Sistem Bintang di Angkasa Ada Apa Saja Sih?

Ada banyak sekali bintang di luar angkasa yang menghiasi langit yang terlihat indah di malam hari. Bintang-bintang tersebut tersebar di langit dan memiliki keunikan masing-masing sehingga membuat para astronom penasaran untuk mempelajarinya. Salah satu keunikannya adalah beberapa bintang yang mengorbit satu sama lain atau bintang tunggal yang di sebut dengan Sistem Bintang. Hampir 4 per 5 bintang yang pernah atau bisa di amati bukanlah bintang tunggal seperti Matahari melainkan sistem binary atau lebih bintang yang mengorbit satu sama lain.

Apa Sih Sistem Bintang Itu

Sebelum kita mengenal jauh tentang sistem bintang, apa sih sistem bintang itu? Sistem bintang adalah suatu sistem yang terdiri dari satu atau beberapa bintang dan biasanya sistem keplanetan yang terbentuk akibat tarikan gravitasi. Di antara sistem bintang terdapat tata surya yang terdiri dari Matahari dan objek-objek lain lain, termasuk Bumi yang mengorbitnya. Sekelompok besar bintang yang terikat oleh gravitasi umumnya di sebut gugus bintang atau galaksi. Meskipun begitu umumnya sih mereka juga merupakan sistem bintang. 

blank
Sistem Bintang EZ Aquarii termasuk sistem bintang Trinary

Perlu di ingat juga bahwa sistem bintang jangan di samakan dengan sistem planet. Maksudnya adalah benda yang mencakup planet dan benda serupa seperti komet, asteroid dan benda-benda sejenisnya. Sistem bintang sendiri bermacam-macam, ada yang terdiri dari sistem bintang tunggal, sistem ganda, sistem trinary dan lain sebagainya.

Ada banyak Sistem bintang yang tersebar di alam semesta. Seperti yang kita tahu bahwa 4 per 5 dari bintang yang di amati bukanlah bintang tunggal seperti Matahari. Pastinya di antara kalian pastinya tahu sistem bintang tunggal ini. Jika belum tahu bahwa sistem bintang tunggal ini memang hanya terdiri dari satu bintang saja. Salah satu contohnya adalah matahari, VY Canis Majoris, Betelgeuse, dan lain sebagainya. Selain itu ada sistem bintang lain, apa sajakah itu ?

Sistem Bintang Binary Atau Ganda

Perlu di ketahui bahwa sistem bintang ganda juga disebut juga sistem bintang Binary. Pertama kali di temukan tahun 1617. Awalnya ini merupakan sebuah permintaan rekan ilmuwan Galileo Galilei. Dia lalu mengarahkan teleskopnya ke arah bintang kedua dari ujung Asterisma Big Dipper yang berada di Ursa Mayor. Pengamatan awal Galileo mengungkapkan bahwa 1 bintang yang di amati merupakan 2 bintang, yang kini di konfirmasikan terdiri dari 6 bintang.

Sistem binary ini dapat di klasifikasikan berdasarkan yang mereka amati yaitu :

  1. Sistem binary visual. Kedua bintang terpisah cukup jauh sehingga bisa terlihat secara terpisah lewat teleskop di langit malam. Ada sekitar 5-10% bintang yang termasuk sistem bintang binary visual.
  2. Sistem Biner Spektroskopi, yaitu sistem biner yang kedua bintang tersebut saling berdekatan. Biasanya para astronom harus mengukur terlebih dahulu panjang gelombang cahaya yang dipancarkan bintang-bintang dalam sistem biner spektroskopi dalam menentukan sifat binernya.
  3. Ada lagi Biner Gerhana, biasanya jenis ini bisa di sebut biner visual atau biner spekstoskopi. Karena dalam pandangan dari Bumi keduanya saling menggerhanai satu sama lain. Masih bingung ? Jadi begini, anggaplah kita tinggal di suatu markas di planet Venus atau Mars. Saat kita pantau planet Bumi menggunakan teleskop itu terlihatlah Bumi lebih dekat daripada Bulan sehingga terciptalah gerhana dan mereka pun saling bergantian di mana Bulan lebih dekat dari Bumi. Contoh lain adalah gerhana matahari di mana posisi bulan sejajar dengan Matahari. Itulah yang terjadi pada sistem biner gerhana.
  4. Terakhir ada Sistem Biner Astrometri, yaitu bintang biner yang hanya terlihat salah satunya saja. Ini di karenakan bintang sekunder redup hanya efek gravitasinya saja yang terdeteksi dari pergerakan aneh si bintang primer. Ada beberapa hal yang menjadikan bintang sekunder itu tidak terlihat. Bisa jadi bintang itu terlalu redup untuk di lihat oleh teleskop, atau bisa jadi bintang primer terlalu silau sehingga menyembunyikan bintang sekunder itu.

Tipe-Tipe Planet Sistem Binary

blank
Sirius adalah sistem bintang binary yang terdiri dari dua bintang putih dengan jarak sekitar 20 AU (kira-kira jarak antara Matahari dan Uranus) dan periode 50,1 tahun. 

Layaknya sistem bintang tunggal, sistem ini juga memungkinkan adanya sebuah planet di dalamnya. meskipun begitu tidak semua bintang biner memiliki planet. Perlu di ketahui terdapat 2 tipe sistem biner ini yang memiliki planet, yaitu Tipe orbital P dan Tipe Orbital S, apa maksud keduanya itu ?

  • Orbital Type S

Untuk Sistem Biner Tipe S, bintang itu hanya mengorbit 1 bintang saja, biasanya bintang ini cukup dekat dengan bintang induknya di bandingkan jarak antara 2 bintang. Orbitnya tidak selamanya stabil, kenapa? Karena bintang pendamping yang tidak di dampingi planetnya dapat mengganggu jalur orbit planet dengan gravitasinya. Ini mungkin dapat berujung pada penempatan planet pada jalur tabrakan dengan salah satu bintang.

  • Orbital Type P

Lain halnya dengan Tipe P, Tipe ini biasanya disebut dengan planet-planet sirkumbiner atau planet Tatooine. Planet yang berada dalam tipe ini biasanya di temukan mengorbit 2 bintangnya pada jarak yang jauh lebih besar daripada jarak yang memisahkan kedua bintang tersebut. Adapun jarak minimal pemisahan bintang ke planet stabil adalah 2-4 kali jarak pemisahan 2 bintang induknya, atau memiliki periode orbit kira-kira 3-8 periode orbit 2 bintang induknya.

Sistem Bintang Hierarkis

Perlu diketahui bahwa kebanyakan sistem multibintang itu sudah diatur dalam sistem hierarkis. Nah, bintang-bintang dalam sistem tersebut dapat di bagi menjadi dua kelompok yang kecil. Dimana masing-masing melintasi orbit yang lebih besar di sekitar pusat massa sistem. Masing-masing kelompok yang lebih kecil ini juga harus hierarkis, yang berarti bahwa mereka harus dibagi lagi menjadi subkelompok yang lebih kecil dan menjadi hierarkisnya sendiri. Hal ini berlaku seterusnya.

Sistem bintang ganda hierarkis dengan lebih dari tiga bintang dapat menghasilkan sejumlah pengaturan yang lebih rumit. Pengaturan ini dapat diatur oleh apa yang Evans (1968) sebut sebagai diagram bergerak, ini terlihat mirip dengan ponsel hias yang digantung di langit-langit. terdapat contoh sistem hierarkis pada gambar dibawah. Setiap level diagram menggambarkan penguraian sistem menjadi dua atau lebih sistem dengan ukuran yang lebih kecil. 

blank
Sistem Hierarkis terdiri dari :
a. multipleks
b. sistem biner
c. sistem rangkap tiga, hierarki 2
d. sistem empat kali lipat, hierarki 2
e) sistem empat kali lipat, hierarki 3
f) sistem quintuple, hierarki 4.

Evans memanggil diagram multipleks jika ada simpul dengan lebih dari dua, yaitu jika dekomposisi beberapa subsistem melibatkan dua atau lebih orbit dengan ukuran yang sebanding. Karena, seperti yang telah kita lihat untuk bintang rangkap tiga mungkin tidak stabil, banyak bintang di harapkan menjadi simpleks, yang berarti bahwa pada setiap tingkat ada tepat dua anak. Evans menyebut jumlah level dalam diagram sebagai hierarkinya.

Sistem Hierarki Ada Apa Saja Sih?

Sistem bintang Hierarki memang ada berbagai macam. Salah satunya yang terlihat di gambar B yang menggambarkan sistem binary, ini merupakan diagram simplex hierarki 1. Diagram simpleks hierarki 2 dapat menggambarkan sistem rangkap tiga, seperti pada gambar C, atau sistem quadenary, seperti pada gambar D

Diagram simpleks hierarki 3 dapat menggambarkan sistem dengan empat hingga delapan komponen.  Nah, Diagram bergerak di bagian E pada gambar menunjukkan contoh sistem quadruple dengan hierarki 3, terdiri dari satu komponen jauh yang mengorbit sistem biner dekat, dengan salah satu komponen biner dekat menjadi biner yang lebih dekat.

Hierarki yang lebih tinggi juga kemungkinan bisa juga disebut. Sebagian besar hierarki yang lebih tinggi ini ada yang stabil atau mengalami gangguan internal. Lainnya ada yang menganggap beberapa bintang kompleks pada waktunya secara teoritis akan hancur menjadi beberapa bintang yang kurang kompleks. Salah satunya seperti tiga atau empat kali lipat yang lebih umum yang mungkin diamati.

Sistem Bintang Trinary

blank
Sistem bintang tiga Algol dicitrakan dalam inframerah-dekat oleh interferometer CHARA dengan resolusi 
0,5 mas pada tahun 2009. Bentuk Algol C adalah artefak.

Pada sistem ini, ada tiga bintang yang mengorbit satu sama lain. Sistem bintang ini termasuk kedalam sistem dengan hierarkis 2. Salah satu contohnya adalah Alpha Centauri. Ini adalah sistem bintang tiga , yang terdiri dari : Centauri A (resmi Rigil Kentaurus), Centauri B (resmi Toliman), dan bintang terdekat Centauri C (resminya Proxima Centauri).

Contoh Lain dari sistem ini adalah sistem bintang Polaris yang berjarak 323 tahun cahaya dari Bumi. Disana ada Polaris B, Polaris AB dan yang terbesar adalah Polaris A. Karena posisinya seperti garis lurus, dan terlihat berdekatan. Bintang Polaris A memiliki ukuran paling besar setara 4,5 – 6x daripada matahari. Bintang Polaris Ab mengorbit bintang induknya dengan jarak 3,2 miliar km. Sedangkan bintang Polaris B memiliki jarak 370 miliar km dari kedua bintang itu tapi berdiri sendiri. Hanya bintang Polaris A yang berukuran besar, sisanya masuk kategori bintang kerdil.

Sistem Bintang Quartenary

blank
Gambar ini merupakan bintang DI Chamaeleontis A dan B dimana masing-masing merupakan bintang binary

Sistem ini merupakan sistem yang terdiri dari 4 bintang yang saling mengorbit satu sama lain. Ini termasuk sistem dengan hierakis 2 seperti gambar bagian D atau hierarkis 3 seperti pada gambar bagian E di atas. Salah satunya adalah bintang Capella yang merupakan sistem bintang kuarter yang di susun dalam dua pasangan biner. Bintang ini terdiri dari bintang Capella Aa, Capella Ab, Capella H dan Capella L.

Selain itu ada juga bintang Xi Tauri yang berada di rasi Taurus. Xi Tauri adalah bintang Quartenary yang berklarifikasi spektroskopi dan gerhana. Ini terdiri dari tiga kurcaci deret utama tipe B biru-putih. Dua bintang membentuk sistem biner gerhana dan berputar mengelilingi satu sama lain setiap 7,15 hari sekali. Dan pada gilirannya mengorbit bintang ketiga setiap 145 hari sekali. Bintang keempat dari sistem ini bintang F yang mengorbit tiga bintang lainnya dalam periode orbit sekitar lima puluh tahun.

Ada juga bintang DI Chamaeleontis, yang juga dikenal sebagai Hen 3-593 atau HIP 54365. Bintang ini adalah sistem bintang kuarter yang terletak di konstelasi Chamaeleon. Sistem ini kira-kira berjarak sekitar 700 tahun cahaya dari planet Bumi.

Sistem Quintenary

Ada lagi sistem Quintenary atau sistem bintang yang terdiri dari 5 bintang yang saling mengorbit satu sama lain. Contoh dari sistem ini adalah HD 155448 yang merupakan sistem yang terdiri dari 5 bintang muda tipe B bernama HD 155448 A, B1, B2, C, dan D. Dengan magnitudo semu sekitar 8,72, bintang ini terlalu redup untuk terlihat dengan mata telanjang. Diketahui bahwa bintang HD 155448 A merupakan komponen utama dari sistem ini.

Ada juga sistem bintang lain yang termasuk sistem quintenary. Salah satunya ada Delta Orionis, KIC 4150611, 1SWASP J093010.78+533859.5 dan masih banyak lagi bintang lainnya.

Adakah Sistem Bintang Yang Lebih Banyak Lagi?

blank
Beginilah Hierarki Dari Orbit Bintang Castor

Sebenarnya selain sistem di atas, masih ada lagi sistem bintang lain yang perlu anda ketahui, yaitu sistem Sextenary dan Septenary. Sextenary sendiri merupakan sistem yang terdiri dari 6 bintang yang saling mengorbit. Salah satu contohnya adalah Bintang Beta Tucanae yang tampaknya terikat secara longgar ke dalam sistem yang terletak di konstelasi Tucana. Sistem ini di ketahui berjarak sekitar 140 tahun cahaya dari Bumi.

Ada juga bintang Castor yang merupakan sistem dengan 6 bintang. Bintang ini ada tiga komponen visual, yang semuanya adalah biner spektroskopi. Tampak dengan mata telanjang sebagai bintang tunggal, tetapi sebenarnya adalah sistem bintang sextenary yang di susun menjadi tiga pasangan biner. Lebih tepatnya terdiri dari bintang Castor Aa, Castor Ab, Castor Ba, Castor Bb, Castor Ca, dan Castor Cb. Sistem ini berjarak sekitar 51 tahun cahaya dari planet Bumi dan berada di rasi Gemini. Gambar di samping merupakan hierarki dari sistem bintang Castor.

Lanjut ke Sistem bintang Septenary, ini menjadi sistem terbanyak yang penulis ketahui untuk saat ini. Adapun jumlah bintang yang ada dalam sistem ini terdapat 7 bintang sang saling mengorbit satu sama lain. Pasti sebagian di antara kita ada yang tidak percaya ada sistem yang sebanyak ini, namun beginilah faktanya.

Salah satu contoh dari sistem bintang Septenary adalah NU Scorpii yang berjarak sekitar 470 tahun cahaya dari Bumi. Ini adalah salah satu dari dua sistem yang di kenal, yang lainnya adalah AR Cassiopeiae. Untuk Nu Scorpii di bagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu Nu Scorpii AB dan Nu Scorpii CD. CD Nu Scorpii terletak 41 detik busur dari Nu Scorpii A, dan juga di kenal sebagai HR 6026.

Lalu Bagaimana Dengan Sistem Cygnus X-1?

blank
Gambar Sinar X Cygnus X-1 ini diambil oleh teleskop balon, proyek High-Energy Replicated Optics. Sumber: NASA.

Pada dasarnya sistem Cygnus X-1 adalah sistem binary atau sistem ganda. Cygnus X-1 pertama kali ditemukan ketika sepasang penghitung Geiger di ledakkan tinggi ke atmosfer di atas roket sub-orbital. Penghitung Geiger mengambil sinyal bahwa para ilmuwan dapat melacak kembali ke sistem yang berisi bintang supergiant biru yang mengorbit objek besar lainnya sekitar 7.200 tahun cahaya. Objek kedua, yang juga memancarkan sinar-X dengan kuat, lebih masuk akal jika itu merupakan lubang hitam.

Nah sistem ini membentuk sistem binary dimana mereka mengorbit di sekitar mereka pusat massa setiap 5.599829 hari sekali. Dari perspektif Bumi, objek padat tidak pernah berjalan di belakang bintang lain. Dengan kata lain, sistem ini bukan termasuk sistem biner gerhana. Namun, kemiringan bidang orbit ke garis pandang dari Bumi tetap tidaklah pasti, dengan prediksi berkisar antara 27-65°. Pada sebuah studi tahun 2007 memperkirakan kemiringannya adalah 48,0 ± 6,8°, yang berarti bahwa sumbu semi-mayor adalah sekitar 0,2 SA, atau 20% jarak dari Bumi ke Matahari. 

Penemuan Cygnus X-1 merupakan langkah besar dalam perkembangan astronomi sinar-x. Ketika instrumen yang lebih baik diputar untuk melihat Cygnus X-1, para astronom mulai merasakan apa yang mungkin saja terjadi. Itu juga memancarkan sinyal radio yang terjadi secara alami, yang membantu para astronom mengetahui dengan tepat di mana sumbernya. Tampaknya sangat dekat dengan bintang yang di sebut HDE 226868.

Namun, itu bukan sumber emisi sinar-x dan radio karena tidak cukup panas untuk menghasilkan radiasi yang begitu kuat. Pengamatan lebih lanjut mengungkapkan sesuatu yang cukup besar untuk menjadi lubang hitam bintang yang mengorbit dalam sistem dengan bintang super raksasa biru. Sistem itu mungkin berusia sekitar lima miliar tahun, yang kehilangan sekelompok massanya, dan kemudian runtuh membentuk lubang hitam. Radiasi kemungkinan berasal dari sepasang jet yang memanjang keluar dari lubang hitam, yang cukup kuat untuk memancarkan sinyal sinar-x dan radio yang kuat.

Penutup

Sebenarnya masih ada sistem bintang lain yang mungkin saja belum terdeteksi di luar angkasa. Berbagai sistem bintang yang sudah di jelaskan hanyalah apa yang penulis tahu saja. Mulai dari sistem bintang tunggal hingga sistem septenary dan sistem bintang Cygnus X-1 juga. Semoga bermanfaat, mohon koreksinya ya bila ada kesalahan, terima kasih.

Sumber

Jurnal :

Hussein, G. A. J, N. S. Brickhouse, A. K. Dupree, F. Reale, F. Favata, M. M. Jardine, 2012, Chandra study of the eclipsing M dwarf binary, YY Gem, https://iris.unipa.it/retrieve/handle/10447/73026/70837/j.1365-2966.2012.20894.x.pdf, hal 1-12, akses terakhir 18 Oktober 2021

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Rachmat Arief Murditanto
Latest posts by Rachmat Arief Murditanto (see all)
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *