Penjelajahan Robot Zhurong buatan China di Mars dan Sejarahnya

Robot

Kita tahu bahwa robot adalah seperangkat alat mekanik yang bisa melakukan tugas fisik, baik dengan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah kita definisikan terlebih dahulu (kecerdasan buatan). Istilah robot berawal bahasa Ceko “robota” yang berarti pekerja atau kuli yang tidak mengenal lelah atau bosan. Robot biasanya kita gunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Robot zhurong mars

Biasanya dalam bidang produksi kebanyakan menggunakan robot industri. Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihan limbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan “cari dan tolong” (search and rescue), dan untuk pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen di bidang hiburan, dan alat pembantu rumah tangga seperti penyedot debu dan pemotong rumput.

Saat ini banyak orang sudah mengenal robot. Namun setiap orang tentunya memahami pengertian robot secara berbeda-beda. Sebagian membayangkan robot adalah suatu mesin tiruan manusia (humanoid), humanoid bukanlah satu-satunya jenis robot.

Robot China

China National Space Administration (CNSA) memamerkan foto terbaru yang terambil oleh rover atau robot penjelajah Zhurong di Mars. Salah satunya ada foto selfie Zhurong dengan wahana pendaratnya. Dalam seremoni khusus di Beijing, China memamerkan foto-foto tersebut, untuk merayakan kesuksesan misi penjelajahan Mars pertamanya.

Foto tersebut termasuk foto panorama 360 derajat yang memperlihatkan area pendaratan. Yang merupakan gabungan dari beberapa foto yang terambil oleh kamera navigasi rover Zhurong setelah mendarat.

Foto lainnya memperlihatkan area pendaratan datar di Utopia Planitia. Dan dipenuhi dengan bebatuan yang berserakan, kawah bulat dan beberapa gumuk di kejauhan. Foto tersebut terambil tidak lama setelah roda Zhurong menyentuh daratan Mars.

blank
Foto terbaru yang diambil rover Zhurong di Mars

Selanjutnya ada foto selfie menggemaskan yang memperlihatkan Zhurong dengan platform pendaratnya. Foto ini terambil menggunakan kamera wireless dengan jarak sekitar 10 meter dari posisi Zhurong. Setelah menempatkan kamera di tanah, Zhurong kembali ke posisinya di samping platform dan mengambil selfie. Foto ini dikirimkan ke rover menggunakan sinyal wireless untuk dikirimkan ke Bumi menggunakan wahana pengorbit.

blank
Foto selfie Zhurong di Mars

Selain itu, terdapat foto platform pendarat yang terambil menggunakan kamera Zhurong. Dalam foto tersebut terlihat Zhurong menggunakan jembatan untuk turun ke permukaan Mars. Serta bendera China yang menempel di bagian bawah platform.

Zhurong merupakan bagian dari misi Tianwen-1 yang terdiri dari wahana pengorbit, pendarat dan penjelajah. Rover beroda enam ini akan menjelajahi Mars selama tiga bulan untuk mencari tanda kehidupan kuno di planet tersebut.

China akan menerbitkan data ilmiah terkait pada waktu yang sesuai untuk membagikan hasil perkembangan eksplorasi luar angkasa kepada umat manusia. Kata kepala CNSA Zhang Kejian .

Pada 23 Juli 2020, China meluncurkan Misi Tianwen-1. Misi ini tiba di Mars pada bulan Februari 2021. Tapi Zhurong baru mendarat di permukaan Planet Merah pada 15 Mei 2021.

Sampai saat ini Zhurong sudah aktif di Mars selama 28 hari Mars ketimbang satu hari di Bumi (per tanggal 12 Juni 2021). Rover seberat 240 kg tersebut mengumpulkan banyak data selama di Mars menggunakan enam instrumen ilmiahnya.

Misi Rover Zhurong di Mars

Setelah mendarat dan penjelajah memasuki atmosfer Mars, pesawat ruang angkasa mengalami prosedur serupa dengan “teror tujuh menit” yang dialami penjelajah Mars NASA ketika mencoba pendaratan lembut di permukaan Mars.

Perisai panas melindungi pesawat ruang angkasa selama pendaratan yang berapi-api, setelah itu misi dengan aman diterjunkan ke wilayah Utopia Planitia, daratan di dalam cekungan yang sangat besar di belahan bumi utara planet.

Zhurong diharapkan menghabiskan setidaknya 90 hari Mars (atau sekitar 93 hari Bumi; sehari di Mars berlangsung sekitar 40 menit lebih lama dari sehari di Bumi) berkeliling di Mars untuk mempelajari komposisi planet dan mencari tanda-tanda air es.

Utopia Planitia diyakini mengandung sejumlah besar air es di bawah permukaan. Itu juga tempat misi Viking 2 NASA mendarat pada tahun 1976.

Penjelajah roda enam itu membawa enam istrumen ilmiah, termasuk kamera panorama, radar penembus tanah, dan detektor medan magnet. Zhurong juga punya laser yang bisa digunakan untuk menggerakkan batuan dan mempelajari komposisinya, serta instrumen meteorologi untuk mempelajari iklim dan cuaca di Mars.

Zhurong akan bekerja bersama-sama dengan pengorbit Tianwen-1 untuk mempelajari Mars, dan pengorbit akan berfungsi sebagai stasiun relai data untuk komunikasi antara Zhurong dan pengontrol misi di Bumi.

Perngorbit dirancang untuk bertahan selama satu tahun Mars, atau sekitar 687 hari Bumi. Tianwen-1 mungkin merupakan misi pendaratan Mars pertama China, namun ini bukan usaha pertama China melakukan misi ke Mars.

Yang pertama, sebuah pengorbit bernama Yinghuo-1 diluncurkan pada 2011 dengan misi pengembalian sampel Mars bersama Phobos-Grunt Mars milik Rusia yang gagal karena tidak berhasil melewati orbit Bumi setelah peluncuran, malah menghantam Samudra Pasifik dan menghancurkan pesawat ruang angkasa.

China sekarang negara kedua yang berhasil mendaratkan penjelajah Mars. Sedangkan NASA telah mendaratkan lima penjelajah di Mars.

Februari menjadikan China entitas keenam yang melakukannya setelah NASA, Uni Soviet, Badan Antariksa Eropa (ESA), India, dan Uni Emirat Arab.

Sebelumnya, China berhasil membawa sampel Bulan melalui misi Chang’e China juga berencana meluncurkan misi pengembalian sampel Mars yang ambisius pada tahun 2028, seperti misi pengembalian sambel bersama NASA dan ESA yang dijadwalkan meluncur di tahun yang sama.

Sementara itu, China saat ini sedang membangun stasiun luar angkasa barunya, yang pertama meluncur pada bulan April 2021 lalu, namun menyebabkan kepanikan global pada pekan lalu ketika puing-puing roket besar berjatuhan ke Bumi dengan tidak terkendali.

China juga bekerja sama dengan Rusia dalam misi pengembalian sampel asteroid yang dijadwalkan meluncur pada 2024.

REFERENSI:

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 1

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Maratus Sholikah
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *