Harry Sofian

arkeolog (belajar logam kuna/arkeometalurgi)

Bekal Kubur Pada Masa Prasejarah; Wujud Stratifikasi Sosial Pada Masyarakat

Bekal kubur telah dikenal manusia sudah sejak lama, hal ini didapat dari tinggalan arkeologi dari penemuan bekal kubur pertama yang berasal dari manusia Neanderthal di Gua Shanidar, Kurdistan.  Ralph Solecki, peneliti yang melakukan penelitian dan ekskavasi pada tahun 1951-1960, menemukan 10 rangka penguburan manusia Neanderthal yang salah satu kuburnya berasosiasi dengan bekal kubur bunga yang berasal dari 55 – 45 ribu tahun yang lalu (Pomeroy et al. 2020). Makna pemberian… Selengkapnya »Bekal Kubur Pada Masa Prasejarah; Wujud Stratifikasi Sosial Pada Masyarakat

blank

Bujangga Manik, Penjelajah dari Masa Sunda Kuno

Apa yang ada di benak pikiran kalian jika melakukan perjalanan ke suatu tempat, tentu saja mendokumentasikan tempat yang di kunjungi dengan berbagai macam media dokumentasi. Saat ini media yang digunakan bervariasi, mulai dari catatan perjalanan, foto, video bahkan mengumpulkan souvenir dari tempat yang di kunjungi. Mendokumentasikan perjalanan adalah sesuatu yang menyenangkan bagi yang melakukannya dan memberikan informasi bagi yang kemudian menemukan dan membaca ataupun melihat dokumentasi perjalanan tersebut. Mendokumentasikan perjalanan… Selengkapnya »Bujangga Manik, Penjelajah dari Masa Sunda Kuno

Melacak Sejarah Keris

Pengetahuan manusia dalam mengolah logam di kawasan Asia Tenggara telah di kenal sejak 1300 – 1100 SM (Sebelum Masehi) yaitu mengolah logam perunggu ((logam campuran tembaga dengan timah putih (CuSn), timah hitam(CuPb) maupun arsenik(CuAs)) dan mengolah logam besi (Fe) yang di kenal sejak 500 SM. Di kawasan nusantara pengetahuan logam perunggu dan besi telah dikenal setidaknya sejak 300 SM, hal ini sejalan dengan apa yang disebut sebagai “ledakan” pengetahuan teknologi… Selengkapnya »Melacak Sejarah Keris

blank

Tinggalan Budaya Megalitik Unik di Pasemah, Sumatera Selatan

Megalitik adalah zaman dimana manusia menggunakan batu-batu sebagai monumen untuk pemujaan dan penghormatan kepada nenek moyang. Kebudayaan megalitik hampir tersebar luas di seluruh dunia. Inggris dengan stonehenge-nya, Perancis dengan Carnac -nya, Laos dengan guci batunya (plain of jars) serta Indonesia dengan Gunung Padang di Jawa Barat, Pugung Raharjo di Lampung, dan Pasemah di Sumatera Selatan. Riwayat penelitian awal di Pasemah dibahas oleh L. Ullimann (1850), Westenenk yang menyebutkan pahatan yang… Selengkapnya »Tinggalan Budaya Megalitik Unik di Pasemah, Sumatera Selatan

Bagaimana Cara Arkeolog Menentukan Umur Benda Arkeologi (Artefak)

Banyaknya tinggalan situs-situs arkeologi di Indonesia dari berbagai masa membuat para arkeolog dan sejarahwan berusaha untuk menyusun kronologi sejarah di Indonesia, untuk menjadi satu kesatuan sejarah yang utuh. Untuk menentukan kronologi tersebut dibuthkan suatu metode yang dapat mengetahui waktu kapan artefak tersebut dibuat atau kapan manusia yang mendukung budaya tersebut hidup. Sehingga membuat penanggalan menjadi suatu yang sangat penting dalam ilmu arkeologi. Ilmu arkeologi tidak dapat berdiri sendiri, namun membutuhkan… Selengkapnya »Bagaimana Cara Arkeolog Menentukan Umur Benda Arkeologi (Artefak)