Pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana asal kehidupan kompleks seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan jamur? Para ilmuwan telah lama mencoba menjawab pertanyaan ini, dan kini sebuah penelitian terbaru memberikan wawasan menarik tentang nenek moyang kehidupan kompleks di Bumi. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini mengidentifikasi bahwa nenek moyang semua eukariota mungkin berasal dari satu garis keturunan archaea yang disebut Asgard archaea. Temuan ini membuka jalan baru dalam memahami evolusi kehidupan di planet kita.
Apa Itu Asgard Archaea?
Asgard archaea adalah kelompok mikroorganisme purba yang hidup di lingkungan ekstrem seperti sedimen laut dalam, ventilasi hidrotermal, dan mata air panas. Archaea sendiri adalah organisme bersel tunggal tanpa inti sel yang terikat membran. Namun, uniknya, Asgard archaea memiliki protein yang sebelumnya dianggap eksklusif untuk eukariota. Hal ini menunjukkan hubungan evolusi yang erat antara Asgard archaea dan eukariota, menjadikannya kandidat kuat sebagai nenek moyang kehidupan kompleks.
Salah satu garis keturunan utama dari Asgard archaea yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah ordo Hodarchaeales, atau sering disebut sebagai “Hods”. Organisme dalam ordo ini ditemukan terutama di sedimen laut dan memiliki genom yang besar dibandingkan dengan kerabatnya. Inilah yang membuat mereka menarik untuk diteliti lebih lanjut.
Perjalanan Evolusi Eukariota
Eukariota adalah kategori kehidupan yang mencakup semua hewan, tumbuhan, jamur, dan serangga. Sel eukariotik memiliki ciri khas berupa inti sel yang terikat membran dan organel kompleks seperti mitokondria. Namun, bagaimana kehidupan eukariotik ini pertama kali muncul tetap menjadi misteri besar dalam biologi.
Teori populer menyatakan bahwa eukariota berevolusi sekitar 1,6 hingga 2,2 miliar tahun yang lalu melalui hubungan simbiotik antara archaea dan bakteri yang menggunakan oksigen. Dalam penelitian terbaru ini, para ilmuwan dari University of Texas di Austin berhasil mengidentifikasi bahwa garis keturunan Asgard archaea adalah nenek moyang langsung dari semua eukariota. Penemuan ini memberikan bukti kuat bahwa kehidupan kompleks di Bumi berakar dari mikroorganisme purba ini.
Menyelami Asal-Usul Kehidupan
Salah satu tantangan terbesar dalam penelitian ini adalah mempelajari Asgard archaea, karena organisme ini tidak dapat dikulturkan di laboratorium. Para peneliti harus mengumpulkan sampel dari berbagai lokasi ekstrem seperti ventilasi hidrotermal laut dalam dan sedimen laut. Dari sampel-sampel ini, DNA diekstraksi dan dianalisis menggunakan komputer untuk merekonstruksi genom yang disebut metagenome-assembled genomes (MAGs).
Dari analisis tersebut, para peneliti berhasil menemukan 63 genom baru dari Asgard archaea, memperluas keragaman yang diketahui tentang mikroorganisme ini. Salah satu temuan menarik adalah identifikasi ordo baru bernama Hodarchaeales, yang memiliki genom terbesar dalam kelompok Asgard archaea. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa eukariota berasal dari garis keturunan ini, memperkuat teori bahwa kehidupan kompleks muncul dari domain archaea.
Pohon Evolusi Kehidupan
Untuk memahami hubungan antara Asgard archaea dan eukariota, para peneliti membuat pohon evolusi berdasarkan analisis filogenomik. Hasilnya menunjukkan bahwa eukariota berada dalam “clade” atau kelompok yang terhubung erat dengan Asgard archaea. Ini mendukung teori bahwa sel kompleks seperti yang ada pada manusia dan hewan adalah hasil evolusi dari domain archaea.
Selama perjalanan evolusi dari Heimdallarchaeia (subkelompok Asgard archaea) ke Hodarchaeales, dan akhirnya ke nenek moyang bersama eukariota, terdapat perubahan signifikan dalam cara organisme ini memperoleh energi. Mereka kehilangan jalur metabolik yang dikenal sebagai Wood-Ljungdahl pathway (WLP) dan beralih ke heterotrofisme—menggunakan bahan organik sebagai sumber energi. Perubahan ini mungkin menjadi salah satu langkah penting dalam evolusi menuju kehidupan kompleks.

Mengapa Penemuan Ini Penting?
Penemuan bahwa Asgard archaea adalah nenek moyang eukariota memiliki implikasi besar bagi pemahaman kita tentang evolusi kehidupan. Menurut Brett Baker, profesor biologi integratif dan ilmu kelautan di University of Texas Austin, “Mengetahui nenek moyang bersama ini adalah langkah besar dalam memahami bagaimana mikroba berevolusi menjadi eukariota.” Penelitian ini tidak hanya membantu menjelaskan asal-usul kehidupan kompleks tetapi juga membuka kemungkinan baru untuk mempelajari evolusi biologi di luar Bumi.
Dengan mengungkap hubungan evolusi antara archaea dan eukariota, para ilmuwan dapat lebih memahami bagaimana kehidupan berkembang dari bentuk sederhana menjadi organisme kompleks seperti manusia. Penemuan ini juga memberikan wawasan tentang bagaimana mikroorganisme dapat beradaptasi dan berkembang di lingkungan ekstrem, yang mungkin relevan untuk eksplorasi kehidupan di planet lain.
Kesimpulan
Penelitian tentang Asgard archaea telah membawa kita selangkah lebih dekat untuk memahami asal-usul kehidupan kompleks di Bumi. Dengan mengidentifikasi garis keturunan Hodarchaeales sebagai nenek moyang eukariota, para ilmuwan telah membuka babak baru dalam studi evolusi. Temuan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan kita tentang sejarah kehidupan tetapi juga menyoroti pentingnya eksplorasi ilmiah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang keberadaan kita.
Kehidupan di Bumi adalah hasil dari miliaran tahun evolusi, dan penelitian ini adalah pengingat betapa luar biasanya perjalanan itu. Dari mikroorganisme purba di sedimen laut hingga manusia modern, semuanya bermula dari satu garis keturunan kecil bernama Asgard archaea. Sungguh luar biasa bagaimana ilmu pengetahuan terus mengungkap misteri alam semesta yang tak terhingga.
Referensi
- Williams, T. A., Cox, C. J., dkk. 2025. Reconstructing the archaeal ancestry of eukaryotes using Asgard archaea genomes. Nature: Vol. 637, No. 8024.
- Zaremba-Niedzwiedzka, K., Spang, A., dkk. 2017. Asgard archaea illuminate the origin of eukaryotic cellular complexity. Nature: Vol. 541, No. 7637.
- Spang, A., Stairs, C. W., dkk. 2019. Proposal of the Asgard archaea superphylum and its implications for eukaryogenesis. Nature Microbiology: Vol. 4, No. 7.
- Baker, B. J., Orphan, V. J. 2020. Eukaryotic origins and archaeal evolution revealed by metagenomics. Annual Review of Microbiology: Vol. 74, No. 1.
- University of Texas at Austin — Penjelasan tim peneliti tentang Asgard archaea dan asal-usul eukariota; diakses 29 Desember 2025.
- Nature News & Views — Ringkasan editorial tentang hubungan Asgard archaea dan evolusi eukariota; diakses 29 Desember 2025.
- IFLScience — Artikel sains populer tentang peran Asgard archaea dalam evolusi kehidupan kompleks; diakses 29 Desember 2025.

