Yang Dibenci Jadi Rezeki

Ditulis oleh Silvana Dwi Nurherdiana – Institut Teknologi Sepuluh Nopember Pendidikan S1 yang saya jalani di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) […]

Ditulis oleh Silvana Dwi Nurherdiana – Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Pendidikan S1 yang saya jalani di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tidak hanya memberikan saya gelar sebagai sarjana kimia, melainkan pengetahuan bagaimana berfikir dan membuat keputusan berdasarkan ilmu dan ketakwaan kepada Allah SWT. ITS dikenal sebagai kampus perjuangan yang selalu menggembleng mahasiswa untuk berdisiplin, berkemauan kuat dan bertanggung jawab.

Tahun 2011, saya mengenal program kreativitas mahasiswa (PKM) dari pelatihan softskill yang diadakan ITS. Sebagai mahasiswa jurusan kimia, saya sangat tertarik dengan program tersebut terutama di bidang penelitian mengenai kimia yang faktanya ketika saya SMA sangat tidak menyukai pelajaran kimia tetapi ketika hasrat coba – coba mengikuti seleksi olimpiade sains nasional (OSN), saya masuk di kategori kimia hingga terpilih menjadi peserta yang mewakili sekolah di ajang nasional tersebut.

Dibalik ini semua, selalu ada perjuangan guru SMA Ibu Hastin, Ibu Ana dan Pak Muslik yang membimbing dengan sabar dan disiplin. Ketika beliau memberikan tugas stoikiometri sebanyak 10 soal, saya tidak bisa sama sekali hingga menangis dan putus asa. Hingga pukul 22.00 WIB saya masih belum paham betul perbedaan NH3 dan NH4OH yang ternyata hanya berbeda wujud.

Singkat cerita masa SMA, cerita saya lanjutkan di kampus perjuangan. Tahun 2012, saya dan tim yang dibimbing oleh Bapak Hamzah Fansuri, Ph.D mengajukan proposal PKM bidang penelitian yang bertema produksi hidrogen dari air laut menggunakan gelombang mikro yang didasarkan pada teori John Kanzius. Sebagai mahasiswa baru saat itu, nyali kami sangat ciut antara yakin dan tidak yakin jika proposal tersebut terealisasi. Mungkin hal tersebut disadari oleh pembimbing kami pada akhirnya Beliau mengucapkan “Tidak ada yang salah ketika kita mencoba.” Seketika itu, kami mulai memperbaiki kekurangan di proposal hingga pengumuman bahwa proposal kami didanai.

Tim PKM Produksi Hidrogen menggunakan Gelombang Mikro (Dari kiri ke kanan : Rangga Aji Baskara, Nuari Wahyu Dwi Cahyani, Silvana Dwi, Maulita Dismayanda)

Haru dan bahagia cukup sampai disitu, proses masih terus berjalan. Selama menjalani proses, kami survey pembuatan alat mulai di internet dan tempat elektronik di Surabaya. Pada saat ini, peran aktif setiap orang dalam tim sangat diperlukan karena kami juga mempunyai kewajiban di bidang akademis. Penelitian kami pun beberapa kali gagal karena gelombang mikro tidak mampu meghasilkan hidrogen. Solusinya adalah membongkar alat dan memodifikasi untuk memfokuskan gelombang mikro di reaktor. Namun, penelitian ini tidak lolos ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tetapi penelitian ini berhasil dipublikasi sebagai procceding di Seminar Nasional Rekayasa Kimia dan Proses 2013.

Kegagalan yang dialami terus memotivasi saya untuk mengikuti PKM di tahun berikutnya, pada bidang yang sama dengan tema berbeda yaitu analisis rasio biogas : etanol sebagai frugal fuel dengan pembimbing yang sama tetapi tim yang berbeda. Pada penelitian ini berkolaborasi dengan mahasiswa teknik kimia untuk mendesain alat dan proses hingga biogas yang dihasilkan memiliki energi kalor tinggi. Etanol sebagai katalis homogen memungkinkan untuk digunakan secara komersil di rumah-rumah.

Alhamdulillah, proposal tersebut didanai dan dilaksanakan pada tahun 2013-2014. Pengontrolan gas membutuhkan upaya yang lebih karena mudah mengalami kebocoran dan kontaminan terhadap udara lingkungan yang akan mengganggu nilai konversi metana yang dihasilkan. Sehingga beberapa kali kami harus membongkar desain untuk menghasilkan rangkaian optimal. Upaya yang kami lakukan haruslah optimal meskipun desain beberapa kali bocor yang membuat pembimbing kami turun tangan memperbaiki rangkaian alat di laboratorium.

Saat monev Dikti, kami mempresentasikan usaha dan hasil penelitian yang menghasilkan draft paten. Meskipun hati sedikit tidak puas dari hasil tanya jawab dengan juri membuat kita pasrah dan berdoa kepada Allah SWT. Hasil mengejutkan bahwa kami lolos ke ajang PIMNAS untuk pertama kali meskipun tidak menyumbang piala kemenangan. Kami sangat bangga karena selama pengerjaan berlangsung, setiap anggota melakukan 3 hal secara simultan yaitu kerja praktek, tugas akhir dan PKM.

Selain penelitian, langkah administrasi pengumpulan PKM dan draft paten sangat menguras energi dan kuncinya hanyalah sabar, segera menyelesaikan revisi dan mengikuti aturan yang telah dibuat. Penelitian tugas akhir yang saya kerjakan adalah sintesis material UiO-66 untuk siklisasi sitronelal dan reaksi esterifikasi PFAD. Pada skripsi ini saya tidak meneliti gas karena ada sedikit rasa trauma bekerja dengan gas. Hasil skripsi berhasil di seminarkan di International Seminar on Chemistry 2014. Manajemen waktu dan doa sangat diperlukan untuk membagi jadwal kegiatan dan akademis. Ternyata apa yang saya tidak suka kembali memberi pelajaran berharga karena saat ini saya sebagai mahasiswa S3 kimia akan melakukan penelitian kembali untuk memproduksi gas CO dan H2 yang nyatanya analisis tersebut sangat menarik karena mempelajari hingga interaksi atom-atom. Alhamdulillah hingga saat ini, saya bisa mendapat pelatihan dan seminar di dalam dan luar negeri secara gratis karena kimia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *