Manusia selama ini dikenal memiliki lima indra utama: sentuhan, penciuman, penglihatan, pendengaran, dan rasa. Kelima indra ini dianggap sebagai cara utama manusia berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Namun, penelitian terbaru yang dipimpin oleh Profesor Charles Spence dari Crossmodal Laboratory di Oxford mengungkapkan bahwa manusia mungkin memiliki lebih dari lima indra. Faktanya, jumlahnya bisa mencapai antara 22 hingga 33 indra. Temuan ini membuka bab baru dalam pemahaman kita tentang tubuh manusia dan bagaimana kita merasakan dunia.

Indra Baru yang Menarik Perhatian
Salah satu indra baru yang diperkenalkan oleh Spence dan timnya adalah proprioception. Proprioception adalah kemampuan untuk menyadari posisi tubuh dan anggota tubuh tanpa melihatnya. Misalnya, saat Anda menutup mata dan menggerakkan tangan ke depan, Anda tetap tahu di mana posisi tangan Anda. Indra ini berkontribusi pada keseimbangan tubuh, bekerja sama dengan sistem vestibular di telinga serta penglihatan.
Selain proprioception, ada interoception. Indra ini memungkinkan kita untuk mengenali perubahan dalam tubuh kita, seperti rasa lapar atau peningkatan detak jantung. Ada juga indra kepemilikan (sense of ownership), yaitu kemampuan untuk merasa bahwa bagian tubuh kita adalah milik kita sendiri. Menariknya, indra ini sering terganggu pada pasien stroke, yang mungkin hanya merasa sensasi pada anggota tubuh mereka tanpa merasa bahwa mereka memiliki kendali atasnya.
Indra lain yang menarik adalah sense of agency, yaitu kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh sesuai keinginan. Kombinasi indra-indra ini memberikan pengalaman yang lebih kompleks dan mendalam kepada manusia dalam memahami tubuhnya sendiri.
Menggabungkan Elemen Indra
Pada tahun 2013, proyek “Rethinking the Senses” diluncurkan di bawah arahan mendiang Profesor Sir Colin Blakemore. Proyek ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana elemen-elemen dari indra dapat dimodifikasi untuk menciptakan pengalaman yang berbeda. Penelitian ini menunjukkan bahwa indra tradisional seperti sentuhan dan rasa sebenarnya jauh lebih kompleks daripada yang kita pikirkan.
Sentuhan, misalnya, bukan hanya sekadar kontak kulit, tetapi juga melibatkan tekanan, rasa gatal, suhu, dan rasa sakit. Begitu pula dengan rasa; rasa tidak hanya berasal dari reseptor di lidah tetapi juga melibatkan penciuman dan sentuhan. Contohnya adalah rasa raspberry atau mawar yang tidak hanya manis tetapi juga memiliki aroma khas yang memperkaya pengalaman rasa.
Penelitian dalam proyek ini menemukan bahwa mengubah satu elemen dari indra dapat mengubah pengalaman seseorang secara keseluruhan. Sebagai contoh, dengan memodifikasi suara langkah kaki seseorang, individu dapat merasa lebih ringan secara fisik. Penemuan lain menunjukkan bahwa audioguide di museum seni Tate Britain yang memberikan kesan seolah-olah model pameran berbicara langsung kepada pengunjung dapat meningkatkan ingatan visual mereka.
Eksperimen Menarik di Pameran “Senses Unwrapped”
Tim “Rethinking the Senses” baru-baru ini mengadakan pameran interaktif bernama “Senses Unwrapped” di Coal Drops Yard, King’s Cross, London. Salah satu eksperimen menarik yang ditampilkan adalah ilusi berat-ukuran. Dalam eksperimen ini, pengunjung diminta mengangkat batu curling kecil, sedang, dan besar untuk menentukan mana yang paling berat. Kebanyakan orang menganggap batu kecil sebagai yang paling berat. Namun, ketika ditimbang, ternyata semua batu memiliki berat yang sama.
Eksperimen ini menunjukkan bagaimana manusia tidak hanya menggunakan sentuhan tetapi juga penglihatan untuk menilai berat suatu benda. Ilusi ini memperlihatkan kompleksitas cara kerja indra manusia dan bagaimana elemen-elemen berbeda saling berinteraksi untuk menciptakan persepsi.
Implikasi Temuan Baru
Penemuan bahwa manusia memiliki lebih dari lima indra membawa dampak besar bagi berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam dunia medis, pemahaman tentang indra seperti proprioception dan interoception dapat membantu dalam rehabilitasi pasien stroke atau individu dengan gangguan neurologis. Di bidang teknologi, temuan ini dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam dunia virtual seperti metaverse, di mana penggabungan berbagai elemen indra dapat menciptakan pengalaman yang lebih realistis.
Selain itu, pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana indra bekerja dapat membuka peluang baru dalam desain produk. Misalnya, penyesuaian suara atau aroma dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman yang lebih memuaskan bagi konsumen.
Kesimpulan
Penelitian terbaru tentang indra manusia menunjukkan bahwa tubuh kita jauh lebih kompleks daripada yang selama ini kita bayangkan. Dengan adanya lebih dari 30 indra, manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk merasakan dunia di sekitarnya melalui kombinasi elemen-elemen yang bekerja secara harmonis. Penemuan ini tidak hanya memperluas wawasan kita tentang biologi manusia tetapi juga membuka peluang baru dalam berbagai bidang seperti medis, teknologi, dan desain.
Dunia indra manusia adalah misteri yang belum sepenuhnya terungkap. Dengan penelitian lebih lanjut, siapa tahu apa lagi yang akan kita temukan? Satu hal yang pasti: tubuh manusia adalah keajaiban yang terus memberikan kejutan luar biasa bagi ilmu pengetahuan.
Referensi
- The Guardian — Wawancara dan laporan sains populer bersama Prof. Charles Spence (Crossmodal Research Laboratory, University of Oxford) tentang konsep manusia memiliki lebih dari lima indra; 2014; diakses 29 Desember 2025.
- Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) — Studi ilmiah tentang interaksi multisensorik, proprioception, interoception, dan persepsi tubuh manusia; berbagai edisi; diakses 29 Desember 2025.
- Oxford Crossmodal Research Laboratory — Publikasi dan dokumentasi riset Charles Spence mengenai persepsi multisensorik dan pengalaman inderawi manusia; diperbarui berkala; diakses 29 Desember 2025.
- Wellcome Collection / Rethinking the Senses Project — Arsip proyek penelitian indera manusia yang dipimpin Sir Colin Blakemore, termasuk pameran “Senses Unwrapped”; 2013–2015; diakses 29 Desember 2025.

