Mencari Si Misterius (Materi Gelap/Dark Matter)

blank

Sains tak habis-habisnya kita kupas. Banyak yang buat kita ingin tau, yang kemudian menggiring kita mencari tau sehingga melahirkan pengetahuan. Di dalam sains khususnya bidang fisika dan astronomi masih banyak teka-teki yang belum terpecahkan diantaranya adalah energi gelap dan materi gelap atau lazim disebut Dark matter. Materi gelap merupakan materi yang tidak dapat dideteksi dari radiasi yang dipancarkan atau penyerapan radiasi yang datang ke materi tersebut, namun kehadirannnya dapat dibuktikan dari efek gravitasi materi-materi yang tampak seperti bintang dan galaksi. Materi Gelap dijuluki sangat misterius dan menarik karena kita belum tau bagaimana sifatnya tapi diketahui dia ada. Bagaimana mungkin sesuatu yang tidak kita lihat ada? Maka dari itu mencari keberadaan materi gelap ini terus dilakukan dengan berbagai eksperimen untuk membuktikan dia ada atau tidak.

Menurut para ilmuan, keberadaan materi gelap diketahui dengan mempelajari perilaku galaksi dan kluster galaksi. Cara bintang bergerak atau galaksi bergerak tidak bisa dijelaskan di dalam kluster hanya berdasarkan pada jumlah materi yang terlihat di dalamnya. Beberapa massa tambahan yang tak terlihat perlu mengerahkan gravitasi yang dimanakan sesuatu yang gelap. Bukan berarti namanya gelap berarti berwarna gelap namun karena tidak diketahui kemudian dinamakan materi gelap.

Eksperimen mencari Materi gelap :

Banyak eksperimen yang dilakukan oleh peneliti untuk mencari dan menguak sifat si misterius ini (materi gelap) karena sifat tetapnya belum diidentifikasi. Eksperimen Axion Dark Matter Experiment (ADMX) merupakan percobaan materi gelap pertama dan satu-satunya yang telah mencapai sensitivitas yang diperlukan untuk menguji prediksi untuk aksial materi gelap. Selain itu ada juga ekperimen LUX-ZEPLIN dimana mencari patikel gelap dalam bentuk partikel massif yang berinteraksi lemah (WIMPs). WIMP ini dapat dicari interaksinya dengan materi gelap dengan detector germanium dan silicon yang dapat mendeteksi deposit energi yang sangat kecil disebut eksperimen SuperCDMS.  Selanjutnya dalah Eksperimen SENSEI merupakan ekperimen materi gelap dengan massa rendah.

Para peneliti dari University of Dalaware, University of Arizona dan Haverford College baru-baru ini memperkenalkan gagasan mereka bagaimana untuk mencari skalar materi gelap menggunakan resonator mekanik. Secara teoritis dalam makalah mereka menunjukkan potensi sistem mekanis dalam mencari materi gelap. Mereka mencoba untuk mencari skalar materi gelap menggunakan resonator mekanik yang ringkas.

blank
Gambar 1. Resonator mekanik ringkas untuk mencari materi gelap (kredit: Russel Stump & Swati Singh)

Materi gelap ultralight dipilih untuk dicari karena secara teori lebih ringan. Peneliti berhipotesis bahwa materi gelap ultralight sangat terang daripada neutronia. Secara keseluruhan Singh dkk dalam penelitiannya menyoroti potensi sistem mekanik canggih pada skalah cm untuk mendeteksi materi gelap dalam rezim sebelumnya yang belum pernah dipelajari, dengan massa partikel individu mulai dari 10-48 kg hingga 10-42. Di masa depan, resonator ini memainkan peran dalam pencarian materi gelap khususnya di rezim ultralinght.

Dari sekian banyak eksperimen yang unik, belum ada yang bisa  membuktikan atau menemukan materi gelap. Materi gelap ini belum menampakkan sosok aslinya, masih bersembunyi dan menjadi misteri hingga saat ini.

Referensi :

  1. Manley, J., Wilson, D. J., Stump, R., Grin, D., & Singh, S. (2020). Searching for scalar dark matter with compact mechanical resonators. Physical Review Letters124(15), 151301.diakses tanggal 23 Mei 2020.
  2. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Materi_gelap diakses tanggal 22 Mei 2020
  3. https://phys.org/news/2020-05-scalar-dark-compact-mechanical-resonators.html diakses tanggal 21 Mei 2020
  4. https://www.fnal.gov/pub/science/particle-physics/experiments/dark-matter-and-dark-energy.html diakses tanggal 23 Mei 2020

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
I. D. Sarungallo
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *