Yuk Kenalan dengan Diabetes Melitus!

Print Friendly, PDF & Email

Diabetes melitus atau ”penyakit gula” atau “kencing manis”, sudah sering kita dengar. Penyakit ini bisa saja terjadi pada kita atau keluarga kita. Artikel kali ini akan membahas mengenai penyaki diabetes untuk menambah wawasan agar kita lebih berhat-hati terhadap penyakit ini.

Apa sih diabetes itu?

Pada abad kedua Masehi, seorang dokter asal Yunani pertama kali menggunakan kata “diabetes,” yang berarti “menyedot/melewati.” Kata tersebut dipilih karena penderita diabetes yang tidak diobati banyak mengeluarkan air kecil. Adapun kata “mellitus” berarti manis seperti madu. Kata tersebut dipilih karena adanya gula dalam urin, yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah.

Kadar gula yang tinggi dalam darah dapat berbahaya bagi tubuh dan menjadi salah satu tanda penyakit ini. Mengapa dikatakan berbahaya, karena meskipun gula dalam darah tinggi, tubuh tidak dapat menggunakannya dan malah membuangnya melalui urin. Urin yang manis menarik serangga untuk datang, sehingga pada zaman duhulu digunakan untuk mendeteksi penyakit ini.

Kelompok gula yang ikut bersama urin, namanya glukosa. Glukosa merupakan senyawa karbohidrat sederhana yang didapatkan dari makanan. Glukosa berperan penting sebagai sumber energi utama bagi sel-sel tubuh, termasuk sel-sel otak. Ketika seseorang menderita diabetes, sel tubuh tidak bisa menggunakan glukosa untuk dijadikan sebagai sumber energi. Untuk mengatasi masalah ini, tubuh membuat energi dari lemak, bukan dari glukosa. Efek samping dari proses ini adalah darah menjadi sangat asam. Kondisi ini disebut dengan ketoasidosis (suatu kondisi di mana darah menjadi asam karena produksi badan keton tingkat tinggi). Hati membuat badan keton dari molekul lemak untuk menyediakan energi bagi otak. Hal ini dapat menyebabkan seseorang mengalami koma atau bahkan meninggal.

Jenis-jenis diabetes

Terdapat dua jenis utama diabetes, dimana keduanya berkaitan dengan zat yang disebut insulin. Insulin merupakan salah satu jenis hormon yang diproduksi oleh sel-sel di pulau langerhans (kelompok sel yang terletak di pankreas). Insuin berperan utama dalam membantu tubuh untuk menggunakan glukosa sebagai sumber energi dan juga mengontrol kadar glukosa dalam darah. Adapun jenis penyakit dibetes melitus yaitu diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2,

Diabetes melitus tipe 1: Pada diabetes mellitus tipe 1, insulin tidak diproduksi oleh pankreas atau seseorang tidak dapat membuat insulin.

Diabetes melitus tipe 2: Pada diabetes mellitus tipe 2, insulin pada awalnya diproduksi oleh pankreas, tetapi sel-sel tubuh tidak dapat meresponsnya dengan benar. Hal tersebut disebut dengan resistensi insulin. Resistensi insulin merupakan kondisi di mana sel-sel tidak mendeteksi atau merespon insulin yang ada. Maksudnya sel gagal mengambil glukosa dari darah sehingga glukosa tidak dapat digunakan untuk kebutuhan energinya. Seiring waktu, orang yang mengidap diabetes mellitus tipe 2, lama kelamaan pankreasnya tidak dapat memproduksi insulin lagi.

Kadar Glukosa dalam Darah Tinggi, kok bisa?

Tubuh kita mendapatkan energi dari makanan yang kita makan, terutama makanan yang mengandung lemak, karbohidrat, dan protein. Namun karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh. Di lambung, karbohidrat bermolekul besar diubah menjadi karbohidrat bermolekul kecil atau disebut dengan glukosa. Di usus kecil, glukosa ditransfer ke aliran darah. Oleh karena itu, setelah makan kadar glukosa dalam darah kita tinggi.

Darah akan mengangkut glukosa ke sel-sel di seluruh tubuh. Glukosa akan diambil dengan bantuan insulin dan digunakan sebagai sumber energi. Jika produksi insulin terganggu maka gula dalam darah tetap tinggi dan ikut terbawa pada saat buang air kecil. Sehingga lama-kelamaan kita akan mengalami penyakit diabetes.

Tahun 1890, dokter dari Jerman melakukan eksperimen dan menunjukkan bahwa organ di sebelah perut dan hati disebut pankreas (Gambar 1). Organ tersebut memproduksi insulin yang membantu mengubah makanan menjadi energi. Selain itu, pankreas juga memproduksi enzim pencernaan, yang membantu memecah makanan di usus kecil.

Apakah semua sel pankreas memproduksi insulin?

Tahun 1869, seorang mahasiswa kedokteran bernama Paul Langerhans sedang mengamati pankreas kelinci menggunakan mikroskop. Dia melihat bahwa tidak semua sel pankreas itu sama. Ada kelompok sel yang tampak serupa tersebar di seluruh pankreas seperti pulau-pulau kecil di laut. Langerhans tidak tahu mengapa sel-sel tersebut memiliki pola seperti itu.

Tahun 1893, kelompok sel tersebut diberi nama denga pulau Langerhans (grup sel yang terletak di pankreas). Kelompok sel tersebut berperan dalam memproduksi insulin. Peneiliti lain, Edouard Laguesse, melihat bahwa kelompok sel tersebut juga memiliki pola yang sama pada pankreas manusia (Gambar 2). Laguesse menduga bahwa kelompok sel ini dapat memproduksi hormon yang befungsi mengatur kadar glukosa darah.

*Kotak di kanan bawah menunjukkan bagian pankreas asli di bawah mikroskop. Sel beta memproduksi insulin dan sel alfa memproduksi glukagon. Insulin dan glukagon dilepaskan ke dalam aliran darah melalui pembuluh darah (panah ungu pucat)

Para imuwan dari Italia, Jerman, Prancis, dan Inggris sekitar pergantian abad ke-19 melakukan eksperimen dan mengatakan bahwa kadar glukosa urin tidak meningkat pada hewan yang saluran pankreasnya tersumbat, karena kelompok sel yang seperti masih bekerja. Sebaliknya, jika seluruh pankreasnya diangkat maka kadar glukosa pada hewan tinggi. Para peneliti juga mendukung hipotesis atau dugaan dari  Laguesse. Mereka mengatakan bahwa hanya kelompok sel tersebut yang mengontrol glukosa darah dengan memproduksi insulin.

Referensi

  1. Vecchio, I., et al. 2018. The discovery of insulin: an important milestone in the history of medicine. Front. Endocrinol. 9:613.
  2. Hauge-Evans, A. 2021. Sugar, Dogs, Cows, and Insulin-The Story of How Diabetes Stopped Being Deadly. Front. Young Minds. 9:585489.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Salmin Ruslan
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *