Selama ribuan tahun, manusia telah memburu emas—sebuah logam mulia yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga ekonomi dan industri yang sangat tinggi. Namun, pertanyaan mendasar yang jarang diajukan adalah: bagaimana emas yang berada jauh di dalam perut Bumi bisa muncul dan terkonsentrasi di tempat-tempat tertentu di permukaan? Di balik kemilau emas terdapat proses geologi yang kompleks dan belum sepenuhnya dipahami. Salah satu misteri besar dalam geologi adalah mekanisme pasti yang memungkinkan emas berpindah dari kedalaman mantel dan kerak Bumi menuju lokasi-lokasi di mana ia dapat ditambang.
Emas merupakan salah satu logam yang paling dicari di dunia, baik dalam industri maupun investasi. Salah satu proses alam yang sangat berperan dalam keberadaan emas di permukaan bumi adalah transportasi emas melalui fluida magmatik. Sebuah penelitian terobosan yang dilakukan oleh tim dari University of Geneva mengungkapkan peran krusial dari sulfur dalam bentuk bisulfida (HS–) dalam proses ini. Penemuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana emas dapat bergerak dari kedalaman Bumi menuju permukaan, membentuk deposit bijih emas yang kaya akan nilai ekonomi.
Proses Magmatik dan Pembentukan Fluida Magmatik
Sebelum kita membahas bagaimana sulfur membantu membawa emas, baiknya kita memahami dulu bagaimana magma terbentuk dan bergerak ke atas, ke permukaan bumi. Ketika dua lempeng Bumi saling bertabrakan, salah satu lempeng bisa terdorong ke bawah dan memanaskan lapisan dalam Bumi. Panas ini lalu mencairkan batuan menjadi magma, yang mengandung zat-zat mudah menguap seperti air, sulfur, dan klorin. Saat magma naik mendekati permukaan, ia melepaskan cairan panas yang disebut fluida magmatik, yang membawa unsur-unsur tersebut. Bersama fluida ini, logam-logam seperti emas, tembaga, dan perak ikut terbawa dan akhirnya bisa mengendap di dekat permukaan Bumi, membentuk kumpulan bijih logam yang bernilai tinggi.
Sulfur dalam Fluida Magmatik
Sulfur merupakan elemen yang sangat penting dalam pembentukan deposit bijih logam, karena ia mampu membentuk ikatan dengan berbagai logam, termasuk emas. Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Geoscience, para ilmuwan UNIGE berhasil menunjukkan bahwa sulfur, dalam bentuk bisulfida (HS–), memainkan peran utama dalam transportasi emas melalui fluida magmatik. Sebelumnya, terdapat perdebatan tentang bentuk sulfur mana yang paling efektif dalam proses ini, apakah itu sulfur radikal (S3–) atau bisulfida (HS–). Penelitian ini mengakhiri perdebatan tersebut dan menunjukkan bahwa bisulfida adalah bentuk sulfur yang dominan dalam kondisi tekanan dan suhu tinggi yang terjadi di bawah permukaan Bumi.
Metodologi Penelitian yang Revolusioner
Untuk mempelajari peran sulfur dalam bentuk bisulfida dalam transportasi emas, tim UNIGE merancang eksperimen inovatif yang memungkinkan tim mensimulasikan kondisi magmatik alami. Tim menggunakan kapsul emas yang berisi cairan sintetis yang menyerupai fluida magmatik dan sebuah silinder kuarsa untuk memerangkap cairan tersebut. Kemudian, kapsul ini dimasukkan ke dalam wadah bertekanan yang memungkinkan tim untuk mengatur kondisi suhu dan tekanan yang sesuai dengan magma di kerak Bumi bagian atas, yakni sekitar 875°C dan tekanan 2 kbar. Salah satu tantangan besar dalam eksperimen ini adalah kemampuan untuk mengontrol kondisi redoks (kondisi pengurangan dan oksidasi) yang sangat tepat, yang sebelumnya tidak mungkin dicapai.

Eksperimen ini berhasil menunjukkan bahwa pada suhu dan tekanan tinggi yang relevan dengan magmatik, bisulfida (HS–) adalah bentuk sulfur yang paling banyak ditemukan dalam fluida magmatik. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa bisulfida memainkan peran penting dalam melarutkan emas dan logam lainnya ke dalam fluida, sehingga memfasilitasi migrasi logam-logam ini ke permukaan Bumi.
Revolusi dalam Pemahaman tentang Emas dan Sulfur
Salah satu penemuan penting dari penelitian ini adalah bahwa di bawah kondisi suhu tinggi yang ada di magma, bisulfida bukan hanya stabil, tetapi juga sangat efisien dalam mengangkut emas. Sebelumnya, para ilmuwan menduga bahwa sulfur radikal (S3–) adalah bentuk sulfur yang dominan dalam fluida magmatik yang bergerak di bawah permukaan Bumi, namun eksperimen ini membuktikan bahwa bentuk sulfur inilah yang terlibat dalam pembentukan deposit emas di kerak Bumi.
Selain itu, eksperimen ini juga menunjukkan bahwa keberadaan sulfur dalam bentuk bisulfida (HS–) di dalam fluida magmatik meningkatkan kelarutan emas secara signifikan, bahkan lebih tinggi dari yang diprediksi oleh model termodinamika sebelumnya. Hal ini memberi wawasan baru yang sangat berharga untuk eksplorasi deposit bijih emas, khususnya di daerah-daerah yang memiliki aktivitas vulkanik tinggi.
Baca juga: Tambang Emas Ilegal di Sekotong: Ancaman Kesehatan dan Lingkungan
Peran Penting Sulfur dalam Pembentukan Deposit Emas
Dengan memahami bagaimana sulfur mempengaruhi kelarutan dan transportasi emas, para ilmuwan kini dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana deposit bijih emas terbentuk. Sebagian besar produksi emas dunia berasal dari deposit yang terbentuk oleh fluida magmatik dan hidrotermal, yang membawa logam berharga ini ke permukaan Bumi. Penemuan ini dapat membuka jalan untuk menemukan deposit bijih emas baru yang sebelumnya mungkin sulit dijangkau atau dipahami.
Salah satu aplikasi penting dari temuan ini adalah dalam eksplorasi bijih emas. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran sulfur dalam transportasi emas, para peneliti dan insinyur geologi kini dapat merancang metode pencarian dan pengeboran yang lebih efisien untuk menemukan deposit bijih emas yang lebih besar dan lebih kaya.
Kesimpulan
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Geneva ini memberikan wawasan baru yang sangat penting dalam memahami bagaimana emas berpindah dari kedalaman Bumi menuju permukaan. Dengan menggunakan teknologi canggih untuk mensimulasikan kondisi ekstrem yang terjadi di dalam magma, tim berhasil menunjukkan bahwa sulfur, dalam bentuk bisulfida, memainkan peran utama dalam transportasi emas. Penemuan ini bukan hanya menyelesaikan perdebatan yang sudah berlangsung lama mengenai peran sulfur dalam geologi, tetapi juga membuka perspektif baru bagi eksplorasi dan pemanfaatan deposit bijih emas di masa depan. Dengan penelitian lebih lanjut, diharapkan kita dapat lebih memahami lebih dalam bagaimana sistem geologi Bumi bekerja dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya untuk kepentingan manusia.
Referensi:
[1] https://www.unige.ch/medias/en/2024/soufre-magma, diakses pada 20 Februari 2025
[2] Stefan Farsang, Zoltán Zajacz. Sulfur species and gold transport in arc magmatic fluids. Nature Geoscience, 2024; DOI: 10.1038/s41561-024-01601-3

