Pengetahuan Terkait Perpetual Inventory System: Definisi hingga Metodenya

Perpetual inventory system merupakan suatu sistem yang diterapkan pada aspek persediaan stok barang atau inventaris. Melalui penerapan perpetual inventory sistem, […]

blank

Perpetual inventory system merupakan suatu sistem yang diterapkan pada aspek persediaan stok barang atau inventaris.

Melalui penerapan perpetual inventory sistem, aktivitas fisik pada aspek operasional ini akan berkurang. Sekalipun aspek fisik dalam operasional ini berkurang, namun validasi dan transparansi data terkait stok atau inventaris perusahaan harus tetap terjaga.

Guna memudahkan proses pemahaman Anda mengenai topik ini. Berikut RedERP telah merangkum wawasan soal topik terkait pada artikel di bawah inI!

Apa Itu Perpetual Inventory System?

RedERP mengungkapkan bahwa perpetual inventory system adalah adalah sistem yang dirancang untuk memudahkan proses metode pencatatan serta pelacakan aktivitas seluruh stok barang atau inventaris secara real time, berkala, dan akurat.

Aktivitas yang dimaksud ialah terkait transaksi penerimaan serta pengeluaran barang, dan pengembalian atas pembelian barang oleh perusahaan.

Melalui pengimplementasian sistem ini, perusahaan dapat mengetahui kondisi terkini stok barang atau inventaris di gudang hingga tren penjualan mereka.

Perpetual inventory system wajib diterapkan oleh setiap perusahaan yang memiliki volume penjualan dan pemesanan sangat tinggi seperti FMCG (Fast Moving Consumer Goods), manufaktur, retail, dan sejenisnya.

Perpetual inventory system terdiri dari sistem manajemen aset, Point of Sale (POS), pemindai kode batang atau RFID (Radio Frequency Identification), dan sebuah perangkat lunak khusus terkait.

Secara garis besar, alur kerja sistem ini dimulai saat terdapat aktivitas keluar-masuk stok barang atau inventaris di gudang perusahaan. Sistem ini kemudian melakukan perhitungan otomatis terhadap stok barang atau inventaris di gudang secara menyeluruh demi menghasilkan catatan akuntansi akurat yang dibutuhkan perusahaan.

Perpetual inventory system juga mampu memastikan perusahaan memahami pendapatan dan nilai Cost of Goods Sold (COGS) yang sesuai.

Alhasil, perusahaan dapat mencegah terjadinya kerugian saat memproduksi barang atau layanan jasa mereka.

.

Perbedaan Perpetual Inventory System & Perpetual Periodic System

Selain sistem perpetual inventory, terdapat metode perpetual periodic system yang umumnya juga diterapkan dalam mencatat dan memantau stok barang atau inventaris perusahaan. Adapun keduanya memiliki perbedaan yang bisa diidentifikasi dari level pengoperasian hingga aspek waktu.

Berikut ini poin-poin perbedaan antara perpetual inventory dan perpetual periodic system.

1. Skala Waktu Pembaruan Data

Metode perpetual inventory system selalu memperbaharui data inventaris dan stok barang perusahaan secara berkala karena sudah terotomatisasi dengan baik.

Berbeda dengan perpetual periodic system yang masih mengandalkan aktivitas fisik atau cara manual dalam pengoperasiannya.

2. Fleksibilitas Perhitungan HPP

Perpetual inventory system mampu menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) kapan saja sesuai kebutuhan perusahaan.

Adapun perpetual periodic system hanya dapat melakukan perhitungan harga pokok penjualan pada akhir periode akuntansi dan memerlukan pengecekan persediaan barang secara fisik terlebih dahulu.

3. Media Pengoperasian

Sistem perpetual inventory memerlukan perangkat lunak dalam mengimplementasikan setiap programnya agar dapat memantau ribuan transaksi dan stok barang.

Sedangkan perpetual periodic system dapat diterapkan tanpa membutuhkan perangkat apapun karena bersifat manual.

4. Level Pengoperasian

Sistem perpetual inventory lebih instan digunakan karena sudah terkomputerisasi dan terotomatisasi dengan baik. Hal itu tidak seperti perpetual periodic system yang cenderung memakan banyak waktu karena masih dioperasikan secara manual.

5. Kualitas Penyajian Data

Perpetual inventory system dapat menghasilkan data transaksi hingga aktivitas persediaan perusahaan terkini secara komprehensif dengan tingkat akurasi informasi yang tinggi.

Sementara itu, perpetual periodic system belum mampu menyajikan hasil data berakurasi tinggi dalam praktiknya.

6. Estimasi Waktu dan Biaya Pengoperasian

Sistem perpetual inventory mampu menjalankan tugasnya secara cepat dan tidak membutuhkan banyak biaya dalam pengoperasiannya. Sementara itu, penerapan perpetual periodic system masih terbilang kurang efisien.

7. Syarat Pengguna

Penerapan perpetual inventory system disarankan untuk usaha bisnis yang tergolong besar karena level pengoperasiannya tergolong sulit bagi usaha kecil.

Sebaliknya, perpetual periodic system sangat cocok bagi usaha bisnis kecil sebab mudah dijalankan.

8. Kemampuan dalam Menemukan Kesalahan

Sistem perpetual inventory bisa memudahkan perusahaan dalam memecahkan kesalahan operasional karena data yang disajikan komprehensif, terkini, dan akurat.

Berbeda dengan perpetual periodic system yang tidak mampu melakukan hal serupa, karena tingkat akurasi data tergolong rendah.

.

Metode

Setidaknya terdapat 3 metode yang digunakan dalam perpetual inventory system antara lain FIFO perpetual inventory method, LIFO perpetual inventory method, dan Weighted Average Cost perpetual inventory method.

Berikut penjelasan mengenai ketiya metode tersebut.

1. FIFO Perpetual Inventory Method

Metode perpetual inventory FIFO (First-In, First-Out) berpacu pada asumsi bahwasanya arus biaya item pertama yang diterima dalam persediaan adalah item awal yang terjual. Jadi, dapat disimpulkan persediaan yang tersisa di akhir periode merupakan barang terakhir yang dibeli atau diproduksi.

2. LIFO Perpetual Inventory Method

Perpetual inventory LIFO (Last-In, Last-Out) adalah kebalikan dari FIFO, di mana metode ini mengansumsikan bahwasanya arus biaya barang terakhir yang diterima dalam persediaan merupakan item pertama yang terjual. Sementara persediaan yang tersisa di akhir periode penjualan merupakan item paling lama yang terbeli atau diproduksi.

3. Weighted Average Cost Perpetual Inventory Method

Selanjutnya ada Weighted Average Cost (WAC), yaitu metode perpetual inventory yang memberikan asumsi penggunaan harga pokok terhadap penjualan rata-rata seluruh persediaan.

Weighted Average Cost merupakan metode yang paling sederhana untuk diterapkan, sebab penggunanya tidak akan dapat memanipulasi nilai pendapatan semudah metode perpetual inventory lainnya.

Nah, untuk mengelola perpetual inventory system, Anda tidak perlu khawatir karena kini sudah ada Software ERP RedERP. Software ini akan memudahkan Anda dalam melacak dan mencatat aktivitas stok barang agar lebih efektif dan efisien.

Jika Anda ingin mengenal lebih lanjut tentang Software ERP RedERP, segera kunjungi situsnya, ya. Sekian informasi mengenai topik terkait pada artikel ini. Semoga dapat memberikan manfaat untuk Anda!

Source: RedERP

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *