menyebar dan menyebabkan penyakit.
Studi ini juga memperluas pemahaman tentang bagaimana virus RNA secara umum memanfaatkan modifikasi kimia untuk mengontrol proses replikasi. Pengetahuan seperti ini dapat berguna untuk menghadapi virus lain seperti SARS-CoV-2, virus Nipah, atau virus-virus zoonotik lain yang berpotensi menimbulkan wabah di masa depan.
Baca juga artikel tentang: Tes Darah Biru: Revolusi Deteksi Kanker Pankreas dan Paru dengan PAC-MANN
REFERENSI:
Wang, Qian dkk. 2025. N6-methyladnosine of vRNA facilitates influenza A virus replication by promoting the interaction of vRNA with polymerase proteins. Proceedings of the National Academy of Sciences 122 (11), e2411554122.

