Tidak Hanya Ultra-elastis, Material ini Juga Mampu Menyembuhkan Dirinya Sendiri Berulang Kali

Tidak Hanya Ultra-elastis, Material ini Juga Mampu Menyembuhkan Dirinya Sendiri Berulang Kali

Terinspirasi dari kemampuan kulit makhluk hidup yang mampu menyembuhkan luka secara mandiri telah memotivasi para peneliti di seluruh dunia untuk mengembangkan material dengan kemampuan regenerasi (self-healing). Selain kemampuan regenerasi, kulit juga memiliki kemampuan untuk merespon terhadap tekanan, getaran, sentuhan, perubahan suhu dan kelembaban. Melalui inovasi di bidang material dan rekayasa proses, konsep self-healing yang dikombinasikan dengan kemampuan respon kulit terhadap faktor eksternal mulai diaplikasikan pada perangkat elektronik, seperti sensor, perangkat elektronik yang dapat dipakai, fleksibel dan elastis (wearable, flexible and stretchable electronic skin), superkapasitor, sel surya berbasis perovskit, baterai, transistor, teknologi robotik dan kecerdasan buatan. >>> 

Baca Selengkapnya

Sisir Mikro Membuat Solar Cell Lebih Efisien

Sisir Mikro Membuat Solar Cell Lebih Efisien

Para peneliti dari Laboratorium Akselerasi Nasional Departmen Energi SLAC dan Universitas Stanford telah mengembangkan teknik manufaktur yang dapat menggandakan arus listrik yang dihasilkan solar cell murah dengan menggunakan sisir berukuran mikro saat diterapkan pada polimer pemanen sinar matahari.

Skema dari metode sisir FLUENCE (Diao, Y., et. al.)

Saat dikomersialisasikan, teknologi ini akan membuat polimer solar cell alternative yang menarik secara ekonomi dibandingkan dengan Kristal silicon wafer yang lebih mahal. >>> 

Baca Selengkapnya

Teknologi Nano Mampu Mengembalikan Lingkungan Yang Tercemar

Teknologi Nano Mampu Mengembalikan Lingkungan Yang Tercemar

Penelitian terbaru menjelaskan cara nanopartikel membersihkan lingkungan dari polusi, secara umum dideskripsikan oleh gambar berikut:

Nanopartikel in Action

Material nano dan sinar ultra violet mampu “menangkap” zat-zat kimia untuk membersihkan tanah dan air secara mudah.

Manusia banyak mencemari lingkungan dengan zat-zat yang tidak dapat terurai secara alami, mengangu kesehatan (aktifitas hormon) baik pada manusia, hewan atau tumbuhan. Pembersihan zat pencemar beracun ini, yang mana termasuk pestisida dan penghambat endokrin seperti bisphenol A (BPA), dengan menggunakan metode saat ini masih mahal dan membutuhkan waktu lama. >>> 

Baca Selengkapnya

Kupas Tuntas Polimer

Polimer adalah material yang dibentuk oleh satuan struktur secara berulang. Polimer berasal dari bahasa Yunani poly dan mer. Poly yang berarti banyak dan mer yang berarti bagian, maka polimer berarti banyak bagian. Sedangkan satuan struktur polimer disebut monomer (Stevens, 2001). Polimer mempunyai berat molekul diatas 10000 yang disebabkan oleh jumlah atom pembentuk yang besar. Karena berat molekul yang besar serta jumlah atom pembentuk yang besar pula, polimer disebut juga sebagai makromolekul. Setiap atom dari pasangan yang terikat dalam polimer diikat oleh gaya tarik-menarik yang kuat yang disebut ikatan kovalen. Gaya tarik-menarik antar molekul dalam polimer antara lain ikatan hidrogen dan gaya van der waals, namun lebih lemah daripada ikatan kovalen. >>> 

Baca Selengkapnya