Berkenalan dengan Zoox sebuah Robot Taxi Berkeamanan Canggih

Walaupun dalam kondisi pandemi yang belum usai sampai hari ini, tidak mengurangi semangat para insinyur dan ilmuwan teknologi kendaraan otonom untuk terus berinovasi. Dampak yang sangat besar, mengharuskan kita untuk melakukan aktifitas dirumah saja atau dikenal dengan istilah WFH (Work From Home) guna mencegah penyebaran lebih besar lagi. Banyak sekali kegiatan yang tidak dapat kita lakukan dengan bebas seperti biasanya. Namun, kita dapat belajar bahwa alam mengajarkan kepada kita, berinovasi dapat dilakukan dimana saja walaupun dalam keadaan tersulit sekalipun.

Salah satunya yang dilakukan oleh perusahaan Zoox yang tahun lalu dibeli oleh Amazon. Zoox didirikan pada 2014 di San Francisco dengan tujuan membangun kendraan otonom yang sangat aman. Pada perusahaan ini pengembang hanya membuat satu desain kendaraan saja yaitu Zoox. Zoox awalnya dirancang dari kendaraan umum biasa yang kemudian oleh tim ilmuwan dan insinyur perusahaan diubah seluruhnya menjadi otonom dan aman bagi penumpangnya.

Pada saat ini perusahaan Zoox dipimpin oleh Aicha Evans menjabat sebagai CEO dan seorang lagi Jesse Levinson sebagai co-founder & CTO. Perusahaan juga memiliki seorang Chief Safety Innovation Officer yaitu Mark R. Rosekind, Ph.D., beliau adalah Mantan Administrator National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Mantan Anggota National Transportation Safety Board (NTSB).

blank

Zoox didirikan untuk membuat transportasi pribadi lebih aman, lebih bersih, dan lebih menyenangkan bagi semua orang. Dalam mencapai tujuan itu, tim menciptakan bentuk transportasi yang sama sekali baru. Zoox akan menyediakan mobilitas sebagai layanan di lingkungan perkotaan yang padat. Tim Zoox juga akan mengemudi, pengisian, pemeliharaan, dan upgrade untuk armada kendaraan mereka. Pengguna hanya cukup membayar untuk setiap kali menggunakan layanan tersebut.

Bahasan utama dalam tulisan ini adalah sistem keamanan paling canggih terbaru yang ditanam oleh perusahaan Zook pada Robot axi milik mereka. Melalui seorang ilmuwan safety Zoox, yaitu Mark R. Rosekind, Ph.D., mereka mengembangkan sebuah Robot Taxi yang memiliki fitur kemanan yang sangat canggih guna mencegah terjadinya kecelakaan pada saat berkendara baik di jalan padat pengguna maupun di lingkungan sepi pengguna.

Berikut pernyataan Mark R. Rosekind, Ph.D. yang dikutip dari twitter Zoox, “Di Zoox, kami bermaksud menetapkan standar keselamatan dalam mobilitas otonom. Kendaraan otonom kami yang dibuat khusus mencakup lebih dari 100 inovasi keselamatan yang tidak ada di mobil konvensional saat ini”.

blank

Berdasarkan pernyataan dari Mark R. Rosekind, Ph.D., mereka telah merilis lebih dari 100 inovasi sistem keselamatan yang tertanam pada kendaraan otonom milik mereka. Chief Safety Innovation Officer Zoox, Dr. Mark Rosekind, memberikan ikhtisar tentang tiga kategori inovasi keselamatan dalam Laporan Keselamatan 2021, yang mencakup: perbaikan pada sistem kontrol berkendara, meniadakan atau meminimalkan titik kegagalan, dan perlindungan terhadap pengendara.

Secara ringkasnya berikut adalah sub intisari dari ketiga poin tersebut,

  • Kontrol Kemudi
    Pada kontrol kemudi ini mencakup 3 sub poin, yaitu:

    Pertama, jarak berhenti yang lebih pendek yang berarti pengereman yang lebih aman, maksudnya adalah setiap roda pada kendaraan otonom Zoox memiliki pengereman independen dan sistem suspensi aktif yang dapat membantu menghindari potensi kecelakaan melalui traksi (daya tarik) ban yang lebih baik dan distribusi bobot yang lebih terkontrol.

    Kedua, kepresisian dalam kemudi dan kontrol empat roda, maksudnya adalah salah satu atribut paling unik dari kendaraan otonom Zoox adalah mempunyai kemampuan untuk mengendalikan keempat roda satu per satu—termasuk kecepatan, tenaga, dan arah. Hal ini memungkinkan kendaraan untuk tetap berada dalam jarak beberapa sentimeter dari lintasan yang diinginkan.

    Ketiga, dua arah: kendaraan tidak memiliki sisi belakang maupun sisi depan atau depan belakang adalah sama, maksudnya adalah dengan kemampuan menyetir dan mengemudi dengan keempat roda, kendaraan Zoox dapat menavigasi ke kedua arah sesuai kebutuhan, mengura manuver ekstra, seperti belokan tiga titik di sistem kendaraan konvensional.
  • Meniadakan atau meminimalkan titik kegagalan
    Kendaraan otonom Zoox direkayasa dengan desain untuk menghilangkan satu titik kegagalan dalam sistem yang kritis terhadap keselamatan. Pendekatan arsitektur kendaraan otonom Zoox juga mengambil inspirasi dari tingkat keselamatan penerbangan, dan kebetulan perusahaan Zoox adalah yang pertama menerapkannya pada desain otomotif. Pada bagian kedua ini juga mempunyai 3 sub poin yang dibahas, yaitu:

    Pertama, kontrol kemudi dan mengemudi yang berlebihan, maksudnya adalah bahkan jika dihadapkan dengan kegagalan sistem yang besar, kendaraan dapat terus berjalan dengan kemampuan terbatas yang aman, sambil menavigasi ke tempat yang tepat dan aman untuk berhenti.

    Kedua, catu daya yang gagal beroperasi akan membuat kendaraan terus bergerak, maksudnya adalah jika pada sistem baterai mengalami kegagalan, atau salah satu konverter daya tidak berfungsi, ada lapisan redundansi tambahan untuk memastikan kendaraan dapat menepi ke lokasi yang aman dan tetap menyalakan lampu hazard dan pintu terbuka.

    Ketiga, sistem diagnostik kendaraan secara mandiri: pemantauan keamanan secara komprehensif, maksudnya adalah sistem pemantauan Zoox jauh melampaui sistem pemantauan mesin mobil biasa dan dapat secara tepat mendeteksi status kesalahan di seluruh perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan firmware kendaraan.
  • Perlindungan pengendara
    Pada bagian ketiga pun memiliki 3 sub poin yang dibahas, yaitu:

    Pertama, keamanan yang setara untuk setiap pengendara, maksudnya adalah dalam kendaraan otonom Zoox, semua kursi mendpatkan sistem perlindungan keamanan yang sama pada masing-masing pengendara atau penumpang.

    Kedua, membayangkan kembali (reimagining) airbag untuk jenis kendaraan yang baru, maksudnya adalah sistem airbag otonom Zoox yang unik terdiri dari beberapa jenis airbag yang berbeda, yang terdiri dari: airbag tirai tapal kuda, airbag depan, airbag belakang, airbag kepala samping, dan airbag samping kursi.

    Ketiga, Sabuk pengaman: pandangan baru tentang alat keselamatan klasik, maksudnya adalah sabuk sistem keselamatan sabuk pengaman harus terpasang semua ke pengendara/penumpang dan setelah itu baru kendaraan otonom Zoox akan mulai beroperasi, jika salah satu belum terpasang dengan benar maka sistem tidak akan beroperasi. Sistem keamanan memiliki tiga masukan/input yaitu sensor, sakelar, dan kamera yang akan memastikan bahwa sabuk pengaman telah terpasang dengan benar atau belum.

Dari ketiga poin itu hanya 3 intisari saja yang dijelaskan secara umum, sebenarnya ada seratus lebih sistem kemanan yang terpasang. Jadi perusahaan Zoox benar-benar sangat memperhatikan kemanan kendaraan otonom milik mereka. Saking mereka sangat memperdulikan sistem keselamatan ini, mereka membuat detailnya kedalam sebuah laporan keselamatan yang dipublikasikan ke publik melalui website mereka di tautan berikut https://zoox.com/safety/ dan PDF-nya dapat diunduh disini https://zoox.com/wp-content/uploads/zoox_safety_report_volume2_2021.pdf.

Sebetulnya ada banyak sekali kendaraan otonom yang di teliti, misalnya Waymo, Tesla, Stanford Self Driving Car, dll. Tetapi yang membedakan dari kendaraan otonom Zoox ini adalah terletak pada kecanggihan dan kemutakhiran sistem keselamatannya, yang hingga mencapai 100 lebih. Dan juga, beberapa dari kendaraan otonom yang telah berjalan saat ini ada beberapa yang mengalami kecelakaan tragis, dari hal inilah sistem pada Zoox dibuat selengkap dan secanggih mungkin. Semoga dengan sistem keselamatan canggih ini juga bisa menginspirasi dari penelitian pada kendaraan otonom lainnya.

Refrensi:

  1. Zoox, A new bar for safety (https://zoox.com/safety/) diakses pada tanggal 23 Juni 2021
  2. Yirka, Bob. 2021. “Zoox releases updated in-depth safety report for its robo-taxi”, TechXplore (https://techxplore.com/news/2021-06-zoox-in-depth-safety-robo-taxi.html) diakses pada tanggal 23 Juni 2021

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Wayan Dadang
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *