High Intensity Interval Training (HIIT): Strategi untuk Menurunkan Berat Badan ditinjau Secara Ilmiah

Berat badan yang ideal merupakan salah satu faktor kunci untuk menjaga kesehatan tubuh. Salah satu metode yang semakin populer dalam […]

blank

Berat badan yang ideal merupakan salah satu faktor kunci untuk menjaga kesehatan tubuh. Salah satu metode yang semakin populer dalam dunia kebugaran adalah High Intensity Interval Training (HIIT). HIIT tidak hanya efektif untuk meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga terbukti secara ilmiah sebagai metode yang efektif dalam menurunkan berat badan. Artikel ini akan membahas prinsip-prinsip ilmiah di balik HIIT dan bagaimana strategi menurunkan berat badan ini dapat menjadi bagian integral dari rencana upaya Anda untuk menjadi sehat dan bugar

menurunkan berat badan cepat
Menurunkan berat badan cepat melalui metode HIIT

1. Dasar Ilmiah HIIT: Metabolisme dan Pembakaran Lemak

HIIT melibatkan rangkaian latihan berintensitas tinggi yang diikuti oleh periode istirahat singkat. Sejumlah penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa HIIT dapat meningkatkan metabolisme basal, yakni jumlah kalori yang terbakar oleh tubuh saat istirahat. Latihan ini bekerja melibatkan kedua sistem energi aerobik dan anaerobik, sehingga memberikan efek lebih besar terhadap pembakaran kalori.

2. Pembakaran Lemak Setelah Latihan (EPOC)

Efek Pembakaran Kalori Setelah Latihan (Excess Post-Exercise Oxygen Consumption atau EPOC) adalah salah satu konsep penting dalam HIIT. Selama latihan intensitas tinggi, tubuh mengalami kekurangan oksigen yang memaksa sistem metabolisme untuk bekerja ekstra keras untuk mengembalikan kondisi normal. Ini menghasilkan konsumsi oksigen yang berlebihan setelah latihan. Pada gilirannya hal tersebut dapat meningkatkan pembakaran lemak bahkan setelah Anda selesai berlatih.

3. Penelitian Klinis tentang HIIT dan Penurunan Berat Badan

Penelitian klinis yang mengeksplorasi hubungan antara High Intensity Interval Training (HIIT) dan penurunan berat badan telah memberikan bukti ilmiah yang konsisten dan menarik. Salah satu penelitian yang mencolok dalam konteks ini adalah sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Obesity. Studi ini merinci temuan signifikan terkait efektivitas HIIT dalam mengurangi lemak tubuh dibandingkan dengan latihan kontinu dengan intensitas sedang.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini melibatkan partisipan yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok yang menjalani program HIIT selama 12 minggu dan kelompok yang menjalani latihan kontinu dengan intensitas sedang dalam periode waktu yang sama. Kedua kelompok tersebut mendapat pemantauan dan pengukuran yang ketat selama dan setelah program latihan. Parameter yang diamati meliputi penurunan berat badan total, penurunan lemak tubuh, dan perubahan komposisi tubuh.

Durasi dan Intensitas Latihan

Partisipan dalam kelompok HIIT menjalani latihan dengan pola interval tinggi dan rendah, yang melibatkan latihan intensitas tinggi yang diikuti oleh periode istirahat singkat. Durasi total latihan untuk kelompok ini tetap relatif singkat, biasanya sekitar 20-30 menit per sesi, namun dengan intensitas yang tinggi. Di sisi lain, kelompok latihan kontinu menjalani latihan aerobik dalam jangka waktu yang lebih panjang dengan intensitas sedang.

Hasil dan Temuan Signifikan

Setelah 12 minggu, kelompok HIIT menunjukkan penurunan berat badan dan lemak tubuh yang lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok latihan kontinu. Hasil ini didukung oleh analisis komposisi tubuh yang menunjukkan pengurangan lemak tubuh yang lebih besar dan peningkatan massa otot pada kelompok HIIT. Efek ini mungkin disebabkan oleh kombinasi pembakaran kalori yang meningkat selama latihan tinggi dan pengaruh EPOC yang berlanjut setelah sesi latihan.

Implikasi dan Relevansi Praktis

Temuan ini memberikan implikasi signifikan untuk individu yang mencari metode efektif dalam penurunan berat badan. Dengan durasi latihan yang relatif singkat, HIIT memberikan alternatif yang menarik untuk mereka yang memiliki keterbatasan waktu tetapi ingin hasil yang maksimal. Selain itu, pengurangan lemak tubuh dan peningkatan massa otot yang dihasilkan oleh HIIT dapat memberikan manfaat tambahan dalam meningkatkan kebugaran keseluruhan dan kesehatan metabolik.

4. Pengelolaan Hormon: Insulin dan Hormon Pertumbuhan

HIIT juga berperan dalam mengatur hormon, termasuk insulin dan hormon pertumbuhan. Latihan intensitas tinggi dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang membantu mengontrol kadar gula darah dan mencegah penumpukan lemak. Selain itu, hormon pertumbuhan yang dilepaskan selama latihan dapat mempromosikan pembakaran lemak dan pembentukan otot.

5. Fleksibilitas dalam Waktu dan Jenis Latihan

Keunggulan lain dari HIIT adalah fleksibilitasnya dalam hal waktu dan jenis latihan. Sesi HIIT yang efektif dapat dilakukan dalam waktu singkat, membuatnya sesuai untuk jadwal yang sibuk. Berbagai jenis latihan seperti lari, sepeda, loncat tali, dan latihan kekuatan dapat diintegrasikan ke dalam program HIIT untuk mencegah kebosanan dan memastikan variasi dalam rutinitas latihan.

Integrasi HIIT dalam Rencana Penurunan Berat Badan Anda

Berdasarkan bukti ilmiah yang ada, High Intensity Interval Training (HIIT) bukan hanya sekadar tren kebugaran, tetapi juga merupakan strategi ilmiah yang efektif untuk menurunkan berat badan. Melalui peningkatan metabolisme, efek EPOC, dan pengelolaan hormon, HIIT dapat memberikan hasil yang signifikan dalam upaya penurunan berat badan. Namun, sebelum memulai program latihan baru, konsultasikan dengan profesional kesehatan atau pelatih kebugaran untuk memastikan bahwa HIIT sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Dengan pendekatan yang tepat, HIIT dapat menjadi kunci untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat secara ilmiah.

Referensi

Terdapat beberapa buku yang dapat menjadi referensi yang baik terkait High Intensity Interval Training (HIIT) dan pengaruhnya terhadap penurunan berat badan. Berikut adalah beberapa buku yang dapat Anda pertimbangkan:

  1. The One-Minute Workout: Science Shows a Way to Get Fit That’s Smarter, Faster, Shorter” oleh Martin Gibala dan Christopher Shulgan. Buku ini ditulis oleh Martin Gibala, seorang ilmuwan olahraga yang telah melakukan penelitian tentang HIIT selama bertahun-tahun. Buku ini membahas konsep latihan berdurasi singkat namun intensif dan mencantumkan temuan ilmiah terkait HIIT.
  2. “HIIT Your Limit: High-Intensity Interval Training for Fat Loss, Cardio, and Full Body Health” oleh Dr. Len Kravitz dan Aaron Bubbico. Dr. Len Kravitz adalah seorang ahli penelitian kebugaran yang memberikan wawasan ilmiah tentang HIIT dalam buku ini. Buku ini mencakup berbagai aspek HIIT, termasuk manfaatnya untuk penurunan berat badan, kesehatan jantung, dan kebugaran keseluruhan.
  3. “Bodyboss Ultimate Guide” oleh Polly Hayden. Buku ini memberikan panduan praktis tentang bagaimana menjalani hidup yang lebih sehat melalui latihan HIIT. Dengan memberikan contoh latihan, strategi nutrisi, dan motivasi, buku ini dapat membantu Anda memahami dan menerapkan HIIT dalam rutinitas kebugaran Anda.
  4. “The HIIT Bible: Supercharge Your Body and Brain” oleh Steve Barrett. Buku ini menyajikan panduan komprehensif tentang HIIT, termasuk manfaat kesehatan mental dan kognitif yang mungkin terkait dengan jenis latihan ini. Steve Barrett menggabungkan penelitian ilmiah dengan saran praktis untuk membantu pembaca memahami dan menerapkan HIIT.
  5. “HIIT Workouts: Learn How And Why HIIT Shreds Fat And Boosts Your Metabolism” oleh James Driver. James Driver membahas HIIT dari sudut pandang penurunan berat badan dan peningkatan metabolisme. Buku ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana HIIT dapat bekerja dalam konteks tujuan penurunan berat badan.

Yuk Gabung di Komunitas Warung Sains Teknologi!

Ingin terus meningkatkan wawasan Anda terkait perkembangan dunia Sains dan Teknologi? Gabung dengan saluran WhatsApp Warung Sains Teknologi!

Yuk Gabung!

Di saluran tersebut, Anda akan mendapatkan update terkini Sains dan Teknologi, webinar bermanfaat terkait Sains dan Teknologi, dan berbagai informasi menarik lainnya.

1 komentar untuk “High Intensity Interval Training (HIIT): Strategi untuk Menurunkan Berat Badan ditinjau Secara Ilmiah”

  1. blank
    Hendri Manampiring

    Mantap, berat badan saya sekarang hampir 100, idealnya 67. Perlu diturunkan 23 kg. Smga dg menerapkan HIIT ini bsa turun dhg ideal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



Scroll to Top