Lemak trans telah lama menjadi musuh utama dalam dunia gizi. Meskipun mampu membuat tekstur makanan menjadi renyah dan tahan lama, lemak trans juga terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung dan berbagai gangguan metabolik. Kini, para ilmuwan menemukan cara baru untuk membuat minyak yang bisa berperilaku seperti lemak padat, tetapi tetap sehat dan alami.
Sebuah studi dari tim peneliti Brasil yang dipimpin oleh Ana Letícia Kincheski Coelho memperkenalkan terobosan menarik: mereka berhasil membuat “oleogel” dari minyak bunga matahari, bahan alami yang selama ini dikenal ringan dan kaya asam lemak tak jenuh. Penemuan ini berpotensi menggantikan lemak jenuh dan lemak trans dalam berbagai produk pangan, mulai dari mentega, margarin, hingga kue kering.
Baca juga artikel tentang: Makanan yang Perlu Dihindari Saat Diet: Perspektif Ilmu Farmasi dan Nutrisi
Apa Itu Oleogel dan Mengapa Penting?
Secara sederhana, oleogel adalah minyak cair yang diubah menjadi padat tanpa melalui proses hidrogenasi. Jika hidrogenasi tradisional menghasilkan lemak trans yang berbahaya, oleogel justru menggunakan pengental alami untuk menciptakan struktur padat tanpa mengubah kimia minyaknya.
Dalam studi ini, para peneliti menggunakan kombinasi ethylcellulose (EC), sejenis turunan selulosa dari tumbuhan, dan Quillaja saponin (QS), senyawa alami dari kulit pohon Quillaja saponaria yang dikenal sebagai pengemulsi alami.
Hasilnya? Oleogel yang tidak hanya stabil dan elastis, tetapi juga mampu menahan oksidasi, proses yang menyebabkan minyak menjadi tengik dan berbau.
Menciptakan Struktur dari Minyak Cair
Minyak bunga matahari biasanya berbentuk cair pada suhu ruang. Untuk mengubahnya menjadi padatan lembut seperti mentega, para ilmuwan harus menemukan cara agar molekul-molekul minyak saling berikatan membentuk jaringan.
Dalam penelitian ini, ethylcellulose berfungsi sebagai pembentuk kerangka utama. Ia menciptakan jaringan padat yang dapat menahan minyak di dalamnya. Namun, struktur ini sering kali terlalu kaku. Di sinilah Quillaja saponin berperan zat ini bekerja layaknya “pelumas alami” yang membuat jaringan menjadi lebih lentur dan elastis.
Ketika keduanya digabungkan, mereka membentuk sistem sinergis yang seimbang: tidak terlalu keras, tidak terlalu lembek, dan stabil terhadap panas serta oksidasi.
Mengukur Stabilitas dan Ketahanan
Para peneliti menguji berbagai aspek fisik dan kimia dari oleogel yang dihasilkan. Mereka menilai kandungan minyak yang terikat, warna, tekstur, elastisitas, serta ketahanannya terhadap oksidasi.
Salah satu hasil paling menarik adalah bahwa kombinasi dengan Quillaja saponin menghasilkan hingga 94,77% minyak terikat, artinya hampir seluruh minyak berhasil “terperangkap” dalam jaringan padat. Ini penting karena semakin tinggi tingkat pengikatan minyak, semakin stabil produk tersebut terhadap pemisahan atau pencairan.
Selain itu, oleogel ini memiliki stabilitas oksidatif yang jauh lebih baik dibandingkan minyak biasa. Oksidasi merupakan musuh utama minyak karena menyebabkan bau tengik dan hilangnya nilai gizi. Dengan adanya Quillaja saponin, yang juga memiliki sifat antioksidan alami, proses oksidasi bisa ditekan secara signifikan.

Mengganti Lemak Jahat Tanpa Mengubah Rasa
Salah satu tantangan terbesar dalam mengganti lemak jenuh dan lemak trans adalah mempertahankan tekstur dan cita rasa. Lemak padat memberikan sensasi lembut dan meleleh di mulut yang sangat penting dalam produk seperti cokelat, roti, dan kue kering.
Peneliti menemukan bahwa oleogel dari minyak bunga matahari ini memiliki karakteristik reologi (perilaku aliran dan elastisitas) yang mendekati lemak padat alami. Dengan kata lain, ia bisa memberikan tekstur yang sama nikmatnya, tetapi lebih sehat dan aman.
Hal ini membuka peluang besar bagi industri makanan untuk memproduksi produk rendah lemak jenuh tanpa mengorbankan kualitas sensori.
Dampak Besar bagi Dunia Pangan
Penemuan ini tidak hanya penting bagi industri makanan, tetapi juga bagi kesehatan masyarakat. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi lemak trans masih menjadi penyebab ratusan ribu kematian akibat penyakit kardiovaskular setiap tahun.
Jika teknologi oleogel ini dapat diterapkan secara massal, kita bisa melihat gelombang baru produk pangan yang lebih sehat, tanpa kandungan lemak trans tetapi tetap enak dimakan.
Lebih jauh lagi, karena bahan-bahan yang digunakan (seperti minyak bunga matahari, etilselulosa, dan Quillaja saponin) berasal dari sumber nabati, teknologi ini juga mendukung tren keberlanjutan dan ramah lingkungan.
Dari Laboratorium ke Industri
Meski penelitian ini dilakukan di laboratorium, potensinya untuk skala industri sangat besar. Oleogel bisa digunakan dalam berbagai aplikasi: margarin, adonan pastry, krim roti, hingga makanan beku siap saji.
Peneliti juga mencatat bahwa kombinasi ini menunjukkan fleksibilitas tinggi (tunable). Artinya, dengan mengubah sedikit rasio EC dan QS, produsen dapat mengatur tingkat kekerasan dan elastisitas sesuai kebutuhan produk.
Misalnya, margarin memerlukan struktur lembut yang mudah dioleskan, sedangkan isian wafer memerlukan tekstur padat agar tidak meleleh pada suhu ruang. Oleogel ini mampu disesuaikan dengan kedua kondisi tersebut.
Sains yang Membuka Peluang Baru
Di balik kompleksitas istilah ilmiah seperti “FTIR” atau “rheologi,” inti dari penelitian ini sangat sederhana: menemukan cara agar makanan tetap enak tanpa membuat kita sakit.
Melalui pendekatan kimia hijau dan bahan alami, para peneliti berhasil menciptakan bahan baru yang bisa menggantikan lemak padat berbahaya dengan minyak sehat yang dipadatkan secara cerdas.
Penelitian ini juga membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut di bidang farmasi dan kosmetik, di mana oleogel dapat digunakan sebagai dasar krim atau salep alami dengan stabilitas tinggi.
Penelitian dari tim Coelho menandai langkah penting dalam revolusi pangan sehat. Dengan menggabungkan minyak bunga matahari, etilselulosa, dan Quillaja saponin, mereka berhasil menciptakan oleogel serbaguna yang elastis, stabil, dan ramah lingkungan.
Di masa depan, mungkin kita akan melihat roti, kue, dan makanan cepat saji yang tidak hanya lezat, tetapi juga dibuat dari teknologi oleogel, hasil kolaborasi cerdas antara sains dan alam.
Dengan inovasi ini, kita belajar bahwa bahkan sesuatu yang sederhana seperti setetes minyak bunga matahari bisa menjadi kunci untuk mengubah cara dunia makan, lebih sehat, lebih hijau, dan lebih berkelanjutan.
Baca juga artikel tentang: Makanan Apa yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersama Statin? Tinjauan Farmasi dan Nutrisi
REFERENSI:
Coelho, Ana Letícia Kincheski dkk. 2025. Tunable oleogels from sunflower oil, ethylcellulose, and Quillaja saponin: Synergistic interactions, structural properties, and oxidative stability. Food Hydrocolloids, 111744.

