Integrasi Sosial: Pengertian, Syarat, Bentuk, Faktor Pendorong dan Penghambat, Proses Terbentuknya, serta Upaya Pengembangan [Lengkap + Contoh Soal]

Integrasi sosial merupakan sebuah proses yang pastinya harus dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat. Mengingat perbedaan baik dari segi pemikiran, visi dan misi setiap individu memicu adanya penyesuaian unsur-unsur sehingga suatu kelompok masyarakat dapat menjalankan kehidupannya dengan baik.


Integrasi sosial, adalah aspek yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat. Karena berangkat dari adanya perbedaan, sudah barang tentu bagi setiap kelompok masyarakat untuk menyesuaikan dan melaraskan tujuan serta visi dan misi untuk menghasilkan sinergi dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. Lalu seperti apakah implikasi dan pengkajian mengenai integrasi sosial dalam kehidupan kita?

Pengertian Integrasi Sosial

Integrasi sosial merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. Sementara itu menurut Paul Horton, Integrasi Sosial sendiri adalah salah satu proses pengembangan masyarakat dimana ras dan etnik dapat berperan secara seksama dalam aspek budaya dan ekonomi [1].

Di sisi lain, menurut Hendro Puspito integrasi sosial adalah salah satu kondisi kesatuan hidup bersama dari aneka satuan sistem budaya, kelompok-kelompok etnis dan kemasyarakatan untuk berinteraksi dan bekerjasama [2]. Ada pun beberapa definisi integrasi sosial menurut pendapat para ahli yang lainnya, antara lain [3] :

  • Soerjono Soekanto : Integrasi sosial yakni sebuah proses individual maupun kelompok yang berusaha memenuhi gol melawan lawan, disertai dengan ancaman maupun kekerasan.
  • Gillin : Integrasi sosial merupakan bagian dari proses yang terjadi dikarenakan adanya perbedaan secara fisik, emosional, budaya, serta perilaku.
  • Banton : Integrasi sosial merupakan pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat akan tetapi tidak memaknai penting perbedaan tersebut.

Syarat Terbentuknya Integrasi Sosial

Integrasi sosial adalah salah satu hal yang akan terjadi dalam suatu kehidupan bermasyarakat. Akan tetapi integrasi sosial terbentuk oleh karena adanya kesepakatan akan struktur kemasyarakatan yang terbentuk seperti nilai dan norma, hingga pranata sosial yang berlaku. Tidak hanya itu, integrasi sosial juga terjadi apabila telah ada kesepakatan perihal batas-batas teritorial dari suatu wilayah maupun negara.

Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, Interaksi sosial dapat terjadi dengan beberapa syarat tertentu, antara lain [3] :

  • Anggota-anggota masyarakat merasa bahwasannya mereka saling mengisi kebutuhan satu dengan yang lainnya. Artinya, kebutuhan fisik baik sandang maupun papan serta kebutuhan sosialnya telah terpenuhi oleh budayanya.
  • Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama perihal nilai dan norma yang dilestarikan serta dijadikan sebagai pedoman dalam berinteraksi.
  • Nilai dan norma tersebut berlaku cukup lama serta dijalankan secara konsisten. Nilai dan norma pun tidak mengalami perubahan sehingga dapat dijadikan sebagai aturan baku dalam proses interaksi sosial.

Bentuk – bentuk Integrasi Sosial

Integrasi sosial sendiri juga dibedakan atas bentuk-bentuknya. Setidaknya dalam hal ini bentuk integrasi sosial tersebut dibedakan menjadi 3 aspek, yakni [4] :

  1. Integrasi normatif, yakni bentuk interaksi yang terjadi dikarenakan adanya norma-norma yang berlaku ditengah masyarakat. Sehingga berdasarkan hal ini, norma menjadi aspek yang mampu mempersatukan masyarakat.
  2. Integrasi fungsional, adalah bentuk integrasi yang terbentuk karena adanya fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat. Sehingga suatu fungsi dapat terbentuk dengan mengutamakan fungsi dari masing-masing pihak.
  3. Integrasi koersif, Integrasi terbentuk karena adanya kekuasaan yang dimiliki penguasanya. Integrasi ini para penguasa menerapkan sistem koersif (kekerasan/paksaan) agar masyarakat bisa bersatu.

Faktor Pendorong dan Penghambat Integrasi Sosial

Faktor terbentuknya integrasi sosial pada dasarnya dipengaruhi oleh adanya Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, rasa cinta tanah air, dan perasaan senasib sepenanggungan. Namun faktor tersebut juga bisa dibedakan berdasarkan pengaruh internal dan eksternal, antara lain :

  • Faktor Internal
  • Kesadaran diri sebagai makhluk sosial.
  • Tuntutan kebutuhan.
  • Jiwa serta semangat bergotong royong.
  • Faktor Eksternal
  • Perkembangan zaman.
  • Persamaan kebudayaan.
  • Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan.
  • Persamaan visi, misi, serta tujuan.
  • Toleransi.

Setidaknya dalam pembentukan integrasi sosial, terdapat faktor-faktor yang menjadi pendorong maupun penghambatnya. Berikut ini adalah faktor – faktor tersebut…

  • Faktor pendorong
  • Perkembangan jaman.
  • Terbukanya kesempatan dalam kehidupan yang pluralis.
  • Kesamaan dalam mencapai sebuah tujuan.
  • Sikap toleransi.
  • Adanya tantangan dari luar.
  • Kesadaran sebagai makhluk sosial.
  • Gotong – royong.
  • Terbukanya pola pikir masyarakat.
  • Adanya musuh bersama.
  • Faktor penghambat
  • Tekad yang keras untuk mempertahankan adat istiadat.
  • Sikap tidak mau terbuka dengan perkembangan zaman.
  • Sikap egois.
  • Ketidaksamaan dalam visi dan misi.
  • Tidak memiliki sikap toleransi.
  • Adanya ketidakpuasan atas kinerja pemerintah.
  • Sifat individualis.
  • Acuh terhadap lingkungan.
  • Tidak menerima perkawinan percampuran.
  • Kecemburuan sosial.
Pengertian Integrasi Sosial, Macam - Macam, Tahapan, Syarat - Syarat, Faktor Penentu dan Contoh Integrasi Sosial - Berita Pendidikan Teropong
Integrasi sosial merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat,
Sumber : teropong.id

Proses-proses Terbentuknya Integrasi Sosial

Selain itu, integrasi sosial juga dibedakan dalam prosesnya. Proses-proses tersebut antara lain :

  1. Asimilasi : Yakni sebuah proses integrasi sosial dengan bentuk pembaruan kebudayaan yang disertai dengan adanya hilangnya ciri khas kebudayaan asli.
  2. Akulturasi : Yakni sebuah proses integrasi sosial dengan bentuk penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.
  3. Akomodasi : Yakni sebuah proses sebagai langkah awal untuk menyelesaikan pertentangan tanpa harus menghancurkan pihak lainnya.
  4. Interaksi : Yakni langkah awal untuk membangun kerjasama yang ditandai dengan adanya kecenderungan positif dalam menjalankan aktivitas bersama.
  5. Identifikasi : Proses identifikasi yang berlangsung ke setiap individu yang dapat menerima secara terbuka akan keberadaan individu lain secara utuh.

Kesimpulan

Integrasi sosial adalah salah satu upaya penyesuaian unsur-unsur sehingga suatu kelompok masyarakat dapat menjalankan kehidupannya dengan baik. Integrasi sosial sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor penghambat maupun pendukung serta internal maupun eksternal. Integrasi sosial pun dibagi berdasarkan beberapa macam/bentuk serta proses-proses terbentuknya..

Implikasi dari integrasi sosial cukup penting dalam kehidupan bermasyarakat. Setidaknya dengan adanya integrasi sosial, masyarakat bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk bisa bersinergi di tengah segala bentuk perbedaan yang ada…

Contoh Soal

1. “Sebuah proses integrasi sosial dengan bentuk pembaruan kebudayaan yang disertai dengan adanya hilangnya ciri khas kebudayaan asli”, definisi tersebut menjelaskan proses terbentuknya integrasi sosial berdasarkan….
a. Akulturasi
b. Asimilasi.
c. Identifikasi
d. Akomodasi.
e. Interaksi.

Jawaban : b. (Asimilasi).

2. “Integrasi sosial yakni sebuah proses individual maupun kelompok yang berusaha memenuhi gol melawan lawan, disertai dengan ancaman maupun kekerasan.” Definisi tersebut merupakan pendapat dari….
a. Soerjono Soekanto.
b. Gillin.
c. Mayer Nimkoff.
d. Paul Horton.
e. Borton.

Jawaban : a. (Soerjono Soekanto).

Referensi

[1].   Widianti, Wida (2009). Sosiologi 2 untuk SMA dan MA kelas XI IPS. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 

[2]. https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/11/171137169/integrasi-sosial-definisi-dan-bentuknya?page=all, diakses 27 Desember 2020.

[3]. https://www.gurupendidikan.co.id/integrasi-sosial/, diakses 27 Desember 2020.

[4]. Maryati, Kun,. Sosiologi : Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial untuk SMA/MA. 2, [Schülerband] Kelas XI. Suryawati, Juju, (edisi ke-Kurikulum 2013, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah). Jakarta

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *