Profil Ilmuwan Biologi – Aksyamsuddin

Profil Ilmuwan Biologi. Hidup pada tahun 1389-1459, beliau terkenal sebagai mentor penakluk Konstantinopel pada tahun 1453, yakni Muhammad Al Fatih. Selain sebagaı mentor dan guru spırıtual penakluk Konstantınopel, sebenarnya ada sisi beliau yang tidak banyak diketahui orang. Beliau sukses masuk di antara para Ilmuwan masyhur pada zamannya di sains alam seperti astronomi, biologi, dan matematika selain di bidang Ilmu Keislaman.

Nama aslinya Syamsuddin Muhammad Hamzah, Hamzah adalah nama ayahnya. Beliau lahir di Damaskus pada tahun 1390. Di bidang medis beliau menulis 3 karya. Yang paling terkenal ialah karyanya yang berjudul “Maddatul-Hayat” (Materi Kehidupan). Karya lain beliau yang juga penting di bidang ini ialah “Kitabut-Thib” (Buku Kedokteran).

Profil Ilmuwan Biologi – Lukisan Aksyamsuddin Abad 15

Profil Ilmuwan Biologi – Penemu Mikroba

Aksyamsuddin membuat berbagai studi penting tentang kedokteran dan penyakit menular. Pada zamannya terdapat wabah yang menyebabkan ribuan kematian. Kendati demikian, ia menggenggam prinsip “Setiap penyakit ada obatnya”. Dengan mengidentifikasi bagaimana penyakit menular, dapat dilakukan pengobatan yang sesuai. Aksyamsuddin pun memulai penelitian mendalam tentang hal ini. Berangkat dari pendapat “Penyakit menular dari manusia ke manusia melalui ‘benih-benih’ kecil yang tak terlihat oleh mata” beliau menyajikan tesis “Mikroba dan Penularan”-nya pertama kali dalam sejarah sains. Dia menggambarkan mikroba serta menjelaskan masa inkubasi dan proses setelah memasuki tubuh.

Berkaitan dengan hal ini dalam makalahnya yang berjudul “Maddatul-Hayat”, yang terdiri dari 17 halaman, ia menyimpulkan: “Adalah salah, menyangka bahwa penyakit ada (muncul) satu per satu pada manusia. Penyakit melintas dari orang ke orang lewat penularan. Penularan ini terjadi melalui benih hidup yang terlalu kecil untuk dilihat … Segenap penyakit memiliki benih dan asal (dalam beragam bentuknya), sebagaimana pada tanaman dan hewan…”

blank
Profil Ilmuwan Biologi – Secarik Lembar dari Maddatul-Hayat

Dengan demikian Aksyamsuddin telah mendeskripsikan mikroba, dan menemukan untuk pertama kalinya di dunia bahwa berbagai macam penyakit ditimbulkan oleh organisme yang tak kasat mata.

Aksyamsuddin dan Pasteur


Pada saat Aksyamsuddin melakukan penemuannya, mikroskop belum ditemukan. Belıau telah mendefinisikan dan mendeskripsikan mikroba 100 tahun sebelum dokter Italia Girolama Fracastoro (1478-1553) yang pertama kali menelaah mikroba dengan serius di Eropa, 400 tahun sebelum Louis Pasteur, kimiawan dan ahli biologi Prancis yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai “orang yang pertama menemukan mikroba” dengan menggunakan alat dan fasilitas sains modern seperti mikroskop serta merujuk pada eksperimen dan pengamatan bertahun-tahun, dan 450 tahun sebelum Robert Koch, dokter Jerman yang dianggap sebagai pendiri mikrobiologi modern.

Beliau Juga Mengetahui Kanker

Disebutkan pula bahwa Aksyamsuddin menekuni penyakit Kanker yang pada zaman itu dinamai “Seratan”, juga telah meneliti secara mendalam di bidang ini. Diberitakan beliau mengobati Kazasker Süleyman Çelebi, anak Perdana Menteri Çandarlı Halil Paşa yang terkena penyakit ini. Namun kami tidak memiliki informasi dan rekam jejak yang memadai terkait studi beliau ini. Peristiwa pengobatan putra Halil Paşa cukup untuk membuktikan keahlian beliau di bidang medis.

Pada suatu hari putra Menteri Halil Paşa jatuh sakit. Seluruh dokter terkenal di zaman itu dipaggil. Mereka berupaya mengobati. Mereka meramu obat menurut mereka sendiri. Aksyamsuddin dipanggil pula. Saat masuk ke dalam beliau disambut dengan hormat. Pekerjaan pertama Aksyamsuddin ialah menanyakan bagaimana dokter mendiagnosis dan obat-obatan yang mereka ramu. Beliau sendiri juga menangani sang pasien. Beliau dapati diagnosis dan pengobatan yang dilakukan ternyata salah. Walaupun para tabib memprotes, beliau bisa membungkam semuanya. Beliau meramu obat sendiri dan meminumkannya kepada pasien. Pasien pun sembuh tanpa banyak waktu berlalu dan para dokter pun ditinggal terkejut.

Keahliannya dalam Herbal dan Perapotekan

Aksyamsuddin melakukan penelitian komprehensif terkait herbal dan mendalami Ilmu perapotekan. Beliau mengetahui dengan baik tanaman mana yang baik untuk penyakit mana saja. Beliau memahiri dalam obat-obatan yang dibuatnya hingga bisa menentukan suatu tanaman bisa dipakai untuk obat bagi penyakit mana seketika saat melihatnya. Dalam riwayat yang masyhur, beliau mengobati hingga sembuh putri Muhammad Al Fatih, Gevherhan, dengan obat-obatan yang dibuatnya dari tanaman herbal.

Pada titik ini¸ Ilmuwan lokal Turki seperti Dr. Osman Şevki Uludağ¸ Bedi N. Şehsuvaroğlu¸ Adnan Adıvar¸ Süheyl Ünver¸ Ekmeleddin İhsanoğlu berpendapat bahwa semestinya Ia dianggap sebagai “Bapak Mikrobiologi” dan orang pertama yang berbicara tentang mikroorganisme.

“Maddatul-Hayat” dipelajari sebagai buku materi kuliah di berbagai Madrasah Kedokteran Ottoman (Usmani) terutama di Madrasah Kedokteran “Sultan II Bayezid Külliyesi”. Diketahui bahwa karya ini disalin dan diterbitkan di masa Imperium Ottoman. Saat ini salinan tertua dari karya tersebut dimiliki Ali Emîrî (1857-1924), salah satu direktur Perpustakaan Kebudayaan Nasional Republik Turki dengan waktu penerbıtan 1096/1685. Kebanyakan salinan yang berada di tempat-tempat seperti Perpustakaan Nasional Turki dan Perpustakaan Selimiye Yazma Eserler terdaftar di katalog Tulisan Kedokteran Islam Perpustakaan Turki.

Sumber :

Baca Juga >>>

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 2

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Fawwaz Ibrahim
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *