Alat Laboratorium

Cara Memilih Reagen Laboratorium agar Hasil Uji Akurat, dari Grade hingga Spesifikasi Khusus

Bagi mahasiswa, peneliti, analis, dan pengelola laboratorium, memilih reagen merupakan bagian penting dari menjaga mutu hasil pengujian. Persoalan ini semakin relevan ketika kebutuhan laboratorium tidak dapat dipenuhi oleh produk standar yang tersedia di katalog.

Bagikan artikel ini
WhatsApp Email

Dua botol reagen memiliki nama bahan kimia yang sama. Keduanya tampak jernih, mencantumkan angka kemurnian tinggi, dan digunakan untuk pengujian yang sama. Namun, setelah salah satunya digunakan, muncul puncak tambahan pada kromatogram atau hasil pengukuran menjadi kurang konsisten. Apa yang sebenarnya berbeda?

Jawabannya bisa terletak pada sesuatu yang tidak langsung terlihat di label: jenis pengotor, kadar air, konsentrasi aktual, bahan penstabil, hingga kesesuaian reagen dengan metode analisis.

Bagi mahasiswa, peneliti, analis, dan pengelola laboratorium, memilih reagen merupakan bagian penting dari menjaga mutu hasil pengujian. Persoalan ini semakin relevan ketika kebutuhan laboratorium tidak dapat dipenuhi oleh produk standar yang tersedia di katalog.

Artikel ini membahas dasar pemilihan reagen, cara membaca dokumen pendukungnya, serta hal-hal yang perlu dipertimbangkan ketika laboratorium membutuhkan reagen dengan spesifikasi khusus atau custom chemical.

Daftar isi

Apa Itu Reagen Laboratorium?

Reagen adalah zat atau campuran yang digunakan untuk menghasilkan reaksi, membantu mendeteksi suatu zat, atau mendukung pengukuran dalam analisis kimia.

Contohnya adalah larutan yang menghasilkan perubahan warna saat bereaksi dengan komponen tertentu, titran untuk menentukan kadar suatu senyawa, atau larutan penyangga untuk mempertahankan kondisi pH.

Dalam pengadaan laboratorium, istilah reagen juga sering digunakan secara luas untuk mencakup berbagai bahan penunjang analisis. Namun, fungsinya perlu dibedakan. Pelarut, reagen pembentuk warna, larutan kalibrasi, dan bahan acuan tidak selalu memiliki persyaratan mutu yang sama.

Bahan yang memadai untuk demonstrasi di kelas belum tentu sesuai untuk mengukur kontaminan berkadar sangat rendah. Karena itu, pertanyaan awal sebelum membeli reagen adalah: bahan ini akan digunakan untuk mengukur apa, dengan metode apa, dan pada rentang kadar berapa?

Mengapa Kemurnian Tinggi Belum Tentu Cukup?

Angka kemurnian membantu menjelaskan komposisi suatu bahan, tetapi tidak selalu menggambarkan seluruh karakteristik yang menentukan kinerjanya.

Bayangkan dua reagen sama-sama memiliki kemurnian 99,9 persen. Sisa komponen di dalamnya dapat berupa pengotor yang berbeda. Pada suatu metode, pengotor tersebut mungkin tidak mengganggu. Pada metode lain, pengotor yang sama dapat ikut terukur atau memengaruhi respons instrumen.

Itulah sebabnya spesifikasi reagen analitik biasanya melampaui satu angka kemurnian. ACS Reagent Chemicals, misalnya, memuat persyaratan kemurnian beserta pengujian untuk mengevaluasi mutu bahan kimia yang digunakan dalam pekerjaan analitik.

Sebagai ilustrasi, laboratorium yang mengukur logam pada kadar sangat rendah perlu memperhatikan kandungan logam pengotor dalam bahan yang digunakan. Laboratorium yang mengandalkan deteksi ultraviolet perlu memperhatikan komponen yang dapat menyerap cahaya pada wilayah pengukuran.

Reagen yang tepat adalah reagen dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan metode.

Memahami Perbedaan Grade Reagen

Istilah grade menunjukkan kategori mutu atau peruntukan suatu bahan kimia. Akan tetapi, nama grade perlu dibaca bersama spesifikasi produsennya.

Grade atau kategoriPeruntukan umumHal yang perlu diperiksa
Technical gradeKebutuhan teknis atau proses industriProfil pengotor dan kesesuaian jika akan digunakan untuk analisis
Analytical reagent atau ARBerbagai pekerjaan analisis laboratoriumParameter mutu, batas pengotor, dan acuan spesifikasinya
ACS reagent gradeBahan dengan klaim memenuhi spesifikasi ACS yang relevanKesesuaian terhadap monograf bahan tersebut
HPLC gradeKebutuhan kromatografi cair kinerja tinggiKarakteristik serapan UV, residu, dan pengotor sesuai produk
LC-MS gradeKromatografi cair yang digabungkan dengan spektrometri massaLatar belakang sinyal dan pengotor yang relevan terhadap deteksi MS
Grade untuk aplikasi khususPenggunaan tertentu, misalnya biologi molekulerJenis pengujian dan batas penerimaan yang secara eksplisit dinyatakan

HPLC dan LC-MS merupakan contoh mengapa peruntukan perlu diperhatikan. Produsen menyediakan pelarut dengan pengendalian karakteristik berbeda untuk mendukung kebutuhan deteksi dan sensitivitas masing-masing teknik. Karena itu, kesesuaian suatu pelarut tidak dapat disimpulkan hanya dari angka kemurniannya.

Grade juga tidak sebaiknya dipahami sebagai satu tangga sederhana yang berlaku untuk semua bahan. Produk yang sangat sesuai untuk satu teknik belum tentu memiliki seluruh karakteristik yang dibutuhkan teknik lain.

Tujuh Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Memilih Reagen

1. Kesesuaian dengan metode pengujian

Mulailah dari metode yang digunakan laboratorium. Perhatikan identitas bahan, komposisi, konsentrasi, pelarut, serta persyaratan khusus yang dinyatakan.

Jika metode menetapkan jenis reagen tertentu, penggantian dengan produk lain perlu ditinjau dampaknya. Kesamaan nama senyawa belum cukup untuk menyimpulkan bahwa dua produk dapat langsung saling menggantikan.

Prinsip ini sejalan dengan pendekatan fitness for purpose: metode analisis harus terbukti memadai untuk tujuan penggunaannya. Panduan Eurachem menempatkan validasi dan verifikasi sebagai bagian penting dalam memastikan kemampuan metode.

2. Identitas dan bentuk kimia

Nama bahan harus cukup spesifik untuk menghindari kesalahan pengadaan.

Suatu senyawa dapat tersedia dalam bentuk anhidrat atau hidrat. Bentuk garam, kadar air, dan komposisi campurannya juga dapat berbeda. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi perhitungan jumlah bahan maupun penggunaannya.

Nomor CAS membantu mengenali identitas zat, tetapi tetap perlu dibaca bersama nama, bentuk kimia, dan spesifikasi produk. Untuk larutan atau campuran, informasi komposisi menjadi sangat penting.

3. Konsentrasi dan satuannya

Pesanan “larutan 10 persen” masih menyisakan pertanyaan. Apakah yang dimaksud persen massa terhadap massa, massa terhadap volume, atau volume terhadap volume?

Ketiganya memiliki pengertian berbeda:

  • 10% b/b: 10 gram komponen dalam 100 gram larutan.
  • 10% b/v: 10 gram komponen dalam 100 mililiter larutan.
  • 10% v/v: 10 mililiter komponen cair yang dibuat hingga volume akhir 100 mililiter larutan, mengikuti prosedur penyiapannya.

Satuan molaritas, normalitas, dan konsentrasi massa juga tidak boleh dipertukarkan tanpa memahami definisinya. Normalitas, khususnya, bergantung pada reaksi yang menjadi dasar perhitungan.

Selain nilai target, tetapkan toleransi yang diperbolehkan. Permintaan “sekitar 0,1 mol/L” berbeda dari kebutuhan larutan yang konsentrasinya harus diketahui secara teliti untuk pengukuran kuantitatif.

4. Pengotor yang benar-benar memengaruhi pengujian

Laboratorium perlu menentukan pengotor mana yang berpotensi mengganggu metodenya.

Sebagai contoh hipotetis, laboratorium sedang mengukur komponen X pada kadar rendah. Jika reagen yang digunakan turut membawa X, hasil pengujian dapat mencakup kontribusi dari sampel sekaligus reagen.

Salah satu cara mengevaluasi kontribusi tersebut adalah menggunakan blanko yang sesuai. Eurachem menjelaskan bahwa blanko memiliki beragam fungsi dalam validasi maupun pengujian rutin; pemilihannya harus mengikuti sumber gangguan yang hendak diperiksa.

Artinya, masalah mutu reagen tidak selalu berupa perubahan warna atau endapan. Larutan yang tampak normal pun dapat memberikan sinyal yang mengganggu analisis.

5. Dokumen mutu dan keselamatan

Tiga dokumen yang sering muncul dalam pengadaan bahan kimia adalah CoA, SDS, dan TDS. Ketiganya menjawab pertanyaan berbeda.

DokumenFungsi utamaPertanyaan yang dibantu dijawab
Certificate of Analysis atau CoAMenyampaikan informasi pengujian mutu produk atau batch terkaitApakah parameter yang diuji memenuhi spesifikasi?
Safety Data Sheet atau SDSMenyampaikan informasi bahaya dan penanganan keselamatanApa bahayanya dan bagaimana pengendalian yang diperlukan?
Technical Data Sheet atau TDSMenjelaskan karakteristik dan informasi teknis produkApa sifat dan peruntukan teknis produk ini?

SDS memuat informasi seperti identifikasi bahaya, penanganan, penyimpanan, pengendalian paparan, serta stabilitas dan reaktivitas. Dokumen ini perlu sesuai dengan bahan atau formulasi yang digunakan.

CoA perlu diperiksa sampai ke isinya. Cocokkan identitas produk dan nomor batch, lalu lihat parameter uji, satuan, batas spesifikasi, serta hasil yang dilaporkan. Bedakan nilai hasil pengukuran dari pernyataan seperti “memenuhi” atau “lulus”.

Ketersediaan CoA juga tidak otomatis menjadikan suatu reagen sebagai bahan acuan bersertifikat atau certified reference material.

6. Stabilitas, penyimpanan, dan kemasan

Mutu pada saat diproduksi perlu dipertahankan selama pengiriman, penyimpanan, dan pemakaian.

Karena itu, tanyakan kondisi penyimpanan yang dipersyaratkan, dasar penetapan masa simpan, dan ketentuan setelah kemasan dibuka. Jangan menganggap tanggal kedaluwarsa untuk kemasan tersegel selalu berlaku tanpa perubahan setelah produk digunakan berulang kali.

Ukuran kemasan juga layak dipertimbangkan. Botol besar dapat terlihat ekonomis, tetapi belum tentu sesuai untuk laboratorium dengan pemakaian sedikit. Pembukaan berulang, sisa produk yang tidak terpakai, serta kebutuhan pemindahan ke wadah lain dapat menambah persoalan operasional.

Untuk produk dengan spesifikasi khusus, bahan wadah, tutup, label, dan volume per kemasan sebaiknya menjadi bagian dari kesepakatan.

7. Konsistensi antarbatch dan dukungan teknis

Laboratorium membutuhkan mutu yang dapat dipertahankan pada pembelian berikutnya.

Pertanyaan kepada pemasok dapat mencakup apakah spesifikasi diterapkan secara konsisten, bagaimana nomor batch ditelusuri, dan apakah perubahan formulasi atau spesifikasi akan diinformasikan.

Dukungan teknis juga penting ketika muncul hasil yang tidak diharapkan. Pemasok perlu dapat membantu menjelaskan parameter produk dan dokumen pengujiannya. Laboratorium tetap bertanggung jawab menilai kesesuaiannya terhadap metode yang digunakan.

Kapan Laboratorium Membutuhkan Custom Chemical?

Custom chemical dalam konteks reagen laboratorium dapat berupa penyesuaian konsentrasi, komposisi, pelarut, volume kemasan, atau persyaratan dokumen. Cakupannya tidak selalu berupa pembuatan senyawa baru.

Pilihan ini layak dipertimbangkan ketika produk katalog belum memenuhi kebutuhan yang telah didefinisikan, misalnya:

  • Metode membutuhkan konsentrasi atau komposisi yang tidak tersedia sebagai produk standar.
  • Laboratorium memerlukan kemasan kecil sesuai frekuensi penggunaan.
  • Batas pengotor tertentu perlu ditetapkan secara khusus.
  • Beberapa lokasi laboratorium membutuhkan formulasi yang seragam.
  • Penyiapan rutin ingin dialihkan kepada produsen dengan spesifikasi dan pemeriksaan penerimaan yang jelas.

Namun, kebutuhan tersebut perlu ditinjau kelayakannya. Tidak setiap formulasi stabil, cocok dengan kemasan yang diinginkan, atau dapat diproduksi pada jumlah pesanan tertentu.

Sebagai salah satu contoh layanan di Indonesia, Labotiq menyatakan menerima evaluasi permintaan custom chemical terkait konsentrasi atau formulasi, volume, kemasan, jumlah pesanan, dan dokumen pendukung. Kelayakannya dikonfirmasi melalui peninjauan teknis, termasuk aspek keselamatan, bahan baku, kemampuan produksi, dan persyaratan mutu.

Bagi laboratorium, langkah terpenting tetap menyusun kebutuhan secara terukur sebelum meminta penawaran.

Contoh Spesifikasi yang Lebih Jelas untuk Pemasok

Permintaan “kami membutuhkan buffer pH 7 yang bagus” belum cukup untuk menilai kesesuaian produk.

Pertama, perlu diperjelas apakah larutan tersebut akan digunakan sebagai media reaksi, untuk mempertahankan pH sampel, atau sebagai standar kalibrasi alat. Ketiga tujuan ini dapat memerlukan bukti mutu yang berbeda.

Berikut contoh informasi awal yang dapat disiapkan:

Komponen spesifikasiInformasi yang perlu dicantumkan
Tujuan penggunaanFungsi reagen dalam pekerjaan laboratorium
Metode acuanIdentitas metode atau prosedur internal
KomposisiKomponen dan pelarut yang dipersyaratkan
Nilai targetKonsentrasi, pH, atau karakteristik lain beserta toleransinya
Kondisi pengukuranMisalnya suhu acuan untuk nilai pH
Pengotor kritisJenis dan batas yang relevan terhadap metode
KemasanBahan wadah, volume, jumlah, dan kebutuhan label
DokumenCoA batch, SDS, dan dokumen teknis lain yang diperlukan
Kriteria penerimaanPemeriksaan yang menentukan apakah produk dapat digunakan

Tabel tersebut merupakan kerangka komunikasi. Nilai batasnya perlu ditentukan berdasarkan kebutuhan metode dan kemampuan pengukuran laboratorium.

Reagen Biasa dan Bahan Acuan Bersertifikat Tidak Sama

Pembedaan ini penting ketika bahan akan digunakan untuk kalibrasi atau evaluasi kebenaran hasil pengukuran.

Reagen dengan kemurnian tinggi belum tentu dikarakterisasi untuk berfungsi sebagai bahan acuan. Pada bahan acuan bersertifikat, nilai sifat yang disertifikasi disertai informasi ketidakpastian dan ketertelusuran metrologi dalam dokumentasinya.

Karena itu, membeli larutan berkonsentrasi nominal tertentu tidak otomatis memenuhi kebutuhan akan bahan acuan bersertifikat. Laboratorium perlu memeriksa jenis produk, nilai yang ditetapkan, serta dokumentasi yang mendukung penggunaannya.

Apakah Reagen Baru Bisa Langsung Digunakan?

Reagen baru sebaiknya melewati pemeriksaan penerimaan sesuai tingkat risikonya. Pemeriksaan dapat dimulai dari kondisi kemasan, label, nomor batch, dokumen, dan persyaratan penyimpanan.

Untuk penggunaan analitik, evaluasi juga dapat mencakup blanko, sampel kontrol, atau perbandingan kinerja dengan reagen sebelumnya. Parameter dan batas penerimaannya perlu ditentukan sebelum hasil evaluasi dilihat.

Tidak setiap pergantian merek atau batch mengharuskan validasi penuh. Cakupan pemeriksaan bergantung pada perubahan yang terjadi, metode yang digunakan, dan dampaknya terhadap hasil. Perubahan komposisi atau penggunaan metode di luar cakupan semula memerlukan peninjauan lebih mendalam.

Menilai Harga dari Biaya Penggunaan

Harga per botol merupakan satu bagian dari biaya laboratorium.

Untuk membandingkan penawaran, laboratorium juga dapat menghitung waktu penyiapan, kebutuhan pemeriksaan tambahan, potensi sisa kedaluwarsa, dan biaya pengulangan analisis apabila produk tidak sesuai.

Ini tidak berarti reagen yang lebih mahal selalu lebih baik. Produk dengan spesifikasi yang berlebihan dapat menambah biaya tanpa manfaat yang relevan. Sebaliknya, penghematan pada harga pembelian dapat hilang jika laboratorium harus sering mengulang pekerjaan.

Perbandingan yang lebih berguna adalah biaya untuk memperoleh hasil uji yang memenuhi persyaratan mutu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah reagen analytical grade selalu cocok untuk HPLC?

Belum tentu. Periksa spesifikasi yang relevan terhadap metode HPLC, termasuk karakteristik pelarut dan sistem deteksinya. Label analytical grade saja belum cukup untuk menetapkan kesesuaian.

Apakah reagen custom pasti lebih baik daripada produk standar?

Tidak. Reagen custom bermanfaat ketika ada kebutuhan yang belum terpenuhi oleh produk standar. Keunggulannya perlu dibuktikan melalui spesifikasi dan evaluasi kinerja.

Apakah reagen lokal dapat digunakan untuk pengujian laboratorium?

Penilaiannya perlu didasarkan pada kesesuaian spesifikasi, dokumentasi, konsistensi mutu, dan hasil evaluasi laboratorium. Asal negara saja tidak cukup untuk menentukan kelayakan suatu reagen.

Apakah memiliki CoA berarti produk pasti sesuai?

CoA membantu menilai mutu pada parameter yang dicantumkan. Laboratorium tetap perlu memeriksa apakah parameter tersebut mencakup kebutuhan metodenya.

Memilih Reagen Berarti Menjaga Keandalan Data

Hasil pengujian bergantung pada banyak unsur: metode, instrumen, kompetensi analis, penanganan sampel, dan mutu bahan yang digunakan. Reagen menjadi salah satu bagian yang perlu dikendalikan sejak pengadaan.

Pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan dimulai dari tujuan penggunaan, dilanjutkan dengan spesifikasi yang jelas, pemeriksaan dokumen, dan evaluasi kinerja.

Ketika kebutuhan tersebut belum tersedia dalam produk katalog, custom chemical dapat menjadi pilihan. Keberhasilannya bergantung pada kemampuan laboratorium dan produsen menerjemahkan kebutuhan analisis menjadi persyaratan yang dapat diuji dan dipenuhi secara konsisten.

Warung Sains Teknologi
TENTANG PENULIS

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

✳ SAINS DALAM GAMBAR

Warstek di Instagram

@warstek_com ↗
Graphical abstract dari Artikel ke 7 JOKOWI. Btw kamu sudah nonton videonya belum di YouTube? Bagaimana perasaanmu setelah nonton? #brokenbydesign

Graphical abstract dari Artikel ke 7 JOKOWI. Btw kamu sudah nonton videonya belum di YouTube? Bagaimana perasaanmu setelah nonton? #brokenbydesign

Paper ke 7 JOKOWI telah terbit! Abstrak: ndonesia memiliki batas administrasi yang digunakan untuk menentukan kewenangan pemerintahan, anggaran, pelayanan publik, dan tanggung…▧ Carousel

Paper ke 7 JOKOWI telah terbit! Abstrak: ndonesia memiliki batas administrasi yang digunakan untuk menentukan kewenangan pemerintahan, anggaran, pelayanan publik, dan tanggung jawab antarwilayah.…

Congratulations! JOKOWI sudah terindeks Google! Scopus nggak sih habis ini? #jurnal #jokowi

Congratulations! JOKOWI sudah terindeks Google! Scopus nggak sih habis ini? #jurnal #jokowi