Pupuk nano untuk masa depan

Pupuk nano untuk masa depan
Gambar 1. Lahan Persawahan di Yala National Park Bangladesh [Dave Bouskill, 2010]

Miliaran orang di dunia mengkonsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat, protein, mineral dan vitamin. Di sebagian besar negara di Asia, terutama di Indonesia, nasi menjadi makanan pokok. Di masyarakat kita, dikenal sebuah guyonan, jika belum mengkonsumsi nasi artinya belum dapat asupan makan yang layak, terlebih belum mengenyangkan. Penyediaan kebutuhan nasi (beras) berhubungan pula dengan kecukupan pemenuhan pupuk untuk menjamin keberhasilan panen. Kebutuhan akan pupuk oleh petani meningkat setiap tahunnya, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pupuk padi. Pemakaian pupuk untuk tanaman padi (gabah) dibutuhkan dalam jumlah yang terbilang besar. Menurut BB Padi (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi) Departemen Pertanian, kebutuhan pupuk untuk satu ton gabah padi di Indonesia setidaknya membutuhkan antara lain unsur hara Nitrogen (17,5 kg setara 39 kg Urea); unsur Fosfor (3 kg setara 9 kg SP-39) dan unsur Kalium (17 kg setara 34 kg KCl). >>> 

Baca Selengkapnya

Mikro Superkapasitor Pengganti Baterai Biasa

Mikro Superkapasitor Pengganti Baterai Biasa
18-scientistsse
Peneliti universitas Rice membuat mikrosuperkapasitor kecil dan fleksibel pada suhu ruang yang mereka klain memberikan harapan dalam produksi skala besar. Teknik ini berdasarkan pada metode metode mereka untuk membakar pola dari spons graphene pada lembaran plastik menggunakan laser komersial.

Peneliti dari universitas Rice mempelopori pengembangan induksi laser berbasis graphene dan merancang mikro super kapasitor padat fleksibel yang menyaingi penyimpan energi terbaik yang pernah ada.┬áPeralatan yang dikembangkan di laboratorium kimia Rice James Tour ini diarahkan pada aplikasi elektronik dan pakaian. >>> 

Baca Selengkapnya

Material Baru Yang Bisa Menyerap Gas Rumah Kaca Dan Mengubahnya Menjadi Bahan Bakar

Material Baru Yang Bisa Menyerap Gas Rumah Kaca Dan Mengubahnya Menjadi Bahan Bakar

Salah satu gas rumah kaca berupa karbon dioksida (CO2) merupakan limbah hasil buangan dari berbagai industri. Gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global karena gas ini bersifat seperti rumah kaca, dapat menyerap gelombang panas dari sinar matahari namun memerangkap atau menahan gelombang panas dari bumi sehingga makin lama bumi menjadi semakin panas. >>> 

Baca Selengkapnya