Lompat ke konten

Benarkah Menyeduh Susu Dengan Air Panas suatu Kekeliruan?

Print Friendly, PDF & Email

Mendengar kata susu pastinya kebanyakan orang memiliki deskripsi tersendiri untuknya. Misal A mendeskripsikan susu adalah sesuatu yang berwarna putih (pada umumnya) dan cokelat (modifikasi dari susu putih). Ada juga B mendeskripsikan susu itu adalah sesuatu yang mengandung nutrisi yang di butuhkan oleh tubuh. Dan masih banyak lagi deskripsi orang-orang terhadap susu ini.

Perihal hidup memang penuh dengan hal yang bertolak belakang di dalamnya. Seperti untuk susu ini pasti ada yang menyukainya ada juga yang tidak karena berdasar pada selera juga. Namun di samping itu susu merupakan salah satu produk pangan alami ataupun sintesis yang memiliki berbagai kandungan nutrisi yang sangat berguna untuk kehidupan yang baik dan sehat manusia. Salah satunya adalah protein.

blank
Struktur protein

Protein merupakan sesuatu hal yang umum namun ketika di bahas, sedikit orang yang mengetahui manfaat dan terdapat dalam produk pangan apa biasanya protein berada. Protein biasanya bersumber dari hewan (protein hewani) seperti susu, ikan, daging, dan dan tumbuhan (protein nabati).

Protein termasuk salah satu polimer yang monomernya terdiri dari rangkaian asam amino yang berulang dengan memiliki fungsi sebagai zat pembangun dan pengatur dalam tubuh.

Terutama dalam susu yang merupakan salah satu sumber adanya protein yang menyediakan berbagai nutrisi dalam tubuh. Namun kesemua nutrisi dalam susu dapat saja hilang kalau dalam penyeduhannya tidak tepat. Kenapa bisa ? Ya tentu saja bisa, sebab sesuatu perkara harus dengan ilmunya. Seperti halnya dalam penyeduhan susu.

Ketika kita hendak menyeduh susu dengan menggunakan air panas yang memiliki suhu 100°C maka protein dalam susu tersebut akan hilang. Karena ini bergantung pada sifat protein yang mengalami denaturasi ketika dalam kondisi suhu tinggi atau panas. Akibatnya struktur ikatan kimia dalam protein mengalami kekacauan sehingga fungsinya tidak berjalan dengan baik.

blank
Sumber Gambar : ib.bioninja.com.au

Dengan demikian, perlu kehati-hatian dalam melakukan penyeduhan susu dan memperhatikan suhu air yang sesuai agar nutrisinya tetap terjaga. Sebab suhu air yang seharusnya di pakai dalam penyeduhannya kisaran 70°C atau dengan kata lain belum mencapai titik didihnya.

Kemudian terkadang muncul pertanyaan, kalau tidak dengan air panas apakah alternatifnya dengan air dingin? Jawabannya adalah tidak tepat juga. Karena protein ini sangat rentan dengan suhu karena dia memiliki tingkat suhu maksimum, minimum, dan optimum yang mana nantinya akan menunjukkan cara kerja protein di suhu mana yang lebih stabil.

Ketika penyeduhan susu di lakukan dengan air dingin maka fungsi kerjanya pun tidak akan baik. Sebab dalam kondisi suhu rendah tidak mampu untuk menjalankan fungsinya dalam pemenuhan nutrisi. Dengan kata lain proteinnya akan menjadi inaktif. Maka untuk menjaga kadar protein tetap utuh dalam susu yang kita konsumsi kalau tidak ada alat pengukur suhu atau termometer kita dapat menggunakan indikator air medium yaitu air hangat dalam menyeduhnya.

Sehingga simpulannya, selain kita dapat menikmati kelezatan dari susu ini, kita juga dapat mendapatkan manfaat lebih yang baik bagi tubuh dari susu yang kita konsumsi kalau dalam penyeduhannya sangat amat di perhatikan dengan baik. Karena kalau di seduhnya dengan asal-asalan bukan kebaikan nutrisi yang akan kita dapat melainkan sebuah kesia-siaan yang di sebabkan oleh ketidaktelitian kita dalam melakukannya. Ini juga tidak berlaku pada susu saja, segala sesuatu yang mengandung protein di dalamnya maka perlu adanya perhatian khusus dalam penentuan hal yang berhubungan dengan suhu. Karena dari hal yang sepele akan berakibat fatal jika kita tidak memperhatikannya.

Referensi :

https://www.researchgate.net/publication/337220451_Pengaruh_Suhu_Penyeduhan_terhadap_Kadar_Protein_pada_Susu_Formula_Menggunakan_Metode_KJELDAHL diakses pada 12 Juni 2021.

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3462827/cara-benar-menyeduh-susu-bubuk-agar-probiotiknya-tak-hilang diakses pada 12 Juni 2021.

https://www.klikdokter.com/tanya-dokter/read/2808232/beda-susu-segar-dan-susu-formula diakses pada 12 Juni 2021.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 2

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Siti Rahmawati
Cari artikel lain: Baca artikel lain:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.