Apa itu Sains?

Apakah kalian bertanya-tanya, apa itu sains? Ketika kalian bangun di pagi hari, sebenarnya kita sudah “mendarat” di dunia sains. Saat […]

blank

Apakah kalian bertanya-tanya, apa itu sains?

Ketika kalian bangun di pagi hari, sebenarnya kita sudah “mendarat” di dunia sains.

Saat kamu melongok ke arloji, smartphone, atau komputer untuk sekadar mengecek jam, kamu sudah masuk ke dalam dunia sains. Alat-alat tersebut ada berkat sains.

Saat kamu membuka kulkas, mengambil makanan yang kamu simpan, lalu menghangatkannya dengan microwave. Kulkas membantu menjaga makananmu tidak basi dan microwave membantumu menghangatkan makananmu. Kulkas dan microwave bisa bekerja berkat sains.

Makanan dan minuman yang kamu konsumsi pun berdasar pada sains. Karbohidrat yang kamu konsumsi diolah menggunakan sains. Alat masak yang kamu gunakan untuk mengolah bahan mentah menjadi matang adalah penerapan dari sains.

Sains, atau science, adalah cara manusia untuk mencari tahu bagaimana segala sesuatu di dunia ini bekerja. Orang yang mempelajari sains disebut saintis. Manusia telah menjadi saintis sejak berhasil menyulut api unggun untuk pertama kalinya, memahat perkakas batu pertama, dan membuat lukisan yang pertama di gua. Leluhur kita melakukan pengamatan untuk mencari cara terbaik melakukan hal-hal tersebut, mencari tahu jenis bahan apa saja yang bisa terbakar, dan bahan apa yang terbakar paling bagus. Mereka menguji berbagai bebatuan untuk mencari tahu mana yang mudah dipahat, dan mencari-cari zat-zat apa saja yang mudah menempel di dinding gua. Semuanya merupakan contoh sains yang dipraktikkan.

Di masa kini, banyak saintis yang mencari cara untuk membuat obat-obatan baru yang lebih efektif dan efisien, menemukan cara untuk menyembuhkan suatu penyakit, atau menciptakan zat baru.

Kalian mungkin pernah melihat saintis di film-film. Para saintis itu mengenakan jas lab berwarna putih dan bekerja di dalam laboratorium yang penuh dengan tabung reaksi berisi cairan yang mengeluarkan gelembung gas. Tapi, tahukah kalian, bahwa tidak semua saintis bekerja di dalam laboratorium. Kenyataannya, banyak saintis yang bekerja di dalam laboratorium dan menggunakan jas , tapi tidak sedikit yang bekerja di luar ruangan dan tidak menggunakan jas. Jika kalian pernah menonton channel NatGeo Wild, kalian akan menemukan bahwa ada saintis yang bekerja dengan menggali fosil di gurun, memanjat pohon di hutan hujan, menyelam di terumbu karang, hingga ada pula yang mengambang di antariksa.

Secara garis besar, sains terbagi menjadi dua cabang utama, antara lain sains fisik (physical science) dan sains hayati (life science).

Sains Fisik

Sains fisik merupakan dasar seluruh kehidupan. Cabang sains ini berurusan dengan benda tak-hidup dan cara kerjanya di alam semesta. Dimulai dari atom yang ukurannya sangat kecil hingga alam semesta yang tak terbatas. Di dalamnya termasuk zat, energi, gerak, cahaya, dan bunyi.

Sains Hayati

Dari semua topik sains yang menarik perhatian kita, mungkin yang paling menarik perhatian adalah diri kita sendiri. Apa yang menjadikan kita manusia? Dari mana kita berasal? Bagaimana tubuh bekerja, bagaimana menghindari dari suatu penyakit, atau bagaimana cara menghindari kematian?

Kita menjadi penasaran tentang hubungan kita dengan kehidupan yang ada di sekitar kita. Apa persamaan dan perbedaan kita dengan makhluk hidup lain?

Kita bertanya-tanya mengenai planet tempat kita hidup, bumi. Apakah Bumi akan selamanya ada? Apa yang membentuk gunung, laut, serta daratan di Bumi? Apakah ada matahari lain, Bumi lain, manusia lain di alam semesta ini, ataukah, kita sendirian di alam semesta yang tak terbatas ini?

Sains hayati menyelami berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan makhluk hidup, cara kerjanya, serta hubungannya dengan makhluk hidup lain. Sains Bumi dan sains antariksa berkaitan dengan sains hayati. Cabang-cabang sains ini menanyakan bagaimana planet terbentuk. Apa yang mendorong gerakannya? Bagaimana posisinya di alam semesta?

Jika berbicara mengenai sains, kita tidak akan pernah kehabisan hal untuk ditemukan dan didiskusikan. Para saintis selalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru dan menemukan hal-hal baru setiap saat. Nah, sekarang, kalian sudah tahu kan apa itu sains. Nah sekarang, kalian tahu tidak bagaimana cara para saintis bekerja? Kalau penasaran, kalian bisa baca di artikel warstek.com/bagaimana-saintis-bekerja.

[Sumber]

[1] Daniels, Patricia, Tom Jackson, dan Christina Wilsdon. 2019. Sainspedia. Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *