Lompat ke konten

Peneliti Dari Hongkong Berhasil Membuat Obat Anti Mikroba Yang Diklaim Mampu Melawan Corona

Print Friendly, PDF & Email

Awal Oktober lalu, universitas Hongkong telah mengumumkan bahwa sebuah kelas Metalldrugs yang saat ini digunakan untuk mengobati penyakit menular lainnya dapat secara ampuh menekan virus penyebab Covid 19 yaitu SARS Cov-2. Metalldrugs sendiri merupakan senyawa yang mengandung logam dan umumnya digunakan untuk membunuh bakteri.

Menurut para peneliti, RBC atau Ranitidine Bismuth Citrae yang merupakan sebuah obat antimag yang umum digunakan dan mengandung logam bismut. RBC memiliki kemampuan besar menekan jumlah virus hingga berkurang hingga 1000 kali lipat pada sel yang terinfeksi SARS Cov-2.

Pada model Hamster Suriah, RBC menekan replikasi SARS Cov-2 hingga mengurangi jumlah virus lebih 1000 kali lipat baik pada saluran pernafasan atas atau bawah, dan meringankan pneumonia yang disebabkan virus.

Jika dibandingkan dengan kelompok kontrol dan kelompok hamster yang diobati dengan remdesivir, hewan-hewan tersebut menunjukan level penanda prognosis maupun kemokin dan sitokin peradangan utama jauh lebih rendah jika diobati dengan RBC.

RBC memperlihatkan Cytotoxicity yang rendah dengan indeks selektivitas yang tinggi diatas 975 dibandingkan dengan Remdesivir yang memiliki indeks selektivitas rendah diangka 129. Dalam penilaian Cytotoxicity, semakin tinggi indeks selektivitas maka semakin aman obat itu.

Para peneliti mengatakan temuan ini memberikan opsi terapi obat yang baru dan sudah tersedia dengan potensi klinis tinggi untuk infeksi Covid-19. Penelitian ini telah diterbitkan di dalam jurnal ilmiah daring Nature Microbiology. Sebuah paten terkait hal itu juga telah diajukan di Amerika Serikat.

Apa itu Cytotoxicity ??

Cytotoxicity adalah  tingkat merusaknya suatu zat pada sel. Contoh adalah sel imun atau beberapa jenis bisa, misalnya dari Bitis arietans atau Loxosceles reclusa.

Referensi :

https://www.validnews.id/Obat-Antimikroba-Bisa-Jadi-Antivirus-Baru-Obati-Covid-19-FHq . Akses terakhir tanggal 31 Oktober 2020, pukul 13.00 Wib

https://en.wikipedia.org/wiki/Cytotoxicity . Akses terakhir tanggal 31 Oktober 2020, pukul 13.10 Wib

https://tekno.tempo.co/read/1395841/peneliti-hong-kong-antimag-tekan-jumlah-sars-cov-2-1-000-kali-lipat. Akses terakhir tanggal 31 Oktober 2020, pukul 13.08 Wib

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 1

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Rachmat Arief Murditanto
Latest posts by Rachmat Arief Murditanto (see all)
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.