Lompat ke konten

Pemanasan Global dan Pandemi dari masa lalu

Print Friendly, PDF & Email

Virus, bakteri, dan patogen lainnya sudah lalu lalang di planet Bumi bahkan sebelum peradaban manusia ada. Berbagai Pandemi muncul, merebak, lalu meredup seiring dengan inangnya yang tersisa memiliki antibodi yang dapat menangkal patogen itu, ataupun inangnya yang punah karena pandemi itu. Terkadang pula pandemi tidak “100%” hilang, melainkan menginfeksi inang baru atau menunggu dari balik tanah, seperti Bacilus anthracis yang sempat menginfeksi kembali Semenanjung Yamal, Rusia setelah lapisan permafrost mencair.

Mencairnya Permafrost

Permafrost yang mencair di pulau Herschel
Permafrost di pulau Herschel yang mencair

Pemanasan global tidak hanya menyebabkan mencairnya lapisan es di kutub, tetapi juga di Permafrost. Permafrost atau ibun abadi adalah lapisan tanah yang membeku. Pembekuan lapisan tanah ini bisa terjadi sejak beratus-ratus tahun yang lalu. Sayangnya, karena pemanasan global sudah banyak ibun abadi yang mencair. Lapisan ibun abadi merupakan lapisan yang sangat cocok sebagai pelindung alami berbagai bakteri, termasuk patogen yang sudah menyebabkan berbagai pandemi di masa lalu. Patogen seperti virus dapat bertahan lama di dalam lapisan ini karena selain dingin, tidak ada sinar matahari, aktivitas organisme lain pun cenderung ada pada tahap dormant. Jika lapisan ini mencair, maka berbagai patogen yang lama membeku dapat hidup kembali, termasuk yang pernah menyebabkan berbagai pandemi di masa lalu.

Mengintai dari balik es

Danau Vostok
Danau Vostok, tempat ditemukan bakteri filotipe W123-10 pada kedalaman 3600 meter dari permukaan es

Apakah bisa bakteri hidup di kedalaman es? Ya!. Apa ada mahluk yang dapat hidup kembali setelah membeku bertahun-tahun? Ya!. Beberapa tahun terakhir ilmuan Russia menemukan bakteri baru di kedalaman danau Vostok yang berada di Antartika. Selain itu, di tahun 2018 ilmuan Russia dapat “membangkitkan kembali” cacing gelang yang sudah membeku selama 50.000 tahun. Sebagian spesies dari Cacing gelang merupakan parasit untuk mahluk hidup lainnya.

Pada beberapa kasus, bakteri dapat muncul kembali tanpa perlu campur tangan Ilmuan. Seperti pada kasus wabah Antraks yang tiba-tiba muncul kembali di daerah Semenanjung Yamal di Russia. Kasus ini muncul karena spora bakteri Bacillus anthracis yang menginfeksi kembali setelah lapisan es mencair di daerah tersebut. Wabah antrax terakhir muncul di tahun 1920an, dan menyapu bersih industri daging rusa kutub yang menjadi andalan daerah itu. Akankah kita menunggu wabah lainnya yang sedang mengintai kita dari balik es?

Referensi:

  1. There are diseases hidden in ice, and they are waking up. http://www.bbc.com/earth/story/20170504-there-are-diseases-hidden-in-ice-and-they-are-waking-up. Diakses pada 1 November 2020
  2. Yamal and anthrax. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4982572/. diakses pada 1 November 2020
  3. Ancient Roundworms Allegedly Resurrected From Russian Permafrost. https://www.smithsonianmag.com/smart-news/ancient-roundworms-allegedly-resurrected-russian-permafrost-180969782/. Diakses pada 1 November 2020

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 1

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Muhammad Ridwan
Latest posts by Ridwan (see all)
Cari artikel lain: Baca artikel lain:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.