Aktivitas tambang emas rakyat di Nigeria berkembang pesat karena kebutuhan ekonomi masyarakat setempat, tetapi penelitian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa kegiatan ini juga memicu krisis lingkungan dan kesehatan yang serius. Di wilayah Ile Ife hingga Ilesha Schist Belt, penambangan emas skala kecil telah mendorong pencemaran logam berat pada tingkat yang sangat berbahaya. Studi tahun 2025 ini membuka gambaran jelas tentang bagaimana emas yang tampak menguntungkan dapat meninggalkan jejak racun yang mengancam kehidupan manusia.
Wilayah Ile Ife Ilesha terletak di bagian barat daya Nigeria dan dikenal kaya akan batuan yang mengandung emas. Selama bertahun tahun masyarakat menggantungkan penghidupan pada tambang emas rakyat yang dikelola secara sederhana. Kegiatan ini biasanya melibatkan penggalian manual, penghancuran batuan, dan pemisahan emas tanpa sistem pengolahan limbah yang memadai. Limbah hasil penambangan langsung dibuang ke tanah dan sungai di sekitar lokasi tambang.
Baca juga artikel tentang: Simulasi 3D Ungkap Cara Air Menyebar dan Memantul di Permukaan Mikro
Masalah utama dari praktik ini adalah pelepasan logam berat ke lingkungan. Logam berat seperti kadmium merkuri timbal dan arsenik sebenarnya terdapat secara alami di dalam batuan. Namun aktivitas penambangan membuat logam tersebut keluar dari tempat alaminya dan menyebar dalam jumlah besar ke air tanah air permukaan dan sedimen sungai. Ketika konsentrasinya meningkat logam berat berubah menjadi racun yang berbahaya bagi makhluk hidup.
Penelitian ini mengambil sampel air sungai air tanah dan sedimen dari berbagai titik di kawasan tambang. Para peneliti kemudian menganalisis kandungan logam berat serta memetakan pola penyebarannya menggunakan teknologi pemetaan geospasial. Hasilnya sangat mengkhawatirkan. Indeks pencemaran logam berat di beberapa lokasi mencapai ratusan kali lipat di atas batas aman yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Kadmium menjadi salah satu logam yang paling dominan ditemukan dalam sampel air. Logam ini dikenal dapat merusak ginjal dan tulang jika masuk ke tubuh manusia dalam jangka panjang. Merkuri yang sering digunakan dalam proses pemisahan emas juga terdeteksi dalam jumlah tinggi. Merkuri berbahaya bagi sistem saraf dan sangat berisiko bagi anak anak serta ibu hamil. Selain itu timbal dan arsenik ditemukan dalam konsentrasi yang cukup untuk menimbulkan risiko kanker dan gangguan perkembangan otak.
Air sungai yang tercemar sering dimanfaatkan masyarakat untuk mencuci mandi bahkan memasak. Air tanah yang berasal dari sumur dangkal juga menunjukkan tanda pencemaran karena adanya hubungan kuat antara air permukaan dan air bawah tanah. Kondisi ini memperluas risiko paparan logam berat ke wilayah pemukiman yang lebih luas dan tidak hanya terbatas pada lokasi tambang.
Sedimen sungai memainkan peran penting dalam krisis ini. Sedimen berfungsi seperti tempat penyimpanan logam berat. Ketika kondisi lingkungan berubah misalnya saat hujan lebat atau banjir logam berat yang tersimpan dapat kembali terlepas ke air. Proses ini membuat pencemaran berlangsung lama meskipun aktivitas tambang berhenti sementara.
Analisis sumber pencemaran menunjukkan bahwa hampir setengah dari logam berat berasal langsung dari aktivitas tambang emas rakyat. Sisanya berasal dari pelapukan alami batuan serta penggunaan merkuri dalam proses pengolahan emas. Temuan ini menegaskan bahwa pencemaran bukan sekadar akibat kondisi geologi alam melainkan sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia.
Wilayah Ilesha teridentifikasi sebagai pusat pencemaran utama. Di daerah ini tingkat pencemaran air hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya. Para peneliti memperkirakan sekitar lima ratus ribu penduduk tinggal di area dengan risiko kesehatan tinggi akibat paparan logam berat. Risiko ini tidak selalu langsung terasa tetapi dapat muncul dalam bentuk penyakit kronis bertahun tahun kemudian.
Dampak kesehatan yang mungkin timbul sangat beragam. Paparan kadmium dapat menyebabkan gangguan ginjal kronis dan kerapuhan tulang. Timbal diketahui menurunkan kecerdasan anak dan memicu gangguan perilaku. Merkuri menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan gangguan motorik serta sensorik. Arsenik meningkatkan risiko kanker kulit paru paru dan organ dalam lainnya.
Masalah ini menjadi semakin kompleks karena sebagian besar tambang emas rakyat beroperasi secara informal. Kurangnya regulasi membuat pengawasan lingkungan sulit dilakukan. Banyak penambang tidak memahami bahaya logam berat atau tidak memiliki pilihan teknologi yang lebih aman. Di sisi lain kebutuhan ekonomi mendorong masyarakat terus menambang meskipun risikonya besar.
Kondisi lingkungan setempat juga memperburuk situasi. Sedimen dangkal dan tingkat keasaman air tertentu membuat logam berat lebih mudah larut dan menyebar. Bahkan ketika air terlihat jernih kandungan racunnya bisa tetap tinggi dan berbahaya.
Penelitian ini menawarkan beberapa rekomendasi solusi. Salah satunya adalah penggunaan bahan tertentu untuk mengikat logam berat agar tidak mudah larut dalam air. Pembangunan lahan basah buatan juga dapat membantu menyaring polutan secara alami sebelum air mengalir ke sungai utama. Selain itu penguatan tata kelola lingkungan menjadi kunci penting untuk mengendalikan pencemaran.
Pendekatan sosial tidak kalah penting. Legalitas tambang rakyat yang disertai pelatihan dan edukasi dapat membantu mengurangi dampak lingkungan. Penyediaan teknologi penambangan yang lebih aman dan ramah lingkungan memberi peluang bagi masyarakat untuk tetap memperoleh penghasilan tanpa merusak alam. Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan juga meningkatkan keberhasilan upaya penanganan.
Kasus Ile Ife Ilesha memberikan pelajaran berharga bagi banyak negara berkembang yang menghadapi masalah serupa. Kilau emas memang menjanjikan keuntungan ekonomi tetapi tanpa pengelolaan yang bertanggung jawab biaya kesehatan dan lingkungan yang ditimbulkan bisa jauh lebih besar. Penelitian ilmiah seperti ini berperan penting dalam mengungkap risiko tersembunyi dan memberikan dasar kuat bagi kebijakan publik.
Sains tidak hanya bertugas menjelaskan masalah tetapi juga membantu menemukan jalan keluar. Tantangan terbesar ke depan terletak pada bagaimana hasil penelitian diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat harus berjalan seiring dengan upaya peningkatan kesejahteraan agar sumber daya alam benar benar membawa manfaat bagi generasi sekarang dan masa depan.
Baca juga artikel tentang: Bisulfida dan Emas: Menguak Rahasia Transportasi Logam Mulia dari Perut Bumi
REFERENSI:
Isah, AbdulGaniyu dkk. 2025. Heavy metal contamination driven by artisanal gold mining in the Ile-Ife–Ilesha Schist Belt, Nigeria: Geospatial assessment of pollution sources and hotspots. Environmental Monitoring and Assessment 197 (10), 1081.

