PLTS Terbesar di Dunia Mulai Beroperasi

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar di dunia telah hadir di China. Pembangkit listrik tenaga surya adalah suatu teknologi yang mengubah energi surya menjadi listrik. China telah menjadi pemain utama dalam pengembangan teknologi ini, dengan PLTS terbesar di dunia yang berlokasi di negara tersebut.

blank

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar di dunia telah hadir di China. Pembangkit listrik tenaga surya adalah suatu teknologi yang mengubah energi surya menjadi listrik. China telah menjadi pemain utama dalam pengembangan teknologi ini, dengan PLTS terbesar di dunia yang berlokasi di negara tersebut.

PLTS ini mampu memberi listrik pada negara kecil dengan kapasitas tahunan lebih dari 6 miliar kilowatt jam. Kapasitas tahunan adalah suatu konsep yang menggambarkan berapa banyak listrik yang dapat dihasilkan oleh suatu pembangkit listrik dalam satu tahun. Dalam kasus PLTS terbesar di dunia, kapasitas tahunan lebih dari 6 miliar kilowatt jam berarti bahwa PLTS ini dapat menghasilkan lebih dari 6 miliar kilowatt jam listrik dalam satu tahun.

Dikutip dari http://detik.com bahwa fasilitas yang terletak di wilayah gurun di provinsi barat laut Xinjiang ini mencakup lahan seluas 200 ribu hektar. Kompleks 5GW, yang terhubung ke jaringan listrik China pada Senin (3/6), cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan listrik di negara seukuran Luksemburg atau Papua Nugini. GW (Gigawatt) adalah suatu satuan ukuran daya listrik yang setara dengan 1 juta watt.

China telah menjadi pemain utama dalam pengembangan teknologi tenaga surya, dengan meningkatkan kapasitasnya lebih dari 50% pada tahun 2023. PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) adalah suatu teknologi yang mengubah energi surya menjadi listrik. Proyek tenaga surya Ningxia Teneggeli dan Golmud Wutumeiren adalah dua proyek tenaga surya yang berada di China dan telah menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

International Energy Agency (IEA) adalah suatu organisasi internasional yang berfokus pada pengembangan dan penggunaan energi terbarukan. Laporan IEA menggambarkan upaya China dalam pengembangan energi terbarukan sebagai hal yang luar biasa, mengingat negara tersebut telah menggunakan kapasitas tenaga surya sebanyak yang dilakukan seluruh dunia pada tahun 2022.

Dikutip dari The Independent. Kapasitas energi baru terbarukan adalah suatu konsep yang menggambarkan berapa banyak energi yang dapat dihasilkan dari sumber energi baru seperti tenaga surya dan angin. Pernyataan laporan IEA bahwa China akan menyumbang hampir 60% dari kapasitas energi baru terbarukan yang diperkirakan akan beroperasi secara global pada tahun 2028 menunjukkan bahwa China telah menjadi pemain utama dalam pengembangan energi terbarukan. Peran China sangat penting dalam mencapai tujuan global untuk meningkatkan energi terbarukan sebanyak tiga kali lipat karena negara tersebut diperkirakan akan memasang lebih dari setengah kapasitas baru yang dibutuhkan secara global pada tahun 2030. Pada akhir periode perkiraan, hampir separuh pembangkit listrik China akan berasal dari sumber energi terbarukan.

Longi Green Energy Technology adalah suatu perusahaan yang berfokus pada pengembangan teknologi tenaga surya. Analisis dari perusahaan ini memperkirakan bahwa pemasangan panel surya pada atap rumah dan bangunan di China akan menghasilkan listrik yang cukup untuk memberi daya pada seluruh rumah tangga di China dan Asia Tenggara jika digabungkan.Panel surya adalah suatu teknologi yang mengubah energi surya menjadi listrik. Pemasangan panel surya pada atap rumah dan bangunan di China akan menghasilkan listrik yang cukup untuk memberi daya pada seluruh rumah tangga di China dan Asia Tenggara jika digabungkan.

Peningkatan besar-besaran dalam produksi panel surya di China telah menyebabkan kelebihan kapasitas, yang dapat menyebabkan ketegangan perdagangan akibat melimpahnya pasar global. Bulan lalu, dalam upaya mencegah hal ini, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan bahwa tarif impor sel surya China akan berlipat ganda dari 25% menjadi 50%. Tarif impor adalah suatu biaya yang dikenakan pada barang yang diimpor dari negara lain.

REFERENSI:

  • Rifaldi, M. 2023. Analisis Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Jurnal Rekayasa Tropis. Vol 22, No. 1.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *