Pernahkah Anda mendengar istilah infrasound? Mungkin tidak, karena telinga manusia memang tidak bisa menangkapnya. Tetapi, meski tak terdengar, suara ini ada di sekitar kita, bisa menjelajah ribuan kilometer, bahkan dipercaya menjadi penyebab berbagai legenda mistis, mulai dari “mendengar hantu” hingga rasa merinding tanpa sebab.
Infrasound adalah jenis gelombang suara yang frekuensinya sangat rendah, di bawah 20 hertz. Batas ini penting, karena 20 Hz adalah ambang pendengaran manusia. Artinya, meski kita tidak bisa mendengar, infrasound tetap nyata dan dapat memengaruhi lingkungan — serta tubuh kita.
Suara yang tak terdengar, tapi terasa
Gelombang suara umumnya adalah getaran yang merambat melalui udara, air, atau benda padat. Pada frekuensi normal (20–20.000 Hz), telinga kita mampu mendengar musik, percakapan, atau suara alam.
Namun, infrasound berbeda. Ia begitu rendah frekuensinya hingga telinga manusia tidak bisa mendeteksinya. Tapi tubuh kita masih bisa merasakan getarannya. Itu sebabnya beberapa orang mengaku merasa pusing, mual, atau bahkan merinding di tempat tertentu yang ternyata memiliki sumber infrasound.
Fenomena inilah yang kadang dikaitkan dengan pengalaman “melihat hantu.” Bukan karena benar-benar ada makhluk gaib, melainkan karena tubuh kita bereaksi terhadap getaran yang tak terdengar.
Baca juga artikel tentang: Menguak Suara ‘Gempa Langit’ yang Terdengar di Seluruh Dunia: Apakah Ini Pertanda Alam?
Sumber alami infrasound
Lalu, dari mana datangnya infrasound? Ternyata banyak fenomena alam yang menjadi penghasil suara misterius ini, antara lain:
- Gunung berapi yang bergemuruh sebelum meletus.
- Guntur dan petir yang menciptakan gelombang infrasound kuat.
- Ombak besar yang menghantam lautan.
- Gempa bumi yang melepaskan energi dalam bentuk getaran.
- Hewan besar, seperti gajah dan paus, yang memakainya untuk berkomunikasi jarak jauh.
Dengan panjang gelombang yang bisa mencapai ratusan meter, infrasound dapat menempuh jarak ribuan kilometer tanpa kehilangan banyak energi. Inilah mengapa paus biru bisa “berbicara” dengan kawannya yang berada ribuan kilometer jauhnya di samudra.
Dipakai hewan untuk berkomunikasi
Bagi manusia, infrasound hanya bisa ditangkap dengan alat khusus. Tapi bagi hewan tertentu, infrasound adalah bahasa sehari-hari.
- Gajah menggunakan infrasound untuk memberi tahu kelompoknya tentang bahaya atau memanggil kawannya dari jauh. Mereka bisa mendengar getaran ini lewat telinga sekaligus melalui kaki yang peka terhadap getaran tanah.
- Paus biru dan paus sirip berkomunikasi dengan nyanyian infrasound di lautan, memungkinkan mereka menjaga kontak meski terpisah ribuan kilometer.
Dengan kata lain, infrasound adalah jaringan komunikasi alami raksasa yang dipakai hewan-hewan besar di bumi.
Infrasound buatan manusia
Selain dari alam, infrasound juga bisa muncul dari aktivitas manusia. Misalnya:
- Turbin angin yang menghasilkan getaran rendah saat berputar.
- Ledakan besar atau uji coba senjata.
- Mesin industri yang bekerja dengan putaran sangat lambat.
Menariknya, infrasound juga dipantau secara global untuk alasan keamanan. Jaringan sensor internasional digunakan untuk mendeteksi uji coba nuklir rahasia, karena ledakan besar selalu menghasilkan gelombang infrasound yang bisa terdeteksi dari jauh.
Efek infrasound pada manusia
Meski kita tidak bisa mendengarnya, infrasound bisa memengaruhi tubuh kita. Beberapa penelitian menunjukkan efeknya antara lain:
- Gangguan keseimbangan: frekuensi rendah dapat mengacaukan cairan di telinga dalam.
- Rasa gelisah dan merinding: tubuh merespons getaran dengan cara yang membuat kita tidak nyaman.
- Mual atau sakit kepala jika terpapar intensitas tinggi.
Inilah asal mula legenda bahwa infrasound bisa membuat orang “tak sengaja buang air” karena sistem tubuh terganggu. Meski terdengar berlebihan, ada benarnya: infrasound yang sangat kuat bisa memengaruhi organ dalam, walau jarang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Dari mitos hingga sains
Sejarah mencatat banyak kisah mistis yang sebenarnya mungkin dipicu oleh infrasound. Contohnya, penelitian di Inggris menemukan bahwa beberapa ruangan yang dianggap berhantu ternyata memiliki getaran infrasound dari kipas angin tua. Para pengunjung merasakan kehadiran “makhluk gaib,” padahal sebenarnya tubuh mereka bereaksi terhadap suara tak terdengar.
Hal ini menunjukkan betapa infrasound bisa memengaruhi persepsi kita. Tanpa disadari, otak menghubungkan rasa tidak nyaman dengan hal-hal supernatural.
Aplikasi penelitian infrasound
Selain menjelaskan fenomena misterius, mempelajari infrasound punya manfaat besar:
- Prediksi bencana
Infrasound dari gunung berapi atau gempa bumi bisa menjadi peringatan dini sebelum bencana terjadi. - Konservasi hewan
Dengan mendeteksi infrasound dari paus atau gajah, peneliti bisa mempelajari pola migrasi mereka tanpa harus selalu mengikuti secara langsung. - Keamanan global
Sensor infrasound digunakan oleh komunitas internasional untuk memantau ledakan besar, termasuk uji coba nuklir ilegal.
Suara terjauh di bumi
Jika dibandingkan dengan jenis suara lain, infrasound adalah juaranya dalam hal jarak tempuh. Sementara suara biasa melemah dalam hitungan kilometer, infrasound bisa menjelajah ribuan kilometer tanpa hilang.
Ini menjadikannya alat komunikasi alami yang luar biasa, serta sistem alarm global yang tidak bisa dipalsukan.
Infrasound mungkin tidak bisa kita dengar, tetapi dampaknya nyata. Dari komunikasi gajah dan paus, letusan gunung berapi, hingga sensor keamanan internasional, infrasound adalah bahasa rahasia alam yang bekerja di balik layar.
Bagi manusia, ia bisa menimbulkan rasa merinding tanpa sebab, atau bahkan memicu legenda hantu. Bagi hewan, ia adalah cara untuk tetap terhubung di dunia yang luas. Dan bagi ilmuwan, ia adalah kunci untuk memahami bumi dengan lebih baik.
Jadi, meski tak terdengar telinga, infrasound adalah suara yang paling jauh jangkauannya di bumi, suara sunyi yang menyatukan alam, hewan, dan manusia dalam satu jaringan tak terlihat.
Baca juga artikel tentang: Resonansi Bisu: Dampak Polusi Suara terhadap Ekosistem Akustik Antartika
REFERENSI:
Hagstrum, Jonathan T. 2025. Avian navigation: comparing the olfactory navigational “map” and the infrasound direction-finding hypotheses to aeronautics. Journal of Comparative Physiology A, 1-14.
Spalding, Katie. 2025. Infrasound: The Noise That Travels Further Than Any Other On Earth. IFLScience: https://www.iflscience.com/infrasound-the-noise-that-travels-further-than-any-other-on-earth-80686 diakses pada tanggal 5 September 2025.
Takefuji, Yoshiyasu. 2025. Understanding environmental noise: Transmission, attenuation, resonance and health implications. Green Technologies and Sustainability, 100215.

