Gadis Perokok: Merokok dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Perempuan

Kebiasaan merokok telah dikenal lama dalam sejarah peradaban manusia termasuk di Indonesia. Dikuti dari laman nationalgeographic, kebiasaan merokok berasal dari […]

blank

Kebiasaan merokok telah dikenal lama dalam sejarah peradaban manusia termasuk di Indonesia. Dikuti dari laman nationalgeographic, kebiasaan merokok berasal dari kebiasaan penduduk asli Amerika yang menggunakannya sebagai keperluan ritual, seperti memuja dewa atau roh. Diperkirakan, tembakau sudah digunakan untuk dikunyah maupun dihisap menggunakan pipa oleh bangsa Maya, Aztek, dan peradaban asli Amerika sudah berlangsung sejak 1000 SM. Thomas S. Raffles merekam kebiasaan orang Jawa yang suka menghisap tembakau karena diperkenalkan orang Belanda pada 1601.

Pengantar

Merokok telah menjadi kebiasaan di berbagai kalangan baik kalangan ekonomi atas, menengah bahkan kalangan ekonomi lemah. Rokok juga dikonsumsi baik oleh kaum intelek, pendidik, tokoh agama atau rakyat biasa. Dari beragam usia baik laki-laki maupun perempuan. Hasil penelitian Salsabila et al. (2022) menunjukan bahwa perokok di Indonesia sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (95%), hanya lulusan SD (35%), bekerja (80%), memiliki ekonomi rendah (79%), dan tinggal di perkotaan (57%). Kegiatan merokok tidak saja dilakukan di tempat terbuka tapi bahkan dimana-mana termasuk ruangan umum dan terbatas. Ironisnya, sekalipun telah ada tanda larangan merokok, kegiatan merokok juga kadang terjadi di dalam gedung ber AC. 

Telah pula diketahui oleh khalayak bahwa kebiasaan merokok memberikan dampak negatif bagi kesehatan namun demikian tidak sedikit pula yang tidak dapat meninggalkan kebiasaan tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Iriyanti et al. (2022) menyimpulkan bahwa hasil pembakaran rokok mengandung berbagai jenis toksin dan agen karsinogen yang dapat membahayakan, tidak hanya pada perokok aktif (orang yang merokok) namun juga pada perokok pasif (orang yang menghirup asap rokok). World Health Organiztion (WHO) menyatakan bahwa setiap tahun terdapat data sekitar 6.000.000 orang meninggal dunia akibat mengisap rokok secara aktif, sedangkan 900.000 orang lainnya tutup usia karena menjadi perokok pasif.

Jenis-jenis Rokok

Berdasarkan proses pembuatannya jenis-jenis rokok antara lain:
1) Sigaret kretek tangan, rokok yang proses pembuatannya dengan cara dilinting dengan menggunakan tangan atau dengan alat bantu sederhana,
2) Sigaret kretek mesin, rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok, kemudian keluaran yang dihasilkan mesin berupa rokok batangan.

Sedangkan jenis-jenis rokok berdasarkan penggunaan filter yaitu
1) Rokok filter, rokok yang pada pangkalnya terdapat gabus,
2) Rokok non filter, rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus (Juniafri, 2013).

Kandungan Senyawa Berbahaya Dalam Rokok

Namun demikian kebiasaan merokok tidak dapat hilang begitu saja disinyalir merokok telah menjadi candu. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asap rokok mengandung 4000 zat kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin serta karbon monoksida. Di dalam rokok terdapat bermacam-macam zat beracun yang dapat mengganggu kesehatan tubuh, dan bahkan juga bisa mengakibatkan kematian. Berikut ini merupakan sebagian zat yang terkandung di dalam rokok dan berpengaruh merusak proses metabolisme tubuh:
1. Nikotin (nicotine),
2. Gas karbon monoksida (carbon monoxide),
3. Nitrogen oksida (nitrogen oxides),
4. Tar,
5. Gas amoniak (ammonia).

Kecanduan tersebut diakibatkan adanya kandungan zat adiktif dari senyawa-senyawa yang terkandung di dalam rokok antara lain nikotin. Penelitian yang dilakukan oleh Susilawati et al. (2018) terhadap siswa SMA di Pekanbaru menunjukkan tingkat perilaku kecanduan merokok pada siswa berada pada kategori tinggi. Sedangkan perilaku merokok dengan jumlah batang rokok yang di hisap perhari antara 10-20 batang per hari.

Vape: Gaya Merokok Baru

Untuk mengatasi kecanduan rokok saat ini telah berkembang kebiasaan merokok baru dengan beralih kepada rokok elektrik atau biasa dikenal sebagai vape. Sebagaimana dikemukakan oleh Hutapea et al. (2021) bahwa rokok elektrik atau vape ini telah menjadi trend di kalangan anak muda di Lhokseumawe dimana hal tersebut dipengaruhi oleh: 1) pengaruh gaya hidup; 2) anggapan atau informasi tentang manfaat vape yang dapat menyembuhkan candu terhadap rokok biasa (di mana vape dianggap tidak memiliki efek samping seberat penggunaan terhadap rokok konvensional); 3) keunikan vape dalam menghasilkan uap atau asap yang banyak sehingga dapat dikreasikan dan dijadikan sebuah hobi baru; 4) alasan vape memiliki cita rasa yang unik; dan 5) liquid-liquid beragam rasa yang digunakan menghasilkan bau atau aroma yang harum pula.

Namun kandungan e-liquid rokok elektrik ternyata tidak kalah berbahaya dengan kandungan rokok konvensional. Andini (2021) membuktikan bahwa e-liquid sebagai bahan rokok elektrik terdiri dari berbagai zat kimia yang berisiko mengganggu kesehatan. Cairan di dalam rokok elektrik tersusun atas berbagai zat kimia termasuk nikotin, zat perasa, dan tambahan lainnya. Rokok elektrik juga berbahaya karena uap yang dihasilkan bukanlah sekadar uap air biasa tetapi tersusun atas partikel yang berukuran sangat kecil sehingga bisa masuk ke dalam fungsi syaraf dan dapat dikatakan bahwa rokok elektrik dapat membahayakan kesehatan. Bahaya rokok elektrik ini juga diperkuat dengan penelitian yang memperkirakan secara epidemiologi pada 2060 nanti angka prevalensi penyakit paru obstruktif kronis akan terus meningkat akibat meningkatnya jumlah orang yang merokok (Al Ansori, 2021). Sehingga sampai dengan saat ini masih sangat relevan untuk menganalisis dampak merokok terhadap kesehatan.

Perilaku Merokok Pada Perempuan

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa media visual maupun non visual seperti adegan merokok di dalam film/lagu/iklan/promosi, dan sponsor rokok dalam salah satu event olah raga/konser musik, menimbulkan keinginan untuk mulai merokok, mendorong perokok untuk terus merokok dan mendorong yang telah berhenti merokok untuk kembali merokok. Pada akhirnya kebiasaan merokok ini telah menjadi perilaku yang mengkhawatirkan baik perokok konvesional maupun perokok elektrik dari berbagai kalangan usia baik laki-laki maupun perempuan. Telah menjadi hal biasa pada saat ini pemandangan perempuan yang sedang menikmati asap rokok ataupun yang terpapar pada saat berkumpul dengan perokok. Faktor-faktor yang secara positif terkait dengan kerentanan merokok adalah penggunaan tembakau, paparan iklan, pendapatan yang lebih tinggi, dan memiliki teman dan anggota keluarga yang menggunakan vape atau rokok (Pettigrew et al., 2023).

Dampak Rokok Terhadap Kesehatan

Hasil pembakaran rokok mengandung berbagai jenis toksin dan agen karsinogen yang dapat membahayakan, tidak hanya pada orang yang merokok (perokok aktif), tetapi juga pada orang disekitar perokok (perokok pasif). Selain dapat menyebabkan terjadinya penyakit sistemik seperti kanker paru, penyakit kardiovaskuler, risiko terjadinya neoplasma larynx, esophagus, merokok juga terbukti berhubungan dengan munculnya berbagai kelainan gigi dan rongga mulut.

WHO mencatat bahwa paparan asap rokok pada perokok pasif menyebabkan penyakit kardiovaskular dan pernapasan yang serius, termasuk penyakit jantung koroner dan kanker paru-paru, serta membunuh sekitar 1,3 juta orang secara dini setiap tahunnya.

Kajian yang dilakukan oleh Amaral et al. (2023) mengungkapkan bahwa perokok memiliki kemungkinan lebih tinggi secara signifikan untuk terkena kanker mulut yaitu 95% dibandingkan dengan non-perokok. Perokok pasif juga memiliki peningkatan risiko 1,51 kali terkena kanker mulut. Merokok juga dikaitkan dengan potensi kegagalan implan gigi yang lebih tinggi dengan cara yang bergantung pada dosis.

Data yang disampaikan oleh WHO juga menyatakan bahwa emisi rokok elektrik biasanya mengandung nikotin dan zat beracun lainnya yang berbahaya bagi pengguna dan non-pengguna yang terpapar aerosol secara langsung. Beberapa produk yang mengklaim bebas nikotin ternyata mengandung nikotin. WHO juga mencatat bahwa beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan paru-paru. Paparan nikotin pada wanita hamil dapat berdampak negatif terhadap kesehatan janin, dan nikotin yang merupakan zat yang sangat adiktif dapat merusak perkembangan otak. Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Case (2022) menemukan bahwa vapers atau perokok elektrik memiliki peluang lebih tinggi secara signifikan untuk mengalami gejala pernapasan dibandingkan dengan yang tidak pernah menjadi pengguna.

Lalu bagaimana dampaknya terhadap kesehatan bagi perempuan atau gadis yang merokok? Beberapa bahaya merokok yang dialami oleh laki-laki dapat pula dialami oleh perempuan, namun adanya struktur khusus pada tubuh perempuan sehingga ada beberapa dampak yang tidak timbul pada pria. Menurut Kementerian Kesehatan, dampak negatif rokok terhadap kesehatan perempuan antara lain:

  • Meningkatkan risiko komplikasi kehamilan; kehamilan ektopik atau sel telur yang sudah dibuahi tumbuh di luar rahim
  • Meningkatkan risiko keguguran
  • Meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada janin
  • Gangguan kesehatan janin misalnya berat badan lahir yang rendah, paru – paru gagal berkembang dengan baik, cacat lahir seperti sumbing, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)
  • Menyebabkan kanker; dimana perempuan perokok aktif memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker paru dan kanker serviks.
  • Meningkatkan risiko infertilitas atau tidak subur karena merokok mempengaruhi produksi hormone kesuburan
  • Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi termasuk penyakit jantung koroner dan stroke
  • Menimbulkan gangguan pencernaan dan secara tidak langsung berkontribusi menyebabkan maag dan meningkatkan refluks asam lambung.

Upaya Pencegahan Meluasnya Dampak Merokok Bagi Kesehatan

Tingkat konsumsi dan ketergantungan merokok masyarakat Indonsia sudah sangat memprihatinkan. Untuk mencegah meluasnya dampak asap rokok bagi perokok pasif telah dilakukan pembatasan lokasi-lokasi tertentu di wilayah publik yang dapat digunakan untuk merokok. Dimana berdasarkan data yang dikemukakan oleh WHO pada tahun 2023 bahwa  terdapat lebih dari seperempat populasi dunia yang tinggal di 74 negara dilindungi oleh Undang-Undang Nasional yang komprehensif tentang bebas asap rokok. Pemberlakuan denda atau sanksi bagi perokok yang tidak memenuhi ketentuan juga telah mulai diterapkan di beberapa tempat misalnya di hotel, rumah makan, sarana transportasi dan tempat-tempat khusus lainnya.

Selain itu diperlukan upaya edukasi yang kreatif sesuai dengan perkembangan teknologi terkini dimana promosi tentang bahaya merokok baik bagi perokok aktif dan pasif di berbagai media visual dan non visual sehingga dapat mengimbangi gencarnya promosi rokok. Kita juga harus ikut terlibat untuk mengambil keputusan yang bijak dengan kebiasaan-kebiasaan yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.

Daftar Pustaka

  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.
  • Peraturan Menter! Keuangan Republik Indonesia Nomor 161/Pmk.04/2022 Tentang Pemberitahuan Barang Kena Cukai Yang Selesai Dibuat
  • Aditama TY.1997.  Rokok dan Kesehatan. Jakarta: UI Press
  • Al Ansori, A. N. (2021). Perokok Makin Banyak, Jumlah Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis Meningkat – Health Liputan6.com. Liputan6. https://www.liputan6.com/health/read/4718150/perokok-makin-banyakjumlah-penderita-penyakit-paruobstruktif-kronis-meningkat
  • Ana Andrade Amaral,  Patrícia Lwaleed, Bashir Araújo Andrade, Sérgio. 2023/09/07. Impacts of smoking on oral health—what is the role of the dental team in smoking cessation?10.1038/s41432-023-00930-3. Evidence-Based Dentistry
  • Andini, W. C. (2021, April 26). Kandungan Liquid Vape yang Berbahaya untuk Kesehatan Hello Sehat. https://hellosehat.com/hidupsehat/berhenti-merokok/kandunganliquid-vape/
  • Andreas G.Ch Tampi, Evelin J.R Kawung dan Julian W Tumiwa, “Dampak Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Terhadap Masyarakat di Kelurahan Tingkulu”, E-journal “Acta Diurna” Vol V. No 1
  • Benjamin W. Chaffeea,b,*, Elizabeth T. Coucha,b, Monica L. Wilkinsonc, Candice D. Donaldsonc, Nancy F. Chengb, Niloufar Amelib, Xueying Zhangc, Stuart A. Gansky. 2023. Flavors increase adolescents’ willingness to try nicotine and cannabis vape products. Drug and Alcohol Dependence 246(2023)109834
  • Doli Satria Maulana Hutapea, Teuku Kemal Fasya. 2021. Rokok Elektrik (Vape) Sebagai Gaya Hidup Perokok Masa Kini Di Kota Lhokseumawe. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 2(1), 92-108.
  • Elham Agus Yulianto. 2015. Persepsi Siswa Smk Kristen (Ti) Salatiga Tentang Bahaya Merokok Bagi Kesehatan. ACTIVE 4 (5) (2015). Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations.
  • Ika Vidiasari Aristawati, Upik Nurbaiti, Fianti. 2021. Uji kadar CO, CO2 dan HC pada pembakaran rokok konvensional tanpa pengaruh udara luar dengan Outomotive Emission Analyzer. Jurnal Penelitian Sains 23 (2) 2021: 91-95
  • Jude Ball, Theresa Fleming, Bradley Drayton, Kylie Sutcliffe, Sonia Lewycka, Terryann C. Clark. 2021. New Zealand Youth19 survey: vaping has wider appeal than smoking in secondary school students, and most use nicotine-containing e-cigarettes. Australian and New Zealand Journal of Public Health vol. 45 no. 6
  • Kathleen R. Casea, Stephanie L. Clendennenc, Joel Tsevata, Melissa B. Harrellc. 2022. Risk of respiratory, gastrointestinal, and constitutional health symptoms: A cross-sectional study of Texas adolescent and young adult nicotine and marijuana vapers. Preventive Medicine 159(2022)107057.
  • Laura Struika, Kyla Christiansona, Shaheer Khanb, Youjin Yanga, Saige-Taylor Werstu. 2023. Factors that influence decision-making among youth who vape and youth who don’t vape. Addictive Behaviors Reports 18
  • Sharon, R.G., Natalie, M.M., Jian, C., Andrew, M.R., Marina, R.P., Jean-Pierre, C., McIntosh, J.M., Michael, J.M., & Allan, C.C. (2001). Nicotinic agonists stimulate acetylcholine release from mouse interpeduncular nucleus: a function mediated by a different nAChR than dopamine release from striatum. J of Neurochemistry
  • Simone Pettigrewa, Joseph Alvin Santosa, Yuan Lib, Min Juna, Craig Anderson. 2023. Short report: Factors contributing to young people’s susceptibility to e-cigarettes in four countries. Drug and Alcohol Dependence 250(2023)109944.
  • Sitti Hasna Wati, Bahtiar, dan Dewi Anggraini. 2018.  Dampak Merokok Terhadap Kehidupan Sosial Remaja (Studi di Desa Mabodo Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna). Neo Societal; Vol. 3; No. 2; 2018
  • Susilawati, Rosmawati, Elni Yakub. 2018. Perilaku Kecanduan Merokok Dan Kepercayaan Diri Siswa Sma Tri Bhakti Pekanbaru. JOM FKIP Volume 5 Edisi 1 Januari – Juni 2018
  • Mariatul Fadilah, Irfan Afriandi, Fedri R Rinawan. Kebiasaan merokok dan pemahaman dampak merokok terhadap kesehatan pada perokok pemula. Studi kualitatif peranan Dokter Layanan Primerdalam perubahan perilaku merokok. JKK, Volume 4, No 3, Oktober 2017: 106-116
  • Nisa Nisrina Salsabila, Noormarina Indraswari dan Budi Sujatmiko. 2022. Gambaran Kebiasaan Merokok Di Indonesia Berdasarkan Indonesia Family Life Survey 5 (IFLS 5).  Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 1
  • Yudha Nur Iriyanti dan Ayik Mirayanti Mandagi. 2022. Pengetahuan Mengenai Bahaya Merokok dengan Keinginan Berhenti Merokok Masyarakat Desa Pakel.Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 13 Nomor 1 (2022), 15 – 24
  • KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dalam http://kbbi.wed.id/dampak, diakses pada tanggal 13 Oktober 2023
  • https://www.who.int/publications/i/item/9789240077164. WHO report on the global tobacco epidemic, 2023: protect people from tobacco smoke.Diakses pada tanggal 13 Oktober 2023.
  • https://www.bbc.com/indonesia/majalah-48441384. Hari Tanpa Tembakau Dunia: Ketika Tembakau Disebut ‘Obat dari Tuhan’ Sampai Menjadi ‘Pembunuh Senyap.’Diakses pada tanggal 12 Oktober 2023.
  • https://nationalgeographic.grid.id/read/132972318. Kisah Rokok Tembakau Tiba di Nusantara dan Peleburannya dengan Rempah. Diakses pada tanggal 12 Oktober 2023.

2 komentar untuk “Gadis Perokok: Merokok dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Perempuan”

  1. Saya termasuk perempuan yang kadang merokok. Setelah membaca ini, saya akan berhenti merokok. Mohon dukungannya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *