Potensi Katalis Dalam Pengembangan Biodiesel Di Indonesia

Print Friendly, PDF & Email

📈 Artikel ini telah dibaca 117 kali

Prolog

Hallo semuanya bagaiman kabar kalian? semoga senantiasa baik dan berbahagia yaa. Penulis akhirnya memiliki kesempatan untuk menuliskan salah satu topik yang menarik khususnya dalam bidang energi.

Salah satu penunjang aktivitas manusia setiap harinya adalah transportasi. Transportasi dapat berjalan apabila terdapat bahan bakar, jenis bahan bakar antara lain bensin dan solar. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Indoneisa pada kuartal III 2021 naik 3,19% menjadi 48,59 juta kiloloter berbanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya (1). Hal ini menyimpulkan bahwa setiap tahunnya konsumsi bahan bakar minyak akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk dan volume kegiatan ekonomi. Dengan latar belakang yang sudah penulis sudah utarakan perlu untuk segera melakukan pengembangan bahan bakar alternatif untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak. Pembuatan biodiesel menggunakan katalis adalah salah satu langkah yang terbilang tepat.

Katalis Secara Umum

Merupakan zat yang ditambahkan dalam sistem reaksi untuk mempercepat reaksi. Katalis dapat menyediakan situs aktif yang befungsi untuk mempertemukan reaktan dan menyumbangkan energi dalam bentuk panas sehingga
molekul pereaktan mampu melewati energi aktivasi secara lebih mudah. J.J. Berzelius menemukan katalis pada tahun 1836 sebagai komponen yang dapat meningkatkan laju reaksi kimia, namun tidak ikut bereaksi (2). Kemampuan katalis inilah yang membuat para peneliti mulai mencari berbagai cara untuk mengembangkan potensi katalis demi memenuhi kebutuhan industri. Penggunaan katalis di Indonesia hingga 500 juta dollar AS (7 triliun rupiah). Perkembangan katalis hingga saat ini masih dapat mengalami peningkatan yang berbanding lurus dengan kebutuhan industri, seperti industri minyak dan biodiesel. Seiring berjalannya waktu, para peneliti mencari terobosan-terobosan baru dengan menggunakan bahan alternatif dengan biaya seminimal mungkin.

Pembuatan Biodiesel

Salah satu potensi dari penggunaan katalis di indonesia ada di bidang biodiesel. Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang terbuat dari minyak nabati. Kelebihan biodiesel yaitu bahan bakar tidak menyebabkan pemanasan global. Terbukti dari emisi yang tidak terbakar partikulat dan udara beracun yang lebih rendah dibandingkan dengan BBM.  Biodiesel tersusun dari berbagai macam ester dan asam lemak yang proses produksinya dari minyak tumbuhan atau lemak hewan. Potensi dari minyak nabati sebagai sumber bahan bakar sangat besar akan tetapi harus melewati pengolahan tertentu. Beberapa jenis tanaman yang memiliki kandungan minyak nabati beserta kadarnya.

NoNamaSumberKadar %-b-krP/NP
 Saga utanInti biji14-28P
 KemiriInti biji57-59P
 Kemiri cinaInti biji–P
 SirsakInti biji20-30NP
 SrikayaBiji15-30NP
 Kacang suukBiji35-55P
 NimbaDaging biju40-50NP
Keterangan: kr= kering, P= minyak/lemak pangan(edible fat/oil); NP= minyak/lemak Non Pangan (non-edible fat/oil) (Soerawidjaja et al, 2005).

 Keterangan: kr= kering, P= minyak/lemak pangan(edible fat/oil); NP= minyak/lemak Non Pangan (non-edible fat/oil) (Soerawidjaja et al, 2005).

Pembuatan biodiesel pada saat ini yaitu dengan metode transesterifikasi dari minyak nabati dengan katalis basa seperti NaOH, KOH, dan  NaOCH3. Laju reaksi dengan katalis basa lebih cepat karena suatu karbonil dapat di serang langsung oleh nukleofilik tanpa protonasi hal ini tidak terjadi apabila memakasi katalis asam (4). Katalis yang terpakai adalah katalis heterogen karena dapat digunakan kembali sebagai katalis sehingga proses menjadi lebih sederhana apabila dibandingkan dengan katalis homogen yang memiliki kerugian dalam hal efisiensi.

Upaya Pemerintah Pusat

Upaya pemerintah untuk mengembangkan industri katalis pada tahun 2020 dalam bidang biodiesel diwujudkan dalam pembuatan pabrik katalis merah putih dalam skala besar atau komersial. Menurut Agus gumiwang selaku menteri perindustrian (Menperin) “Kami sangat mendukung pembangunan pabrik katalis skala besar atau komersial. Apalagi, hampir seluruh produksi bahan kimia membutuhkan katalis sebagai jantung proses produksi, sehingga pasar katalis dalam negeri menjadi sangat potensial”. Dukungan juga diberikan dalam hal regulasi perizinan indstri, SNI katalis dan pajak. Dengan katalis merah putih indonesia dapat menghasilkan bahan bakar fosil yang bisa digantikan oleh biohidrokarbon 100 persen dari minyak sawit. Umur pakai katalis akan semakin lama apabila katalis yang digunakan semakin sedikit.

Jumlah kebutuhan katalis dalam setiap pembuatan bahan bakar dari minyak kelapa sawit pun berbeda-beda. Untuk perekahan (cracking) yang dilakukan Pertamina, dibutuhkan 0,5 kilogram katalis untuk satu barel minyak sawit (159 liter). Kini sudah diproduksi sedikitnya 140 ton katalis yang digunakan di delapan reaktor di lima kilang Pertamina. Campur tangan industri sangat signifikan dalam pengembangan katalis, mulai dari skala laboratorium hingga skala industri karena reaktor berskala besar hanya dimiliki oleh industri (5)(6)(7).

REFERENSI

  1. https://katadata.co.id/rezzaaji/berita/61776d156db13/konsumsi-bbm-masyarakat-dan-industri-meningkat-imbas-pelonggaranppkm#:~:text=Berdasarkan%20data%20Kementerian%20ESDM%20konsumsi,6%2C1%20juta%20metrik%20ton. Di akses pada tanggal 8 April 2021 pukul 1.04 WIB
  2. Widyawati, Y. 2007. Disain Proses Dua Tahap Esterifikasi-Transesterifikasi(Estrans) pada Pembuatan Metil Ester (Biodiesel) dari Minyak Jarak Pagar (Jatrophacurcas, L). Thesis. Institut Pertanian Bogor.
  3. Soerawidjaja, T. H. (2006, April). Fondasi-fondasi ilmiah dan keteknikan dari teknologi pembuatan biodiesel. In Handout Seminar Nasional “Biodiesel Sebagai Energi Alternatif Masa Depan” UGM Yogyakarta.
  4. Supandi. (2003). Pembuatan Biodiesel Melalui Transesterifikasi Minyak Kelapa Menggunakan    Metanol dengan Katalis Natrium Metoksida (NaOCH3), Skripsi S1, Jurusan Kimia MIPA, UNS, Surakarta
  5. https://www.astra-agro.co.id/2019/05/20/formula-katalis-merah-putih/2 di akses pada tanggal 8 April 2022 pukul 1.25 WIB
  6. https://truckmagz.com/pengembangan-industri-katalis-jadi-nilai-tambah-implementasi-biodiesel/ di akses pada tanggal 8 April 2022 pukul 1.26 WIB
  7. https://mediaindonesia.com/humaniora/260334/katalis-merah-putih-dukung-biodiesel-sawit di akses pada tanggal 8 April 2022 Pukul 1.26 WIB

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Cari artikel lain: Baca artikel lain:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.