Permintaan dan Penawaran : Definisi, Kurva, Hukum dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi (Lengkap + Contoh Soal)

Dalam ilmu ekonomi yang berkaitan dengan perdagangan, setiap transaksi akan dihadapkan dengan terminologi seperti permintaan (demand) dan penawaran (supply), dimana harga dan kuantitas suatu barang atau jasa akan saling mempengaruhi. Kenaikan harga biasanya menghasilkan permintaan yang lebih rendah, dan kenaikan permintaan umumnya menyebabkan peningkatan penawaran. Untuk memperoleh gambaran tentang kedua istilah di atas, mari ikuti penjelasan berikut.

Definisi Permintaan

Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menyaksikan bahwa kuantitas suatu barang yang dibeli pada suatu waktu tergantung pada harganya. Makin tinggi harga barang, makin sedikit jumlah barang yang dibeli, semakin rendah harganya semakin besar jumlah barang yang diminta. Hal ini berlaku dengan syarat semua hal yang lain tetap sama. Permintaan akan suatu jenis barang ialah jumlah barang yang mau dibeli pada berbagai tingkat harga di pasar pada jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, permintaan yang dimaksudkan disini adalah permintaan yang berdaya beli, artinya permintaan yang disertai dengan sejumlah uang untuk membeli barang yang bersangkutan. Setiap waktu tertentu terdapat hubungan tertentu antara harga dan jumlah barang yang dibeli yang demikian disebut ”tabel permintaan ” atau ”kurva permintaan”[1].

Kurva Permintaan
Untuk mempermudah pemahaman, mari kita membuat ilustrasi permintaan donat oleh kosumen bernama John, seperti gambar berikut[2].

blank

Keterangan:

Kombinasi antara harga dan kuantitas donat yang ingin dibeli oleh John tergambar di titik (500,0), L(300,2), M(100,4) dan N(0,50).
Berikutnya, kita akan melihat kurva permintaan individu 2 (Doel) atas donat.

blank

Keterangan :

Kombinasi antara harga dengan kuantitas donat yang ingin dibeli Doel tergambar di titik P(500,0), Q(300,1), R(100,2), dan S(0,2.5).
Sedangankan kurva permintaan pasar terbentuk dari jumlah seluruh permintaan individu, dalam contoh ini John dan Doel; sehingga kurva  permintaan pasar terhadap donat menjadi seperti yang terlihat di gambar berikut.

blank

Keterangan:

Kurva permintaan pasar atas donat merupakan gabungan permintaan individu (John dan Doel). Adapun kombinasi harga dan kuantitas donat yang diinginkan pasar terlihat di titik V(500,0), W(300,3), X(100,6), serta Y(0,7.5).

Pergeseran Kurva Permintaan
Pergeseran kurva permintaan terjadi karena adanya faktor tertentu yang mengintervensi kurva awal, seperti terlihat di gambar 4 [2].

blank

Keterangan:

  • Perubahan yang mengakibatkan berkurangnya kuantitas barang yang ingin dibeli, akan menggeser kurva awal (D1) ke D2.
  • Perubahan yang mengakibatkan meningkatnya kuantitas barang yang ingin dibeli, akan menggeser kurva D1 ke D3.

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Sekarang ini kita beranggapan bahwa perubahan harga produk itu sendiri yang akan mempengaruhi jumlah produk yang diminta (dalam hal ini berarti faktor-faktor lain dianggap konstan/asumsi ceteris paribus berlaku). Perubahan harga produk hanya akan menyebabkan perubahan jumlah produk yang diminta, perubahan ini hanya terjadi dalam satu kurva atau disepanjang kurva.

Jika ceteris paribus tidak berlaku dengan kata lain faktor-faktor lain yang dianggap konstan mengalami perubahan maka akan terjadi perubahan permintaan atau terjadi pergeseran kurva. Adapun faktor-faktor yang bisa mempengaruhi perubahan permintaan antara lain [3]:

a. Harga Barang Lain yang Mempunyai Hubungan Erat.

Jumlah permintaan suatu barang bisa berubah bila harga barang lain yang mempunyai hubungan erat berubah. Harga barang lain yang mempunyai hubungan erat bisa berupa barang substitusi (barang yang bisa saling menggantikan) atau barang komplementer (barang yang bisa saling melengkapi).

b. Selera/Taste Masyarakat terhadap barang/produk yang dihasilkan.

Selera atau cita rasa konsumen terhadap suatu barang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang tersebut. Jika selera masyarakat terhadap suatu barang meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut juga akan meningkat dan sebaliknya jika selera masyarakat terhadap suatu barang menurun maka permintaan terhadap barang tersebut menurun.

c. Pendapatan Masyarakat (Income/Yield)

Pendapatan masyarakat merupakan cermin atau gambaran daya beli masyarakat, sehingga akan mempengaruhi permintaan barang atau jasa baik dari segi kuantitas atau kualitas. Untuk barang normal, jika pendapatan masyarakat naik maka permintaan akan barang tersebut cenderung naik dan sebaliknya jika pendapatan masyarakat turun maka permintaan akan barang tersebut juga cenderung turun. Tetapi untuk barang inferior sebaliknya, yaitu jika pendapatan masyarakat naik/bertambah justru permintaan akan barang tersebut semakin berkurang.

d. Jumlah Penduduk.

Pertambahan jumlah penduduk cenderung menyebabkan bertambahnya permintaan, walaupun tidak selalu demikian. Jumlah penduduk yang besar secara potensial jelas akan mampu menambah permintaan. Lebih-lebih jika jumlah penduduk yang besar jika disertai dengan kesempatan kerja yang luas maka pada gilirannya akan lebih banyak orang yang menerima pendapatan. Penerimaan pendapatan akan menambah daya beli yang pada gilirannya akan menambah permintaan.

e. Intensitas Kebutuhan

Mendesak tidaknya kebutuhan seseorang terhadap suatu barang/jasa yang diinginkan akan mempengaruhi permintaan terhadap barang/jasa tersebut. Jika suatu barang masuk kategori kebutuhan primer maka

konsumen tidak akan menunda permintaan terhadap barang tersebut, tetapi jika barang tersebut masuk kategori kebutuhan sekunder, maka konsumen cenderung menunda permintaan terhadap barang tersebut.

Hukum Permintaan

Hukum sebenarnya merupakan generalisasi dari suatu realita. Hukum Permintaan mencoba menjelaskan realita dilapangan mengenai sifat hubungan antara perubahan harga suatu barang dengan perubahan jumlah barang yang diminta. Secara umum dijumpai bahwa apabila harga suatu barang turun, maka orang cenderung untuk membeli barang itu dalam jumlah yang lebih banyak. Sebaliknya apabila harga suatu barang naik, maka orang akan cenderung mengurangi jumlah pembeliannya. Jadi pola hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang diminta adalah negatif[3].

Berdasarkan kenyataan di atas maka munculah hukum permintaan yang menyatakan bahwa “Jumlah produk (barang/jasa) yang diminta berbanding terbalik dengan harga”. Artinya apabila harga suatu produk naik/tinggi maka jumlah produk yang diminta cenderung turun/rendah, atau sebaliknya bila harga suatu produk cenderung turun/rendah maka jumlah produk yang diminta cenderung naik atau tinggi.

Hukum permintaan ini hanya berlaku apabila faktor-faktor lain yang mempengaruhi permintaan produk, selain faktor harga dianggap konstan (ceteris paribus). Dalam analisis ini berarti jumlah produk yang diminta hanya dianggap bergantung pada harga barang itu sendiri[3].

Definisi Penawaran

Kalau dalam konsep permintaan dibicarakan tentang hubungan antara berbagai tingkat harga dengan berbagai jumlah barang yang hendak dibeli oleh para konsumen, maka yang dibicarakan dalam konsep penawaran adalah hubungan antara berbagai tingkat harga dengan berbagai jumlah barang yang hendak dijual/ditawarkan oleh produsen. Penawaran adalah jumlah barang yang mau dijual pada berbagai tingkat harga di pasar pada jangka waktu tertentu[1].

Kurva Penawaran
Dalam perumpamaan sederhana, misalnya terdapat penawaran jaket oleh penjual 1 (Alfa), seperti terlihat di gambar berikut[2].

blank

Keterangan :

Perbandingan harga dan kuantitas jaket yang ditawarkan Alfa adalah : titik E (10,0), F(30,2) atau G(50,4).
Di sisi lain, terdapat juga penawaran jaket yang dilakukan oleh penjual 2 (Romeo).

blank

Keterangan :

Perbandingan harga dan kuantitas jaket yang Romeo bersedia tawarkan adalah : H (10,2), I (30,3),  atau J (50,5).

Adapun kurva penawaran agregat merupakan jumlah penawaran yang dilakukan oleh seluruh penjual(dalam hal ini Alfa dan Romeo) terlihat pada gambar di bawah ini.

blank

Keterangan :

Perbandingan harga dan kuantitas jaket yang ditawarkan di pasar adalah gabungan penawaran penjual (Alfa dan Romeo), yakni di titik T(10,1),U (30,0), atau V(50,9).

Pergeseran Kurva Penawaran
Seperti pada kurva permintaan, pergeseran pada kurva penawaran terjadi karena adanya intervensi terhadap kurva awal[2].

blank

Keterangan :

  • Perubahan yang mengakibatkan menurunnya kuantitas barang yang ditawarkan akan menggeser kurva awal (S1) ke S2.
  • Perubahan yang mengakibatkan meningkatnya kuantitas barang yang ditawarkan akan menggeser kurva S1 ke S3.

Faktor-faktor yang Mempegaruhi Penawaran

Seperti halnya pada permintaan maka penawaranpun dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selama keadaaan ceteris paribus berlaku , maka perubahan harga barang hanya mempengaruhi jumlah produk yang ditawarkan (terjadi dalam satu kurva/sepanjang kurva), tidak mempengaruhi/menggeser kurva penawarannya. Beberapa faktor-faktor yang bisa menyebabkan keadaan menjadi tidak ceteris paribus dan kemudian mempengaruhi penawaran suatu produk antara lain [3]:

a. Harga Barang Lain

Jumlah suatu barang yang ditawarkan dapat bertambah karena menurunnya harga barang yang lain. Misalkan sebuah perusahaan memproduksi dua macam barang yaitu sepatu dan tas kulit, kalau harga tas kulit cenderung turun maka perusahaan akan mengurangi produksi barang yang harganya turun (tas kulit) dan menambah produksi barang yang harganya relatif tetap (sepatu).

b. Biaya Produksi

Biaya produksi berkaitan langsung dengan penentuan harga jual. Jika biaya produksi mengalami kenaikan maka harga barang akan cenderung naik, sehingga produsen cenderung mengurangi jumlah produksinya. Akibatnya jumlah penawaran pun akan berkurang. Sebaliknya jika biaya produksi turun, produsen akan menambah jumlah produksi sehingga akan mampu menambah jumlah penawaran.

c. Harga Sumber Daya

Harga sumber daya atau input (faktor-faktor produksi) yang digunakan dalam proses produksi barang dan jasa tertentu akan berpengaruh terhadap biaya produksi. Jika harga sumber daya mengalami penurunan dengan sendirinya biaya produksi cenderung menurun. Turunnya biaya produksi akan menyebabkan pada harga output/hasil yang sama produsen akan mampu menjual lebih banyak, dengan kata lain penawaranya

akan bertambah. Dan sebaliknya bila harga input mengalami kenaikan maka biaya produksi juga akan mengalami kenaikkan, oleh karena itu pada harga output yang sama produsen cenderung akan menjual/menawarkan barang dalam jumlah yang lebih sedikit atau penawarannya akan berkurang.

d. Tingkat Teknologi yang Digunakan

Kemajuan di bidang teknologi, seperti diketemukannya tehnologi baru dalam proses produksi biasanya akan membawa perubahan-perubahan kuantitas maupun kualitas dengan kata lain akan terjadinya penghematan atau efisiensi. Penggunaan teknologi yang lebih efisien jelas akan mampu menurunkan biaya produksi yang pada gilirannya akan mampu menambah jumlah barang yang diproduksi sehingga penawarannyapun akan bertambah.

Hukum Penawaran

Sejalan dengan hukum permintaan, maka Hukum Penawaran mencoba menjelaskan realita dilapangan mengenai sifat hubungan antara perubahan harga suatu barang dengan perubahan jumlah barang yang ingin ditawarkan oleh penjual/produsen. Secara umum dijumpai bahwa apabila harga suatu barang

turun, maka produsen akan cenderung untuk menawarkan barang dalam jumlah yang lebih sedikit. Hal ini disebabkan dengan turunnya harga atau rendahnya harga maka hanya produsen yang efisienlah yang mampu dan berani menjual pada harga yang rendah. Produsen yang tidak efisien tidak bisa lagi menawarkan barang pada harga yang sedemikian rendah sehingga mereka akan menarik diri dari pasar[3].

Kalau hal ini terjadi maka pada harga yang rendah produsen yang bersedia menawarkan barangnya menjadi lebih sedikit. Sebaliknya apabila harga suatu barang naik, maka produsen akan cenderung menawarkan barangnya dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini terjadi karena produsen yang pada

harga lebih rendah sebelumnya tidak mampu menawarkan barangnya, maka ketika harga barang naik produsen menjadi mampu menawarkan/menjual barangnya sehingga akan menambah supply atau penawaran di pasar. Jadi pola hubungan antara harga barang dengan jumlah penawarannya adalah positif.

Berdasarkan kenyataan itulah maka munculah hukum penawaran yang menyatakan bahwa “Jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga”. Artinya apabila harga suatu produk naik/tinggi maka jumlah produk yang ditawarkan cenderung naik/tinggi, atau sebaliknya bila harga suatu

produk cenderung turun/rendah maka jumlah produk yang ditawarkan juga cenderung turun atau rendah.

Hukum penawaran ini juga hanya berlaku apabila faktor-faktor lain yang mempengaruhi penawaran produk, selain faktor harga barang itu sendiri dianggap konstan (ceteris paribus). Dalam analisis ini berarti jumlah produk yang ditawarkan hanya dianggap tergantung pada harga[3].

Video di bawah ini memberikan ilustrasi hukum permintaan dan penawaran.

Contoh Soal dan Jawaban

1. Diskripsikan adanya bermacam-macam permintaan dan penawaran yang kalian ketahui!

2. Berikan contoh kongkrit permintaan individual, permintaan pasar, penawaran individual dan penawaran pasar dari barang-barang yang sering kalian gunakan.

3. Benarkah ketika pendapatan seseorang atau masyarakat naik, maka permintaan terhadap suatu barang (asumsi barang normal) juga akan mengalami kenaikkan? Berilah contoh dan penjelasan!

4. Benarkah ketika biaya produksi mengalami kenaikan, maka produsen cenderung akan mengurangi penawarannya? Berilah contoh dan penjelasannya!

Jawaban :

1. Macam-Macam Permintaan

Konsep permintaan dapat dibedakan atas daya beli konsumen:

a. Permintaan Potensial (Potential Demand)

Permintaan potensial adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli, tetapi belum melaksanakan pembelian barang atau jasa tersebut. Contohnya Pak Luki sebenarnya mempunyai uang yang cukup untuk membeli kulkas, namun ia belum mempunyai keinginan untuk membeli kulkas.
b. Permintaan Absolut (Absolute Demand)

Permintaan absolut adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli. Pada permintaan absolut konsumen tidak mempunyai kemampuan (uang) untuk membeli barang yang diinginkan. Contohnya Hendra ingin membeli sepatu olahraga. Akan tetapi uang yang dimiliki Hendra tidak cukup untuk membeli sepatu olahraga. Oleh karena itu keinginan Hendra untuk membeli sepatu olahraga tidak bisa terpenuhi.
c. Permintaan Efektif (Effective Demand)

Permintaan Efektif adalah permintaan yang disertai dengan kekuatan untuk membeli atau daya beli. Pada permintaan ini, pembeli memang sedang membutuhkan barang itu dan mampu membayar sesuai harga barang.

Pembagian lain, permintaan dapat dibedakan dari jumlah pemintanya:

a. Permintaan Individual/Pribadi

Permintaan individual adalah permintaan yang datang dari perseorangan atau individu. Permintaan ini dipengaruhi oleh nilai yang dikaitkan dengan perolehan dan penggunaan barang jasa yang bersangkutan serta kemampuan untuk memperolehnya.

b. Permintaan Pasar

Permintaan Pasar adalah penjumlahan secara horizontal (sematamata merupakan gabungan) dari permintaan-permintaan individual/ pribadi yang ada di pasar tersebut.

Macam-macam Penawaran

Pembagian penawaran dapat dibedakan dari jumlah penjualnya:

a. Penawaran Individual/Pribadi

Penawaran individual adalah penawaran yang datang dari penjual/ produsen perseorangan/individu.

b. Penawaran Pasar

Penawaran Pasar adalah penjumlahan secara horizontal (semata-mata merupakan gabungan) dari penjual-penjual individual/pribadi yang ada di pasar tersebut.

2. Permintaan Individual :

    Ketika harga es buah Rp5000/gelas maka saya akan membeli 3 gelas es buah. Ketika harganya naik jadi Rp7.000/gelas saya hanya akan membeli 2 gelas. Sedangkan ketika harganya naik lagi menjadi Rp10.000/gelas, saya hanya akan membeli 1 gelas es buah.

Permintaan pasar :

Misalnya, di masa pandemi covid-9, kita semua diharuskan menggunakan masker medis. Sehingga permintaan pasar terhadap masker akan meningkat yang membuat harganya meningkat pula.

Penawaran individu :

Teman saya Wendy baru saja membuka usaha boba drink kemudian menawarkannya kepada saya dan teman-teman yang lain.

Penawaran pasar :

Di dalam suatu mall, terdapat beberapa toko sepatu olahraga yang menawarkan harga yang sama.

3. Ya, tentu. Misalnya saja barang-barang elektronik (televisi, laptop, kulkas). Semakin tinggi pendapatan seseorang maka kebutuhannya akan barang mahal/luxury juga semakin meningkat. Seorang CEO di perusahaan akan rela mengeluarkan biaya untuk laptop dengan kualitas terbaik (paling canggih) meskipun harganya selangit. Sedangkan seorang karyawan biasa di perusahaan yang sama akan memilih harga laptop yang lebih murah walaupun tidak secanggih milik CEO. 

4. Ya. Karena biaya produksi yang tinggi membuat kuantitas produk yang bisa dihasilkan jadi menurun. Karena stok terbatas, penawaran akan berkurang. Misalnya saja dalam suatu industri ayam broiler. Salah satu biaya produksi yaitu biaya pakan. Ketika harga jagung meninggi, kuantitas jagung yang dibeli akan menurun. Sehingga peternak harus membatasi jumlah anakan ayam yang akan dipelihara dan akhirnya hasil panen pun menurun. Penawaran yang dilakukan peternak akan berkurang baik kepada pedagang di pasar maupun perusahaan perunggasan.

Referensi

[1] Abidin, Z. 2013. Buku Ajar Pengantar Ilmu Ekonomi. Malang: Universitas Brawijaya.

[2] Samuelson, Paul A., and William D.Nordhaus. 2002. Economics, Seventeenth Edition, McGraw-Hill.

[3] Supriyanto dan A.Muhsin. 2009. Ekonomi untuk SMA/MA KELAS X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Aulisani Annisa
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *