Olahraga

Ingin Aim Valorant Makin Tajam? Penelitian Ini Mengungkap Cara Unik yang Bisa Membantu

Musuh muncul di layar. Kamu sudah melihatnya, tetapi bidikan terlambat bergeser. Tembakan meleset, lalu karaktermu tumbang. Bagi pemain Valorant, kejadian seperti ini bisa membuat kesal.

Bagikan artikel ini
WhatsApp Email

Musuh muncul di layar. Kamu sudah melihatnya, tetapi bidikan terlambat bergeser. Tembakan meleset, lalu karaktermu tumbang. Bagi pemain Valorant, kejadian seperti ini bisa membuat kesal. Biasanya, solusinya adalah berlatih membidik lebih lama. Namun, sebuah penelitian menawarkan kemungkinan menarik: performa menembak dalam game mungkin juga terbantu oleh aktivitas fisik singkat.

Penelitian yang dipimpin Egemen Mancı dan terbit di jurnal Current Psychology pada 2024 menguji hubungan antara olahraga, kemampuan berpikir, dan performa bermain. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta menyelesaikan tugas menembak di Valorant lebih cepat setelah berolahraga. Temuan ini menjanjikan, meskipun belum membuktikan bahwa olahraga langsung membuat seseorang lebih jago dalam pertandingan. 

Untuk memahaminya, bayangkan apa yang terjadi saat kamu membidik. Mata harus menemukan sasaran, otak menentukan respons, lalu tangan menggerakkan mouse dan menekan tombol. Semua berlangsung dalam waktu singkat. Keberhasilan menembak bergantung pada kerja sama proses-proses tersebut. Karena itu, peneliti ingin mengetahui apakah aktivitas tubuh dapat memengaruhi hasilnya.

Tim penelitian melibatkan 19 laki-laki sehat berusia 20–35 tahun. Sepuluh orang merupakan pemain esports amatir, sedangkan sembilan lainnya tidak bermain video game. Kedua kelompok menjalani serangkaian tes sebelum olahraga, kemudian mengulanginya pada lima menit dan 30 menit setelah olahraga selesai.

Olahraganya dilakukan menggunakan sepeda statis khusus di laboratorium. Peserta terlebih dahulu melakukan pemanasan selama empat menit, lalu mengayuh sekuat tenaga selama 30 detik, dengan beban yang disesuaikan dengan berat badan. Jadi, istilah sprint dalam penelitian ini berarti mengayuh sangat cepat. Durasi 30 detik itu juga belum termasuk pemanasan.

Peserta diuji melalui tugas menembak di area latihan Valorant. Mereka harus menghabisi 50 sasaran berpelindung yang muncul dan bergerak secara acak. Semuanya menggunakan senjata Guardian dengan amunisi tanpa batas. Peneliti mencatat waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Semakin singkat waktunya, semakin baik hasilnya. 

Pengaturan ini membuat penilaian lebih terarah, dan jika Anda ingin top up game Valorant dapat mengunjungi gudangracun.com. Semua peserta menghadapi tugas yang serupa, sehingga peneliti tidak perlu membandingkan pertandingan dengan lawan, strategi, atau rekan setim yang berbeda. Meski begitu, hasil tes ini hanya menggambarkan salah satu bagian kemampuan bermain. Kemampuan bekerja sama dan mengambil keputusan dalam pertandingan tidak diukur secara langsung.

Hasilnya, kelompok pemain amatir memang lebih cepat menyelesaikan tugas dibandingkan kelompok yang tidak bermain game. Setelah olahraga, ada pula perbaikan performa dalam kedua kelompok. Pada pemain amatir, perbedaan yang bermakna secara statistik terlihat antara tes sebelum olahraga dan tes lima menit setelahnya. Pada kelompok nonpemain, perbaikan terlihat pada pengukuran 30 menit setelah olahraga.

Peneliti juga menguji kemampuan menahan respons. Dalam tes ini, peserta harus mengeklik ketika huruf tertentu muncul dan menahan diri ketika huruf lain tampil. Bayangkan latihan untuk mengendalikan dorongan menekan tombol: kadang harus bertindak, kadang harus berhenti. Pada kelompok pemain amatir, ketepatan respons dalam tes ini membaik pada pengukuran 30 menit setelah olahraga.

Namun, tidak semua kemampuan ikut membaik. Tes lain meminta peserta mengikuti lingkaran bergerak menggunakan kursor mouse. Pada tugas ini, penelitian tidak menemukan peningkatan yang bermakna setelah olahraga. Waktu reaksi dalam tes huruf juga tidak menunjukkan perbaikan yang bermakna setelah olahraga. Artinya, manfaat yang terlihat tidak bisa disamaratakan untuk semua kemampuan. 

Bagian menarik lainnya adalah penggunaan sensor di dahi. Alat bernama fNIRS ini menggunakan cahaya inframerah dekat untuk mengamati perubahan hemoglobin, yaitu protein pembawa oksigen dalam darah. Dari cahaya yang diserap, peneliti dapat memperkirakan perubahan hemoglobin yang membawa oksigen dan yang tidak membawa oksigen. Pengukuran dilakukan pada bagian depan otak selama peserta bermain.

Ternyata, perbaikan performa menembak tidak disertai perubahan ukuran oksigenasi otak yang bermakna secara statistik. Karena itu, penjelasan bahwa olahraga membuat bidikan membaik karena otak mendapat lebih banyak oksigen belum terbukti dalam penelitian ini. Hasil sensor juga tidak berarti otak tidak berubah sama sekali, sebab pengukuran hanya mencakup wilayah tertentu.

Ada keterbatasan lain yang penting. Semua peserta menjalani olahraga; tidak ada sesi pembanding ketika mereka hanya duduk beristirahat lalu mengulang tes. Akibatnya, sebagian perbaikan mungkin muncul karena peserta semakin terbiasa dengan tugas. Jumlah peserta juga kecil dan semuanya laki-laki, sehingga hasilnya belum tentu sama pada kelompok lain atau pemain profesional. Springer Nature Link

Temuan awal ini membuka peluang untuk menguji olahraga sebagai bagian dari persiapan bermain. Penelitian berikutnya perlu melibatkan lebih banyak peserta dan membandingkan sesi olahraga dengan sesi istirahat. Barulah kita bisa mengetahui apakah beranjak sejenak dari kursi benar-benar membantu bidikan, seberapa lama pengaruhnya bertahan, dan apakah manfaatnya terasa di pertandingan sungguhan.

Diolah dari Mancı dkk. (2024), dengan penulisan ulang populer.

Warung Sains Teknologi
TENTANG PENULIS

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

✳ SAINS DALAM GAMBAR

Warstek di Instagram

@warstek_com ↗
Robot beli? Mana paten, bikin lah. Sebuah robot kecil bersiap di tanah. Bentuknya menyerupai rangka melengkung yang dilengkapi karet, jauh dari gambaran…▧ Carousel

Robot beli? Mana paten, bikin lah. Sebuah robot kecil bersiap di tanah. Bentuknya menyerupai rangka melengkung yang dilengkapi karet, jauh dari gambaran robot berkaki…

Segumpal lendir hitam bergerak mendekati baterai kancing. Tubuhnya melebar, melingkar, lalu membungkus benda itu sampai tertutup. Setelah dipotong, bagian tubuhnya bahkan bisa…▧ Carousel

Segumpal lendir hitam bergerak mendekati baterai kancing. Tubuhnya melebar, melingkar, lalu membungkus benda itu sampai tertutup. Setelah dipotong, bagian tubuhnya bahkan bisa disatukan kembali.

Pesulap merah nggak bisa mendemonstrasikan sulap ini. Sebuah figur kecil menyerupai manusia berdiri di balik jeruji. Tubuhnya terlalu besar untuk melewati celah.…▧ Carousel

Pesulap merah nggak bisa mendemonstrasikan sulap ini. Sebuah figur kecil menyerupai manusia berdiri di balik jeruji. Tubuhnya terlalu besar untuk melewati celah. Namun, alih-alih…