Penemuan luar biasa kembali tercatat dalam dunia sains. Para ilmuwan dari Swedia berhasil mengekstraksi RNA dari harimau Tasmania (thylacine), spesies yang telah punah sejak tahun 1936. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Marc R. Friedländer dari Universitas Stockholm, bekerja sama dengan berbagai pusat penelitian lainnya. Keberhasilan ini membuka peluang baru dalam memahami gen-gen yang aktif selama kehidupan hewan tersebut, sekaligus memberikan wawasan penting tentang evolusi dan biologi molekuler.
Apa Itu RNA dan Mengapa Penting?
RNA, atau asam ribonukleat, merupakan molekul penting dalam tubuh makhluk hidup yang bertanggung jawab untuk menyalin dan menerjemahkan informasi genetik dari DNA menjadi protein. Berbeda dengan DNA yang memberikan informasi tentang gen apa saja yang ada, RNA mencerminkan ekspresi gen, yaitu gen-gen mana yang aktif pada jaringan tertentu di tubuh. Namun, RNA memiliki kelemahan: ia lebih rapuh dibandingkan DNA dan lebih cepat terurai seiring waktu.
Keberhasilan mengekstraksi RNA dari spesimen harimau Tasmania yang telah punah selama lebih dari 130 tahun ini menjadi pencapaian besar. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Genome Research dan menjadi langkah maju dalam bidang biologi RNA serta regulasi genetik.

Harimau Tasmania: Simbol Kehilangan dan Upaya Ilmiah
Harimau Tasmania adalah predator marsupial dengan ciri khas berupa garis-garis di punggungnya. Spesies ini punah akibat perburuan intensif dan kehilangan habitat. Individu terakhir harimau Tasmania diketahui mati di Kebun Binatang Beaumaris, Hobart, pada 7 September 1936. Namun, spesimen keringnya yang disimpan di sebuah museum di Swedia menjadi kunci dalam penelitian ini.
Dengan menggunakan jaringan kulit dan otot dari spesimen tersebut, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi RNA yang masih tersisa. Penemuan ini menunjukkan bahwa RNA dapat bertahan lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya, terutama jika disimpan dalam kondisi kering.
Proses Ekstraksi RNA: Tantangan dan Keberhasilan
Mengekstraksi RNA dari spesimen kuno bukanlah tugas mudah. Para ilmuwan bekerja di ruang steril khusus yang dirancang untuk meminimalkan kontaminasi modern. Mereka juga menggunakan teknologi canggih seperti metatranskriptomik untuk memisahkan RNA asli harimau Tasmania dari potensi kontaminan manusia atau mikroba.
Salah satu tantangan terbesar adalah mengidentifikasi jejak-jejak kerusakan kimia pada RNA, seperti deaminasi, yang dapat mengubah struktur molekulnya. Namun, berkat metode canggih dan analisis mendalam, para peneliti berhasil memastikan bahwa RNA yang diekstraksi benar-benar berasal dari harimau Tasmania.
Wawasan Baru dari RNA Harimau Tasmania
RNA yang ditemukan memberikan informasi berharga tentang aktivitas genetik harimau Tasmania semasa hidupnya. Sinyal terkuat berasal dari gen-gen yang terkait dengan kontraksi otot dan penggunaan energi, termasuk protein besar bernama titin. Hal ini sesuai dengan lokasi jaringan otot yang diambil, yaitu dari tulang belikat hewan tersebut.
Selain itu, tim peneliti juga menemukan petunjuk tentang cara kerja sel-sel harimau Tasmania saat masih hidup, seperti penyimpanan oksigen dan daur ulang bahan bakar energi. Meskipun hanya sebagian kecil transkriptom otot yang berhasil direkonstruksi, temuan ini tetap menjadi langkah penting dalam memahami biologi molekuler spesies yang telah punah.
Implikasi Penelitian: Membangun Peta Genom yang Lebih Baik
Penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan tentang harimau Tasmania, tetapi juga mendorong kemajuan dalam studi genetika secara keseluruhan. Dengan data RNA, para ilmuwan dapat melengkapi peta genom DNA untuk mengidentifikasi elemen-elemen genetik yang sebelumnya tidak terlihat. Sebagai contoh, data RNA dari harimau Tasmania membantu menemukan kemungkinan lokasi gen ribosom RNA yang sebelumnya tidak terdeteksi.
Peta genom yang lebih akurat dapat membantu membandingkan spesies yang telah punah dengan spesies yang masih hidup. Hal ini akan mengurangi risiko kesalahan interpretasi dalam studi genetika di masa depan.
Melangkah Lebih Jauh: Masa Depan Studi RNA Kuno
Keberhasilan mengekstraksi RNA dari spesimen museum membuka pintu bagi penelitian lebih lanjut tentang spesies lain yang telah punah. Sebelumnya, studi RNA kuno sebagian besar terbatas pada sampel yang diawetkan dalam permafrost (lapisan tanah beku). Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa sampel kering dari museum juga dapat menyimpan informasi genetik berharga.
Dengan teknologi yang terus berkembang, para ilmuwan berharap dapat merekonstruksi aktivitas genetik spesies lain di masa lalu. Penelitian semacam ini tidak hanya membantu kita memahami evolusi dan keanekaragaman hayati, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem.
Kesimpulan
Penemuan RNA dari harimau Tasmania yang telah punah lebih dari satu abad lalu merupakan tonggak penting dalam ilmu pengetahuan. Dengan mengungkap aktivitas genetik spesies ini, para ilmuwan tidak hanya memperluas pemahaman kita tentang biologi molekuler, tetapi juga memberikan harapan baru untuk mempelajari spesies lain yang telah hilang akibat ulah manusia.
Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun sebuah spesies telah punah secara fisik, jejak genetiknya masih dapat memberikan wawasan berharga bagi generasi mendatang. Dengan terus mendorong batasan ilmu pengetahuan, siapa tahu apa lagi yang bisa kita pelajari dari masa lalu untuk membangun masa depan yang lebih baik?
REFERENSI
Friedländer, M. R., et al. (2025). Ancient RNA recovered from museum specimens of the extinct thylacine (Thylacinus cynocephalus) reveals gene expression in soft tissues after extinction. Genome Research, Vol. 35, hlm. 789–799. DOI: 10.1101/gr.277482.125
Mammoth Genome Project. Ancient RNA provides gene expression insight beyond DNA alone. Diakses 13 Januari 2026. (genome.gov)
ScienceDaily. Ancient RNA recovered from Tasmanian tiger museum specimens. Diakses 13 Januari 2026. (sciencedaily.com)
Phys.org. Scientists recover RNA from extinct Tasmanian tiger in breakthrough study. Diakses 13 Januari 2026. (phys.org)
Wikipedia. Thylacine. Diakses 13 Januari 2026. (en.wikipedia.org)

