Ketika Satelit Mati Mengirim Sinyal: Misteri Fisika di Orbit Bumi

Bukan dari satelit aktif atau stasiun luar angkasa, melainkan dari sebuah objek tua yang sudah dianggap mati: satelit Relay 1 atau Relay 2, milik NASA, yang diluncurkan lebih dari 60 tahun lalu.

Pada tanggal 13 Juni 2024, para ilmuwan dari Australia yang bekerja di teleskop radio ASKAP (Australian Square Kilometre Array Pathfinder) menangkap sinyal radio misterius yang sangat singkat, kurang dari 30 nanodetik. Awalnya, banyak yang menduga sinyal ini berasal dari fenomena luar angkasa seperti ledakan bintang atau aktivitas galaksi jauh. Namun, hasil analisis menunjukkan satu hal mengejutkan: sinyal ini datang dari orbit Bumi.

Bukan dari satelit aktif atau stasiun luar angkasa, melainkan dari sebuah objek tua yang sudah dianggap mati: satelit Relay 1 atau Relay 2, milik NASA, yang diluncurkan lebih dari 60 tahun lalu.

Relay 1 dan 2: Satelit yang Pernah Berjasa

Relay 1 diluncurkan pada tahun 1962 dan menjadi pionir dalam teknologi komunikasi luar angkasa. Ia pernah mengirim siaran TV trans-Atlantik pertama, termasuk berita pembunuhan Presiden John F. Kennedy. Relay 2, diluncurkan pada tahun 1964, menjalankan misi serupa, tetapi hanya berfungsi selama sekitar satu tahun sebelum kehilangan daya dan dinyatakan tidak aktif.

Kedua satelit ini sekarang sudah menjadi bagian dari sampah antariksa, objek tak terpakai yang mengorbit Bumi tanpa fungsi atau kendali. Namun, di luar dugaan, salah satu dari mereka baru saja “berbicara” kembali melalui sinyal misterius tersebut.

Dari Mana Sinyal Ini Berasal?

Peneliti dari Curtin University, yang dipimpin oleh Dr. Clancy James, mencoba menjelaskan fenomena ini. Mereka menyimpulkan ada dua kemungkinan ilmiah yang masuk akal sebagai penyebab munculnya sinyal dari satelit tua:

  1. Electrostatic Discharge (ESD)

Satelit yang berada di luar angkasa selama bertahun-tahun dapat mengalami penumpukan muatan listrik karena paparan sinar Matahari dan partikel bermuatan dari angkasa. Seiring waktu, muatan ini bisa menumpuk di permukaan logam satelit. Saat muatannya terlalu besar, ia dapat tiba-tiba melepaskan diri dalam bentuk loncatan listrik semacam “petir mikro” yang memancarkan sinyal radio singkat. Fenomena ini dikenal sebagai Electrostatic Discharge atau ESD.

  1. Benturan Mikrometeorid

Kemungkinan lain adalah tumbukan dengan mikrometeorid, yaitu partikel debu kecil dari luar angkasa yang bergerak sangat cepat. Ketika mikrometeorid menabrak satelit, energinya bisa menghasilkan awan plasma, gas bermuatan tinggi yang juga dapat melepaskan sinyal radio.

Kedua penjelasan ini cocok dengan karakteristik sinyal yang tertangkap: sangat singkat, frekuensinya sesuai, dan datang dari lokasi satelit yang sudah diketahui.

Apa Maknanya Secara Ilmiah?

  1. Memahami Lingkungan di Orbit Bumi

Jika muatan listrik atau debu luar angkasa bisa menyebabkan satelit tua “bicara”, maka berarti lingkungan di sekitar orbit Bumi jauh lebih dinamis dan berenergi daripada yang selama ini diperkirakan. Ini menjadi informasi penting bagi perancang satelit modern agar lebih siap menghadapi risiko tak terduga.

  1. Mengurangi Gangguan Astronomi Radio

Sinyal seperti ini, walau lemah, bisa mengganggu observasi teleskop radio yang sensitif. Para astronom yang mencari sinyal dari bintang, planet asing, bahkan kehidupan cerdas, harus tahu bahwa gangguan bisa datang dari sisa-sisa buatan manusia sendiri.

  1. Fenomena Satelit “Zombie”

Relay 1 dan 2 bukan satu-satunya yang “bangun” setelah lama tidur. Contoh lainnya:

Galaxy 15 milik Intelsat, sempat mati suri pada tahun 2010 dan kembali aktif beberapa bulan kemudian.

AMSAT-OSCAR 7, satelit amatir yang diluncurkan tahun 1974, dinyatakan mati pada 1981, tapi tiba-tiba kembali aktif pada tahun 2002, 21 tahun kemudian.

Fenomena ini sering dijuluki sebagai “satelit zombie”, yaitu perangkat antariksa yang tiba-tiba aktif kembali akibat efek fisika tertentu.

Penemuan ini telah dikaji dalam makalah ilmiah yang dikirimkan ke The Astrophysical Journal dan juga dipublikasikan dalam basis data arXiv. Tim peneliti masih melanjutkan observasi terhadap objek serupa untuk:

  • Mendeteksi sinyal tambahan dari satelit mati lainnya.
  • Meneliti pola dan intensitas sinyal.
  • Mengembangkan model interaksi antara satelit tua dan lingkungan orbitnya.

Tujuannya adalah memperdalam pemahaman kita tentang risiko fisik di luar angkasa dan membantu perancangan teknologi masa depan yang lebih tangguh.

Apakah Ini Berbahaya?

Tidak. Sinyal ini sangat lemah dan berlangsung sangat singkat. Tidak ada indikasi bahwa sinyal ini memiliki pesan, kontrol, atau potensi membahayakan sistem komunikasi di Bumi. Namun, sebagai fenomena ilmiah, sinyal ini sangat berharga karena memberi kita informasi langsung tentang lingkungan dan proses fisika di luar angkasa.

Kasus sinyal dari Relay 1 atau 2 bukanlah misteri paranormal, tapi ilmu pengetahuan dalam aksi. Ia menunjukkan bahwa bahkan satelit yang sudah mati selama puluhan tahun masih bisa memberi pelajaran berharga, tentang listrik statis, debu luar angkasa, dan tantangan teknologi orbit rendah Bumi.

Langit malam bukan hanya penuh bintang, tetapi juga penuh warisan manusia yang terus bereaksi dengan alam semesta. Dan siapa sangka, salah satu “hantu elektronik” itu bisa mengirimkan pesan singkat, bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengajak kita berpikir lebih dalam tentang dunia di atas sana.

REFERENSI:

Carpineti, Alfredo. 2025. Mysterious, Powerful Radio Pulse Traced Back To NASA Satellite That’s Been Dead Since 1967. IFL Science: https://www.iflscience.com/mysterious-powerful-radio-pulse-traced-back-to-nasa-satellite-thats-been-dead-since-1967-79712 diakses pada tanggal 27 Juni 2025.

James, C. W dkk. 2025. A nanosecond-duration radio pulse originating from the defunct Relay 2 satellite. ArXiv:2506.11462v1.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top