Mengenal Efek Minuman Berkarbonasi bagi Kesehatan

Minuman berkarbonasi mencakup berbagai produk seperti coca-cola, pepsi, sprite, air soda, tonic water, dan beberapa jenis minuman berenergi lainnya. Minuman berkarbonasi dapat menimbulkan efek extra sparkle yang dapat mengabsorbsi karbondioksida pada air minum yang mengandung CO2 yang larut dalam air.

Minuman berkarbonasi merupakan jenis minuman populer non-alkohol yang mengandung karbon dioksida (CO2). Sehingga, memberikan efek buih atau soda saat diminum.

Minuman berkarbonasi mencakup berbagai produk seperti coca-cola, pepsi, sprite, air soda, tonic water, dan beberapa jenis minuman berenergi lainnya. Minuman berkarbonasi dapat menimbulkan efek extra sparkle yang dapat mengabsorbsi karbondioksida pada air minum yang mengandung CO2 yang larut dalam air. Terbentuknya CO2 dikarenakan adanya Asam sitrat dan natrium bikarbonat yang bereaksi membentuk asam karbonat (H2CO3) yang menimbulnya efek extra sparkle.

Minuman berkarbonasi memiliki manfaat bagi lansia berupa sifat stimulasi sensori yang berpotensi untuk membantu meningkatkan fungsi menelan dan menurunkan risiko aspirasi selama menelan. Minuman juga mengandung gula yang teridiri dari glukosa, fruktosa dan sukrosa. Selain itu, minuman berkarbonasi memiliki sensasi yang menyegarkan apabila diminum.

Di sisi lain, mengkonsumsi minuman berkarbonasi yang berlebihan dapat menyebabkan beberapa masalah bagi kesehatan karena adanya kandungan gula, pengawet, dan pemanis yang dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Sehingga, mengkonsumsi minuman ini dapat merusak sel hati, tubulus ginjal, dan obesitas apabila sering dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki sel beta yang mengandung reseptor khusus dan peka terhadap kadar glukosa dalam darah. Apabila kadar glukosa mengalami peningkatan, glukosa akan masuk ke dalam sel beta melalui mekanisme transpor aktif.

Peningkatan konsentrasi glukosa dalam sel beta memicu rangsangan yang mengarah pada sekresi insulin (pelepasan hormon insulin). Proses sekresi insulin akan menyebabkan hormon insulin dilepaskan ke dalam aliran darah dan dibawa ke seluruh tubuh untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah kembali normal.

Pada jaringan sasaran, seperti sel otot dan sel adiposa (lemak), insulin bertindak untuk meningkatkan penyerapan glukosa dari darah ke dalam sel-sel tersebut. Proses ini membantu menurunkan kadar glukosa dalam darah, sehingga menjaga keseimbangan glukosa dalam darah yang tepat.

Selain itu, insulin juga mempromosikan penggunaan glukosa sebagai sumber energi oleh sel-sel tubuh, serta menyimpannya sebagai glikogen di hati dan otot untuk digunakan saat diperlukan.

Apabila sudah cukup, glukosa akan disimpan sebagai cadangan glikogen di hati. Dalam usus kecil, glukosa akan diserap ke dalam aliran darah menuju hati melalui vena porta hepatika. Selanjutnya, glikogen akan disimpan di hati dan diubah kembali menjadi glukosa ketika kadar glukosa darah menurun.

Ketika terlalu banyak mengkonsumsi minuman berkarbonasi sehingga meningkatkan kandungan sukrosa yang dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah secara tiba-tiba. Hal tersebut dapat memicu adanya kuatnya respons insulin yang dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah, sehingga berperan pada perkembangan resistensi insulin dan menyebabkan terjadinya risiko diabetes tipe 2.

Selain itu, fruktosa yang merupakan bagian dari sukrosa juga telah dikaitkan dengan risiko penyakit metabolik seperti obesitas, resistensi insulin, diabetes mellitus, dan peningkatan risiko penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD) ketika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan

Penulis : Isdiana Fitriyani, Nailus Syarifah, Nira Nur Fitriani, Zahra Abidina Pintaito

Mahasiswi Ilmu Pangan, IPB University

Referensi

  • Hasanah U. 2013. Insulin Sebagai Pengatur kadar Gula Darah. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera. 11(22): 42–49.
  • Pahlawan P, dan Oktaria D. 2016. The Effect of Insulin Leaves (Smallanthus sonchifolius) as Antidiabetic. Medical Journal of Lampung University. 5(4):133–137.
  • Panjaitan RGP, Dahlia D, Wahyuni ES. 2023. The Effect of Carbonated Drinks on Blood Glucose Levels in Mice (Mus musculus). Jurnal Mangifera Edu. 7(2):94-101.
  • Soniya F, Rudiyanto W. 2022. Pengaruh Pemberian Minuman Ringan Berkarbonasi Terhadap Peningkatan Kadar Glukosa Darah dan Perubahan Diameter Pulau Langerhans Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague dawley. Medical Profession Journal of Lampung. 12(4):776-782.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *