Mengenal Jamur Hitam yang Menyerang Pasien Covid-19 di India

blank

Duka mendalam untuk Masyarakat India yang sedang berjuang melawan covid-19. Satu persoalan belum usai ditangani, kini muncul lagi serangan dari “jamur hitam” yang dikenal dalam dunia medis sebagai “mucormycosis”. Mucormycosis adalah infeksi jamur yang sangat serius namun menurut CDC sangat jarang terjadi [1].

Dilansir dari dw.com [2], seorang professor di European Excellence Center for Invasive Fungal Infections, Jerman, yakni  Prof. Dr. Oliver Cornely, mengatakan bahwa dokter di India melaporkan bahwa jumlah kasus mucormycosis meningkat sangat tajam dan rumah sakit besar mendiagnosis keberadaanya pada pasien setiap dua hari. Kondisi ini tentunya sangat mengerikan karena disaat yang sama, India juga masih menghadapi pandemi covid-19 yang masih terus meningkat kasusnya.

blank
COVID-19 in India: Patients hit by rare ‘black fungus’ (dw.com)

Jika pembaca Warstek penasaran seperti apa jamur yang menyebabkan infeksi ini, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Kelompok jamur yang bertanggung jawab terhadap mucormycosis ini adalah mucormycetes, yaitu sejenis jamur yang habitat aslinya di tanah dan berperan dalam proses penguraian bahan-bahan organik dalam tanah [3]. Beberapa spesies jamur ini yang menyebabkan mucormycosis diantaranya yaitu: Rhizopus spp., Mucor spp., Rhizomucor spp., Syncephalastrum spp., Cunninghamella bertholletiae, Apophysomyces spp., dan Lichtheimia.

Agar mudah membayangkan jenis-jenis jamur ini, bisa disimak beberapa contoh gambar berikut ya.

blank
Beberapa spesies jamur penyebab mucormycosis. Rhizopus oryzae dikenal juga jamur tempe, juga spesies lain dari genus Rhizopus biasa tumbuh pada roti

Cara infeksi jamur mucormycetes ke manusia

Jamur ini dapat menyerang manusia jika sporanya masuk ke saluran pernafasan seperti rongga hidung, tenggorokan hingga ke paru-paru. Selain itu juga bisa menyerang bagian kulit jika sporanya mengenai ke bagian tubuh yang luka. Namun, infeksi jamur ini dapat terjadi pada orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya terganggu dalam melawan infeksi pathogen. Biasanya orang-orang terkena penyakit lain terlebih dahulu baru terinfeksi jamur ini.

Beberapa orang dengan penyakit diabetes, kanker, organ transplantasi memiliki resiko terinfeksi lebih tinggi Ketika terpapar jamur ini. Penyakit mucormycosis ini tidak dapat ditularkan dari pasien yang terinfeksi ke orang lain maupun ke organisme lain seperti hewan, jadi jangan khawatir untuk pembaca sekalian yang merawat saudara atau siapapun yang terinfeksi jamur ini.

Gejala infeksi mucormycetes

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur mucormycetes ini dapat dibedakan berdasarkan lokasi atau bagian tubuh yang diserang. Berdasarkan informasi dari CDC [1], jamur ini bisa menginfeksi bagian sinus dan otak, biasanya memiliki gejala sakit kepala, demam, wajah membengkak sebelah, sinus tersumbat, bagian dalam mulut yang sebelah atas menghitam jika semakin parah.

Selain itu, jamur ini juga bisa menginfeksi bagian paru-paru yang biasanya memiliki gejala seperti batuk, demam, dada terasa sakit, nafas pendek. Jika area yang terinfeksi adalah kulit, maka area yang terinfeksi bisa berupa lecet atau bisul dan kulit area infeksi bisa berubah menjadi hitam.

Pencegahan agar tidak terinfeksi jamur ini

Satu-satunya cara kita bisa terinfeksi jamur ini adalah dengan kontak langsung atau terkena paparan jamur ini baik melalui udara maupun luka. Oleh karenanya, untuk mencegah infeksi jamur ini dapat dilakukan dengan melindungi diri kita dari lingkungan yang berpotensi menjadi tempat tumbuhnya jamur kelompok mucormycetes, seperti bangunan tua yang berjamur, tanah dan debu yang beterbangan serta tempat-tempat kotor lainnya.

Bagi yang memiliki resiko tinggi terkena penyakit infeksi jamur ini, misalnya bagi yang memiliki transplantasi organ maupun transplantasi sel punca, dapat berkonsultasi dengan dokter keluarga untuk memberikan resep pencegahan infeksi jamur ini.

Referensi

[1] CDC. 2021. About Mucormycosis. https://www.cdc.gov/fungal/diseases/mucormycosis/definition.html [diakses 15 Mei 2021, 11:14)

[2] DW. 2021. COVID-19 in India: Patients hit by rare ‘black fungus’. https://www.dw.com/en/covid-19-in-india-patients-hit-by-rare-black-fungus/a-57510453. [diakses 15 Mei 2021, 13:14)

[3] Richardson M. The ecology of the Zygomycetes and its impact on environmental exposureexternal icon. Clin Microbiol Infect. 2009 Oct;15 Suppl 5:2-9.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 4.8 / 5. Banyaknya vote: 5

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Muhammad Dailami
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *