Sukses di Seleksi Dosen dengan Tips Jitu Microteaching

Salah satu tahap penting dalam seleksi dosen adalah microteaching, di mana calon dosen diminta untuk memberikan pengajaran singkat kepada sekelompok peserta atau sekelompok reviewer. Agar sukses dalam tahap ini, berikut adalah beberapa tips jitu yang dapat membantu calon dosen untuk mencapai hasil terbaik.

blank

Menjadi seorang dosen adalah panggilan mulia yang membutuhkan keterampilan mengajar yang baik. Salah satu tahap penting dalam seleksi dosen adalah microteaching, di mana calon dosen diminta untuk memberikan pengajaran singkat kepada sekelompok peserta atau sekelompok reviewer. Agar sukses dalam tahap ini, berikut adalah beberapa tips jitu yang dapat membantu calon dosen untuk mencapai hasil terbaik.


Pahami Tujuan Microteaching

Sebelum memulai microteaching, penting untuk memahami tujuan dari kegiatan ini. Microteaching bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan mengajar, interaksi dengan mahasiswa, dan kemampuan mengelola kelas. Pastikan Anda fokus pada aspek-aspek ini selama sesi microteaching.

Pilih Materi yang Relevan

Pilihlah materi yang sesuai dengan bidang studi dan tingkat pendidikan yang Anda lamar, bukan bidang studi Anda. MIsalkan bidang studi Anda manajemen, tapi bidang studi yang Anda lamar adalah Bahasa Inggris, maka buatlah materi yang berkaitan dengan Bahasa Inggris. Materi yang relevan akan membantu menunjukkan pemahaman mendalam Anda terhadap topik tersebut dan meningkatkan kredibilitas sebagai calon dosen.

Rancang Struktur Pengajaran

Sebelum sesi microteaching, rancanglah struktur pengajaran dengan baik. Tentukan tujuan pembelajaran, susun rencana pembelajaran, dan persiapkan materi secara sistematis. Struktur yang baik akan membantu Anda memberikan pengajaran dengan lebih terorganisir.

Kenali Audiens Anda

Ketahui siapa audiens Anda selama sesi microteaching. Pahami tingkat pemahaman mereka, gaya belajar, dan kebutuhan khusus. Dengan memahami audiens, Anda dapat menyajikan materi dengan cara yang lebih efektif dan menyesuaikan pendekatan mengajar.

Berikan Aktivitas Interaktif

Untuk membuat microteaching lebih menarik, sisipkan aktivitas interaktif. Pemberian kesempatan kepada peserta untuk berpartisipasi akan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran dan memberikan gambaran yang baik tentang kemampuan mengelola kelas.

Kendalikan Waktu Dengan Baik

Waktu dalam sesi microteaching seringkali terbatas. Pastikan Anda dapat mengontrol waktu dengan baik, mengalokasikan waktu yang cukup untuk setiap bagian, dan menghindari ketergesa-gesaan. Hal ini akan mencerminkan kemampuan Anda dalam merencanakan dan menjalankan sesi pembelajaran.

Terima Umpan Balik Secara Terbuka

Setelah sesi microteaching, bersiaplah untuk menerima umpan balik dari penguji atau peserta. Terima umpan balik secara terbuka, apresiasi saran yang diberikan, dan tunjukkan kemauan untuk belajar dan berkembang.

Latihan dan Rekam Diri

Lakukan latihan microteaching sebanyak mungkin sebelum sesi sebenarnya. Rekam diri Anda selama latihan untuk mengevaluasi ekspresi tubuh, suara, dan cara penyampaian. Hal ini dapat membantu Anda mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

Pelajari Etika Profesi Dosen

Pastikan Anda memahami etika profesi dosen, termasuk etika mengajar, hubungan dengan mahasiswa, dan kewajiban moral. Menunjukkan kesadaran terhadap etika akan menciptakan kesan positif pada penguji dan peserta.

Jaga Kepercayaan Diri

Percayalah pada diri sendiri dan kemampuan mengajar Anda. Jaga kepercayaan diri, tetapi tetap rendah hati untuk menerima pembelajaran dan berkembang lebih baik.

Gunakan Inovasi dalam Hal Pengajaran

Terdapat cara menarik untuk mengajar selain metode ceramah biasa, misalnya bisa memulai dengan studi kasus, problem based learning, project based learning, kuis, dan lain sebagainya.

tips microteaching
Gunakan metode pembelajaran yang inovatif dalam melakukan microteaching

Penutup

Dengan menerapkan tips-tips ini, calon dosen dapat meningkatkan peluang mereka untuk sukses dalam sesi microteaching dan meraih posisi dosen yang diinginkan. Semoga artikel ini membantu Anda mempersiapkan diri dengan baik untuk tantangan di dunia akademis.

Referensi

  1. The Skillful Teacher: Building Your Teaching Skills” oleh Jon Saphier, Mary Ann Haley-Speca, dan Robert Gower: Buku ini memberikan wawasan mendalam tentang berbagai keterampilan mengajar, termasuk perencanaan pembelajaran, interaksi dengan siswa, serta penilaian dan umpan balik.
  2. “What the Best College Teachers Do” oleh Ken Bain: Ken Bain menganalisis pengalaman belajar yang efektif dan memberikan gambaran tentang strategi pengajaran yang dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif.
  3. “Teach Like a Champion: 49 Techniques that Put Students on the Path to College” oleh Doug Lemov: Doug Lemov mengidentifikasi dan merinci teknik pengajaran yang dapat membantu guru meningkatkan efektivitas mereka di kelas. Buku ini cocok untuk guru di berbagai tingkatan pendidikan.
  4. “How Learning Works: Seven Research-Based Principles for Smart Teaching” oleh Susan A. Ambrose, Michael W. Bridges, Michele DiPietro, Marsha C. Lovett, dan Marie K. Norman: Buku ini menyajikan prinsip-prinsip pembelajaran yang didasarkan pada penelitian dan memberikan wawasan tentang cara mengajar yang mendukung pembelajaran siswa.
  5. “The First Days of School: How to Be an Effective Teacher” oleh Harry K. Wong dan Rosemary T. Wong: Buku ini membahas strategi untuk membangun fondasi yang kuat sejak awal tahun ajaran, menciptakan lingkungan belajar yang positif, dan mengelola kelas dengan efektif.
  6. “Make It Stick: The Science of Successful Learning” oleh Peter C. Brown, Henry L. Roediger III, dan Mark A. McDaniel: Buku ini menggabungkan prinsip-prinsip neurosains dengan metode pengajaran praktis untuk membantu guru memahami cara terbaik mendukung pembelajaran siswa.
  7. “The Art of Teaching” oleh Gilbert Highet: Highet menggambarkan seni mengajar dan memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana menciptakan pengalaman pembelajaran yang bermakna.
  8. “Teaching What You Don’t Know” oleh Therese Huston: Buku ini memberikan saran praktis untuk guru yang mengajar topik di luar spesialisasi mereka dan membantu mereka membangun kepercayaan diri dan kredibilitas.
  9. “Visible Learning: A Synthesis of Over 800 Meta-Analyses Relating to Achievement” oleh John Hattie: Hattie menyajikan hasil dari meta-analisis besar terkait dengan faktor-faktor yang memengaruhi hasil pembelajaran siswa, memberikan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam pembelajaran.
  10. “Drive: The Surprising Truth About What Motivates Us” oleh Daniel H. Pink: Buku ini membahas faktor-faktor motivasi dalam konteks pembelajaran dan memberikan wawasan tentang cara memotivasi siswa untuk mencapai kesuksesan akademis.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *