Rumah sakit kini bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Setiap pemeriksaan, konsultasi, pemeriksaan laboratorium, hingga aktivitas administrasi menghasilkan data digital dalam jumlah sangat besar. Data ini mengalir dari komputer dokter, laboratorium, ruang radiologi, hingga server berbasis cloud yang menyimpan rekam medis jutaan pasien. Kehidupan rumah sakit saat ini lebih mirip pusat data raksasa dibandingkan institusi kesehatan tradisional. Kenyataan ini menciptakan peluang luar biasa untuk efisiensi pelayanan, namun sekaligus membuka celah besar bagi risiko pencurian data dan serangan siber.
Para peneliti melihat ancaman tersebut semakin mengkhawatirkan, terutama karena data kesehatan memiliki nilai jauh lebih tinggi dibanding data keuangan. Rekam medis tidak dapat diganti, tidak dapat direset, dan tidak dapat dihapus begitu saja. Jika data kartu kredit bocor, pemiliknya dapat memblokir kartu. Jika akun media sosial diretas, kata sandi dapat diganti. Namun data medis memuat seluruh riwayat kesehatan seseorang, kondisi kronis, hasil tes DNA, catatan konsultasi, hingga detail identitas pribadi. Informasi ini dapat disalahgunakan untuk penipuan asuransi, pemerasan, pembuatan identitas palsu, ataupun tujuan kriminal lain yang jauh lebih berbahaya.
Baca juga artikel tentang: Nyquist Sampling Rate: Fondasi Pengolahan Sinyal Digital
Karena itulah penelitian terbaru dalam jurnal Computers in Biology and Medicine edisi 2025 mencoba mengembangkan pendekatan baru untuk melindungi data kesehatan berukuran besar. Penelitian ini tidak hanya menyodorkan konsep teoretis, tetapi juga mempresentasikan dua teknologi konkret yang dirancang khusus untuk lingkungan rumah sakit modern. Teknologi tersebut adalah Reformist Feistel Encryption atau RFE dan Cohesive Random Hash Security Model atau CRHSM. Keduanya bertujuan melindungi big data kesehatan tanpa mengganggu kecepatan kerja rumah sakit yang membutuhkan akses cepat dan akurat.
Penelitian ini dimulai dari satu pengamatan penting bahwa dunia kesehatan memiliki struktur digital yang sangat kompleks. Rumah sakit tidak hanya mengelola data pasien, tetapi juga mengatur jadwal dokter, menyimpan hasil laboratorium, memproses pembayaran, menghubungkan alat medis pintar, mengelola apotek, dan menjalankan sistem rekam medis elektronik. Semua aktivitas itu melibatkan banyak pengguna dengan tingkat akses berbeda, mulai dari dokter spesialis, perawat, radiolog, apoteker, hingga staf administrasi. Setiap pengguna membutuhkan akses cepat, tetapi kontrol keamanan tidak boleh longgar. Ketika sistem menjadi terlalu rumit, staf sering mengambil jalan pintas, dan hal ini justru menurunkan standar keamanan. Inilah masalah yang ingin diselesaikan oleh CRHSM dan RFE.
Model CRHSM berfungsi sebagai kerangka otentikasi komprehensif. Para peneliti merancangnya agar setiap entitas yang terhubung ke sistem rumah sakit dapat dikenali dengan kuat dan aman. Entitas di sini meliputi pasien, tenaga medis, dan server rumah sakit. CRHSM mengatur seluruh siklus otentikasi mulai dari registrasi, pembuatan identitas digital, proses login, hingga verifikasi identitas saat komunikasi berlangsung. Semua interaksi hanya dapat terjadi jika entitas tersebut memiliki identitas yang valid.
Keunikan CRHSM terletak pada penggunaan hash acak yang kompleks sebagai alat verifikasi. Hash ini berubah secara dinamis sehingga upaya pemalsuan identitas menjadi sangat sulit. Penelitian ini juga memasukkan algoritma Squirrel Search Optimization atau SSO dalam proses pembangkitan angka acak yang digunakan sebagai kunci keamanan. SSO terinspirasi dari cara tupai mencari makanan di alam, yang menekankan efisiensi dan variasi gerakan. Penerapan prinsip ini menghasilkan angka acak berkualitas tinggi. Angka acak tersebut sangat penting karena menjadi fondasi utama untuk membangun sistem otentikasi yang tidak mudah diprediksi penyerang.
Setelah otentikasi diatur oleh CRHSM, teknologi berikutnya yaitu RFE bertugas melindungi data sebelum dikirim atau disimpan dalam server cloud. RFE merupakan bentuk penyempurnaan dari jaringan Feistel, salah satu teknik enkripsi paling terkenal di dunia. Penyempurnaan ini dilakukan karena data medis memiliki beberapa karakteristik yang tidak ditemukan di bidang lain. Data medis berukuran besar, berubah cepat, dan harus tetap dapat diakses dalam keadaan darurat. Sistem enkripsi konvensional sering menambah beban sistem sehingga menurunkan kecepatan akses dokter. RFE hadir sebagai solusi yang lebih ringan namun tetap kuat dalam melindungi data.
RFE bekerja dengan membagi data menjadi blok kecil lalu mengenkripsinya menggunakan serangkaian transformasi matematis yang sulit ditembus. Struktur internalnya dirancang agar dekripsi dapat dilakukan dengan cepat oleh pihak berwenang, tetapi tetap tidak dapat dipecahkan oleh pihak tak berizin. Penelitian menunjukkan bahwa RFE mampu mengenkripsi data medis dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi sehingga cocok diterapkan di lingkungan rumah sakit yang selalu bergerak dinamis.
Kedua teknologi ini kemudian diuji melalui serangkaian evaluasi. Peneliti mengukur kecepatan enkripsi dan dekripsi, penggunaan memori, ketahanan terhadap serangan, kualitas otentikasi, serta kinerja keseluruhan ketika digunakan pada data medis berukuran besar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kombinasi CRHSM dan RFE memberikan tingkat perlindungan lebih baik dibanding metode sebelumnya. Selain itu, teknologi ini tidak membebani server secara signifikan sehingga kinerja sistem rumah sakit tetap lancar.
Keunggulan terbesar dari penelitian ini terletak pada pendekatannya yang holistik. CRHSM memastikan proses otentikasi berlangsung aman, sementara RFE menjaga agar data selalu terlindungi, bahkan bila server disusupi. Ketika digabungkan, keduanya membentuk sistem berlapis yang melindungi rumah sakit dari pencurian identitas, serangan peretas, dan upaya manipulasi data medis. Penelitian ini juga mempertimbangkan kebutuhan praktis dunia medis yang membutuhkan kecepatan dan efisiensi. Hal ini membuat hasil penelitian tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga relevan untuk diterapkan.
Jika teknologi seperti ini terus berkembang, sistem kesehatan masa depan dapat memiliki perlindungan setara dengan institusi keuangan besar. Data pasien dapat tersimpan aman meskipun diproses dalam skala besar, dan tenaga medis tetap dapat bekerja tanpa gangguan. Kemajuan ini penting karena kekuatan perlindungan data tidak hanya menyangkut keamanan sistem digital tetapi juga melibatkan keselamatan pasien dan kepercayaan masyarakat. Data medis yang aman menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih terpercaya dan lebih siap menghadapi ancaman siber di masa depan.
Inovasi semacam ini membuktikan bahwa kemajuan teknologi dapat melindungi sektor kesehatan sekaligus meningkatkan efisiensi. Dengan CRHSM dan RFE, rumah sakit mendapatkan alat yang memungkinkan mereka beroperasi lebih aman tanpa mengorbankan kecepatan pelayanan. Masyarakat memperoleh manfaat dari sistem yang lebih terlindungi, sementara industri kesehatan bergerak menuju era digital yang lebih matang dan lebih siap menghadapi tantangan keamanan dunia modern.
Baca juga artikel tentang: Luaran Sensor: Apakah Arus atau Tegangan yang Lebih Baik?
REFERENSI:
Sreedhar, C dkk. 2025. Enhancing healthcare data security using RFE and CRHSM for big data. Computers in Biology and Medicine 190, 110063.

