Bikin Rugi! Ini 7 Kesalahan Manajemen Keuangan Bisnis

Pengelolaan keuangan dalam bisnis harus dipantau dengan ketat. Pemilik bisnis wajib mengenali fungsi dari akuntansi dan mengecek laporannya. Kesalahan dalam manajemen keuangan bisa berujung pada kerugian.

Tidak ingin bisnis Anda gulung tikar, maka ada beberapa kesalahan finansial yang wajib dihindari. Mengetahui apa saja jenis kesalahan ini akan membuat Anda lebih waspada dan menghindarinya sejak awal. 

Kesalahan Finansial yang Wajib Dihindari Pebisnis Pemula

Hampir semua kesalahan finansial dalam bisnis terjadi karena SDM. Selain itu kesalahan paling rawan dialami oleh pebisnis pemula. Ketidaktahuan bagaimana manajemen yang baik menjadi akar permasalahannya.

Anda yang masih pemula harus terus belajar mengenai bagaimana menangani finansial bisnis dengan benar. Banyak bergaul dengan pebisnis lain atau mengikuti kelas manajemen bisnis bisa jadi solusinya.

Selain itu Anda juga perlu menghindari beberapa kesalahan berikut ini yang mungkin saja saat ini sedang terjadi.

  1. Mengabaikan Dana Darurat

Apakah saat ini Anda sudah memiliki dana darurat? Walaupun usaha baru saja dirintis, dana darurat harus selalu dipersiapkan. Anda tidak pernah tahu kapan penurunan penjualan dapat terjadi.

Bisa saja penurunan terjadi dalam sepekan bahkan sebulan kedepan. Contohnya saja pada saat pandemi seperti ini, banyak bisnis yang tutup karena tidak bisa beroperasi. Padahal selama ada dana darurat Anda masih bisa menjalankan bisnis.

  1. Tidak Memperhatikan Arus Kas

Sudahkah Anda membuat kas kecil? Apakah arus kas ini selalu dipantau? Arus kas yang ada di dalam usaha Anda harus diperhatikan termasuk kas kecil. Jangan hanya meraba-raba saja soal omset, keuntungan dan biaya operasional.

Arus kas ini akan memperjelas posisi keuangan perusahaan Anda. Penting untuk dicatat semua pengeluaran yang dilakukan. Anda bisa memantau secara terperinci keuangan digunakan untuk apa saja.

  1. Tidak Menciptakan Strategi Pendanaan

Inilah kesalahan yang sering terjadi pada pengusaha pemula. Merasa memiliki modal dan asal jalan. Tidak ada strategi pendanaan yang diterapkan sehingga modal habis di tengah jalan.

Kehabisan modal membuat Anda harus berhutang, yang jika tidak berhati-hati bisa mengakibatkan kegagalan. Apalagi jika sejak awal modal Anda dapatkan dari hasil meminjam bank, seharusnya strategi pendanaan sudah dibuat sebelum bisnis berlangsung.

  1. Keuangan Pribadi dan Bisnis Bercampur

Kegagalan selalu terjadi ketika Anda tidak membedakan antara uang pribadi dan bisnis. Meskipun bisnis Anda berskala kecil namun kedua jenis keuangan tersebut wajib dibedakan.

Ketika kekurangan modal, Anda boleh menggunakan uang pribadi asalkan ada rincian perhitungannya. Anda juga wajib mengembalikan uang pribadi tersebut, artinya harus dipisahkan. 

  1. Pengeluaran yang Tidak Berhubungan dengan Bisnis

Tidak adanya catatan keuangan membuat Anda kesulitan untuk melacak pengeluaran. Hal inilah yang bisa meningkatkan pengeluaran tanpa ada hubungannya dengan bisnis. Jika hal ini dibiarkan modal akan cepat habis.

Contohnya saja terlalu sering menggunakan uang pada perjalanan bisnis yang tidak membuahkan hasil. Lebih bahaya juga jika keuangan untuk peralatan kantor lebih banyak daripada uang untuk produksi produk.

  1. Menunda Pembayaran Tagihan

Setiap bisnis memiliki banyak tagihan yang berhubungan dengan operasional. Misalnya saja tagihan dari supplier yang erat kaitannya dengan produksi produk. Semua tagihan ini harus dibayar tepat waktu.

Sayangnya masih banyak pebisnis yang menunda pembayaran tagihan dengan berbagai alasan. Padahal penundaan pembayaran tagihan akan berkaitan dengan hubungan baik supplier.

Menunda pembayaran dapat merusak jadwal produksi, hubungan dengan supplier juga akan merenggang. Kesempatan mendapatkan bahan baku lebih murah juga hilang.

  1. Ekspansi Berlebihan

Pernahkah Anda melihat suatu bisnis baru yang membuka cabang banyak? Ekspansi dilakukan dengan perhitungan yang tepat. Anda tidak bisa meniru begitu saja tanpa ada strategi keuangan yang tepat.

Ekspansi berlebihan yang tidak sesuai dengan kapasitas bisa menciptakan kegagalan. Anda juga harus riset mengenai konsumen dan soal kualitas produk. Ditambah lagi dengan kompetitor sehingga harus tahu betul kesempatan untuk berkembang.

Apabila ingin melakukan ekspansi, Anda harus memastikan bahwa keuangan bisnis stabil dan cukup untuk mendanai usaha baru. Meskipun masih satu bisnis yang sama, ekspansi tidak jauh berbeda dengan membuka bisnis baru dari awal.

Sudah paham dengan apa saja kesalahan yang harus dihindari ini? Mulai sekarang Anda bisa membuat strategi keuangan yang tepat untuk bisnis lebih berkembang.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *