Ketika kita berjalan di taman kota, menyusuri hutan, atau sekadar melihat tanaman obat di pekarangan rumah, mungkin kita jarang bertanya dari mana sebenarnya semua makhluk hidup itu berasal. Bagaimana sebuah tanaman bisa memiliki khasiat obat tertentu. Mengapa seekor hewan memiliki warna, bentuk, atau perilaku khas. Latar belakang ilmiah di balik keanekaragaman hayati sering kali tersembunyi di balik rutinitas kita sehari hari.
Sebuah buku yang ditinjau dalam jurnal The Linnean: Newsletter and Proceedings of the Linnean Society of London membuka kembali rasa ingin tahu ini. Buku tersebut berjudul Where Are You From? An A to Z of Our Flora and Fauna, ditulis oleh David JS Montagnes. Alih alih menawarkan cerita fiktif, buku ini menyajikan 45 bab yang masing masing membahas satu spesies tumbuhan dan menjelaskan dengan detail tetapi tetap mudah dimengerti bagaimana tanaman tanaman ini memiliki profil kimia, sejarah penggunaan, hingga manfaat medis yang telah dikenal masyarakat selama berabad abad.
Baca juga artikel tentang: Kekayaan Hutan Kalimantan dan Penemuan Spesies Flora Hanguana
Montagnes menata setiap bab dengan pola yang sama sehingga pembaca dengan cepat merasa akrab. Polanya dimulai dari pengenalan singkat, profil tumbuhan lengkap dengan nama ilmiah dan nama umumnya, lalu foto berwarna seluruh bagian tanaman yang relevan. Foto ini bukan sekadar ilustrasi melainkan alat bantu untuk memahami bagian mana yang berfungsi sebagai obat atau memiliki nilai ekonomi tertentu. Jika foto tidak tersedia, gambar lain seperti ilustrasi atau half tone digunakan. Setelah itu, pembahasan mengalir ke sejarah tumbuhan, kimianya, cara kerja senyawa aktifnya, penggunaan modern, serta potensi toksisitas.
Format yang konsisten ini membantu pembaca memahami kerangka berpikir ilmiah di balik botani dan farmakologi. Bagi banyak orang, tumbuhan obat mungkin terdengar seperti bagian dari tradisi turun temurun tanpa penjelasan ilmiah yang jelas. Namun buku ini menunjukkan bahwa setiap khasiat memiliki dasar kimia yang dapat dianalisis. Misalnya, senyawa tertentu di tanaman dapat berfungsi sebagai antimikroba atau antiinflamasi. Penjelasan seperti ini menempatkan tumbuhan pada posisi penting dalam sejarah pengobatan modern.
Salah satu aspek menarik dari buku ini adalah bagaimana Montagnes menggabungkan informasi sejarah dengan data sains kontemporer. Banyak tanaman yang digunakan manusia sejak ratusan tahun lalu ternyata kini dikenal memiliki senyawa aktif yang terbukti secara ilmiah. Hal ini memperlihatkan bagaimana pengetahuan tradisional dan penelitian modern dapat bekerja sama. Tradisi memberi petunjuk awal, sedangkan sains memberikan pemahaman mekanistik tentang bagaimana tumbuhan tersebut bekerja di tubuh manusia.
Studi yang meninjau buku ini juga menyebut bahwa setiap bab dilengkapi daftar referensi yang rapi. Selain itu, terdapat dua lampiran yang menyajikan dokumentasi lebih jauh. Lampiran pertama berisi referensi sejarah dari era 1700 an, masa Carl Linnaeus, tokoh penting dalam sistem klasifikasi makhluk hidup. Lampiran kedua berisi daftar kontributor, serta gambar pendukung. Bagian lampiran ini menjadi pengingat bahwa pemahaman mengenai flora dan fauna tidak lahir begitu saja tetapi merupakan hasil akumulasi pengetahuan selama ratusan tahun dari banyak ilmuwan dan praktisi.
Salah satu pesan yang bisa ditangkap dari review ini adalah pentingnya dokumentasi dalam dunia botani. Ketika tanaman hanya dikenal lewat cerita atau mitos, pengetahuan tentangnya sering kali kabur. Namun ketika tanaman dikaji dengan metode ilmiah, difoto, dicatat secara rinci, diteliti kandungan kimianya, dan diuji manfaatnya, barulah tanaman tersebut masuk ke dalam dunia ilmu pengetahuan yang dapat diakses semua orang. Buku Montagnes hanyalah salah satu contoh upaya besar untuk menjembatani kesenjangan antara informasi ilmiah dan pemahaman publik.
Bagi pembaca awam, format buku ini terasa bersahabat. Pembahasan yang panjang bisa menjadi membingungkan jika tidak dipandu oleh struktur yang jelas. Namun Montagnes mengatur semuanya agar dapat dipahami dengan cepat. Pembaca dapat melihat gambar tanaman terlebih dahulu, lalu membaca sejarah penggunaannya, kemudian masuk ke penjelasan kimianya. Pola yang konsisten membuat proses belajar terasa seperti perjalanan yang menyenangkan, bukan seperti membaca jurnal ilmiah yang penuh istilah teknis.
Tinjauan buku ini menekankan bahwa karya tersebut ditulis oleh para ahli di Royal College of Physicians of London dan Garden Fellows. Kredibilitas ini memberi keyakinan bahwa informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan. Di sisi lain, bahasa penyampaian tetap ramah untuk masyarakat di luar bidang botani atau kedokteran. Ini adalah contoh ideal bagaimana para ilmuwan dapat berkomunikasi dengan publik tanpa mengorbankan akurasi ilmiah.
Lewat buku ini, pembaca diperkenalkan pada dunia tumbuhan sebagai sesuatu yang hidup, kompleks, dan penuh cerita. Tanaman tidak lagi sekadar latar belakang alam, tetapi makhluk dengan sejarah sendiri. Sebagian besar tanaman yang kita temui hari ini telah berevolusi selama jutaan tahun, menghadapi perubahan iklim, berpindah lokasi akibat pergeseran tektonik, atau beradaptasi terhadap hewan yang memakannya. Jejak jejak perubahan ini sering kali tersimpan dalam struktur fisik dan genetik tanaman tersebut, dan Montagnes membantu kita melihatnya dengan kacamata yang lebih tajam.
Jika kita mengambil pelajaran dari cara buku ini disusun, kita bisa mulai menyadari bahwa lingkungan di sekitar kita adalah sebuah ensiklopedia hidup. Sebuah daun yang tampak biasa mungkin memiliki kandungan senyawa kompleks yang terbentuk sebagai respons terhadap tekanan lingkungan. Sebuah tanaman liar yang tumbuh di pinggir jalan mungkin memiliki sejarah penggunaan panjang dalam pengobatan tradisional.
Buku ini mengajak kita untuk tidak hanya memandang flora dan fauna sebagai objek pasif tetapi sebagai bagian dari perjalanan panjang bumi dan peradaban manusia. Dengan memahami asal usul dan karakteristik makhluk hidup di sekitar kita, kita menjadi lebih menghargai pentingnya konservasi. Upaya melindungi keanekaragaman hayati bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga langkah untuk mempertahankan warisan pengetahuan dan potensi ilmiah yang belum sepenuhnya kita pahami.
Pada akhirnya, tinjauan ini menunjukkan bahwa buku Montagnes menawarkan lebih dari sekadar katalog tanaman. Ia memberikan cara baru melihat hubungan antara manusia dan alam, hubungan yang melekat sejak awal peradaban dan akan terus berkembang selama manusia bertahan di bumi. Lewat bahasa yang jelas, struktur yang konsisten, dan informasi yang kaya, buku ini menjadi jembatan antara dunia ilmiah dan publik, antara masa lalu dan masa depan pengetahuan botani.
Baca juga artikel tentang: Dari Zaman Es ke Era Pemanasan Global: Pelajaran Berharga bagi Keanekaragaman Flora
REFERENSI:
Dolan, John R. 2025. Review” Where Are You From? An A to Z of Our Flora and Fauna” by David JS Montagnes. The Linnean: Newsletter and Proceedings of The Linnean Society of London 41, 48.

