Selama bertahun tahun masyarakat lebih banyak memberi perhatian pada polusi udara di luar ruangan. Kita sering membicarakan asap kendaraan, industri, atau kabut asap sebagai sumber polusi utama. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa bahaya yang sama sebenarnya mengintai jauh lebih dekat. Kita menghabiskan hampir seluruh waktu hidup di dalam ruangan. Orang dewasa menghabiskan hingga sembilan puluh persen waktunya di dalam ruang tertutup dan sekitar tujuh puluh persen di dalam rumah sendiri. Artinya, udara yang kita hirup di dalam ruangan memiliki dampak yang sangat besar pada kesehatan dan kualitas hidup.
Masalahnya, kualitas udara di dalam ruangan tidak selalu lebih aman daripada udara luar. Peneliti menemukan bahwa polusi udara dalam ruangan bisa berasal dari benda benda sehari hari. Sumber pencemaran termasuk asap memasak, bahan bangunan tertentu, peralatan yang menghasilkan gas, furnitur, aktivitas membersihkan rumah, partikel debu, hingga polutan yang terbawa masuk dari luar. Anak anak, lansia, serta individu yang memiliki gangguan pernapasan menjadi pihak yang paling rentan. Kontaminan tertentu dapat memperparah gejala asma, iritasi mata, gangguan pernapasan, dan bahkan meningkatkan risiko penyakit jangka panjang.
Meskipun dampaknya sangat besar, penelitian mengenai kualitas udara dalam ruangan masih tertinggal dibandingkan penelitian polusi udara luar ruangan. Sebagian besar upaya pemantauan kualitas udara di Eropa misalnya, masih berfokus pada udara luar. Regulasi yang secara khusus mengatur kualitas udara dalam ruangan juga masih minim. Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai bagaimana polutan di dalam ruangan muncul, bagaimana ia menyebar, siapa saja yang paling terdampak, dan langkah apa yang paling efektif untuk mengurangi risikonya.
Baca juga artikel tentang: Dari Kutub ke Kota: Perjalanan Udara Dingin Lewat Polar Vortex
Melihat masalah ini, sekelompok ilmuwan dan lembaga dari berbagai negara Eropa meluncurkan proyek penelitian berskala besar bernama EDIAQI. Proyek ini melibatkan delapan belas organisasi dari sebelas negara dengan keahlian yang sangat beragam. Mereka berasal dari bidang lingkungan, kesehatan, teknologi, kimia, toksikologi, ilmu atmosfer, teknik instrumentasi, hingga bidang kebijakan publik dan komunikasi. Kolaborasi besar ini bertujuan mencari cara baru yang lebih efektif untuk memahami dan memperbaiki kualitas udara dalam ruangan.
Salah satu tujuan utama EDIAQI adalah memberikan pemahaman yang lebih akurat tentang bagaimana polusi muncul dan bergerak di dalam ruangan. Untuk mencapai tujuan tersebut para peneliti mengukur konsentrasi berbagai jenis polutan di banyak lokasi dalam jangka waktu panjang. Mereka tidak hanya meneliti partikel debu yang dapat masuk ke paru paru, tetapi juga bahan kimia yang mudah menguap, polutan yang dihasilkan aktivitas memasak, emisi dari lilin aromaterapi, polutan yang berpindah dari udara luar, serta munculnya polutan baru dari bahan kimia modern yang banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga.
Selain memetakan sumber polusi, EDIAQI juga meneliti bagaimana polutan berpindah antara ruang dalam dan ruang luar. Misalnya, ketika jendela dibuka, udara dari luar bisa membawa partikel asap kendaraan ke dalam rumah. Namun ada juga pergerakan polutan ke arah sebaliknya, misalnya asap memasak yang keluar melalui ventilasi dan mencemari udara luar. Interaksi timbal balik ini penting untuk dipahami karena solusi yang tepat perlu mempertimbangkan keseluruhan sistem aliran udara.
Penelitian ini juga menyoroti perbedaan dampak polusi terhadap berbagai kelompok masyarakat. Anak kecil memiliki sistem pernapasan yang belum sepenuhnya matang sehingga lebih mudah mengalami iritasi. Lansia lebih rentan terhadap peradangan paru paru. Orang yang memiliki alergi atau asma lebih mudah mengalami serangan gejala ketika terpapar polusi tertentu. Dengan mengetahui faktor kerentanan ini EDIAQI berusaha merancang solusi yang tidak hanya efektif secara teknis tetapi juga sesuai untuk kelompok kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan ekstra.
Salah satu inovasi besar proyek ini adalah penggunaan teknologi pemantauan yang lebih mudah digunakan oleh masyarakat umum. Selama ini perangkat pemantauan air quality umumnya mahal atau memerlukan keahlian teknis untuk dioperasikan. EDIAQI ingin mengubah hal tersebut. Para peneliti sedang mengembangkan alat pemantauan yang lebih sederhana namun tetap akurat. Dengan alat ini masyarakat dapat mengukur kualitas udara di rumah mereka sendiri dan melihat pola polusi berdasarkan aktivitas sehari hari.

Sebagai contoh, alat ini dapat menunjukkan bagaimana kualitas udara berubah ketika seseorang memasak, menggunakan pembersih ruangan, menyalakan lilin wangi, atau membuka jendela pada jam tertentu. Data seperti ini membuka kesempatan untuk melakukan perubahan perilaku sederhana yang bisa berdampak besar, seperti meningkatkan ventilasi saat memasak atau memilih bahan pembersih yang lebih aman. Informasi yang mudah dipahami dapat membantu masyarakat melakukan keputusan yang bijak untuk menjaga kesehatan keluarga.
Selain memberikan perangkat pemantauan, EDIAQI juga berusaha memahami hubungan antara kondisi bangunan dan kualitas udara. Ventilasi, desain ruang, jenis bahan bangunan, sistem pemanas, dan jenis furnitur semuanya berkontribusi pada munculnya polutan di dalam ruangan. Dengan begitu, solusi yang dihasilkan tidak hanya berupa panduan perilaku tetapi juga rekomendasi untuk desain rumah masa depan yang lebih sehat. Ini termasuk pemilihan material yang lebih aman, sistem ventilasi pintar, serta tata ruang yang mendukung sirkulasi udara yang baik.
Proyek ini juga mengumpulkan data tentang bagaimana polutan bergerak melalui tubuh manusia. Para ilmuwan menganalisis bagaimana tubuh menyerap polutan, bagaimana polutan tersebut berpindah melalui aliran darah, serta bagaimana tubuh memproses dan mengeluarkannya kembali. Penelitian ini membantu memperjelas hubungan antara polusi udara dalam ruangan dan risiko kesehatan tertentu. Dengan pemahaman yang lebih lengkap, para pembuat kebijakan memiliki dasar yang lebih kuat untuk merancang regulasi baru yang melindungi kesehatan masyarakat.
Pada akhirnya, EDIAQI tidak hanya bertujuan menghasilkan penelitian ilmiah. Proyek ini ingin memastikan hasilnya benar benar digunakan warga, pemerintah, dan pembuat kebijakan. Karena itu mereka juga melibatkan pakar komunikasi ilmiah dan kebijakan publik. Informasi dari penelitian diterjemahkan menjadi rekomendasi praktis yang bisa diterapkan masyarakat maupun lembaga pemerintahan. Harapannya, langkah langkah ini dapat mempercepat terciptanya lingkungan dalam ruangan yang lebih sehat bagi semua orang.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya udara bersih di dalam ruangan, proyek seperti EDIAQI membawa harapan baru. Polusi udara dalam ruangan tidak lagi dianggap sebagai ancaman tersembunyi. Dengan penelitian yang komprehensif dan dukungan teknologi yang mudah digunakan, kita memiliki peluang untuk menciptakan ruang hidup yang lebih aman dan lebih sehat bagi generasi mendatang. Udara bersih bukan hanya kebutuhan dasar tetapi fondasi bagi kualitas hidup yang lebih baik.
Baca juga artikel tentang: Udara Sehat, Hewan Bahagia: Mengapa Air Purifier Penting untuk Pecinta Hewan
REFERENSI:
Lovrić, Mario dkk. 2025. Evidence driven indoor air quality improvement: An innovative and interdisciplinary approach to improving indoor air quality. Biofactors 51 (1), e2126.

