Bagaimana Bangunan Tinggi dapat menahan gempa?

blank
blank

Gempa bumi yang kerap terjadi di indonesia sering menelan korban jiwa. akan tetapi bisa dipastikan kalau korban jiwa tersebut bukan disebabkan secara langsung oleh gempa, namun disebabkan oleh keruntuhan bangunan dikala terjadi gempa serta menyebabkan koban jiwa. hal tersebut dapat diminimalkan dengan membuat sesuatu bangunan yang tahan gempa. yang diartikan dengan bangunan tahan gempa disini merupakan bangunan yang tidak mengalami kehancuran pada dikala terjadi gempa ringan, mengalami kehancuran non struktural yang bisa diperbaiki dikala terjadi gempa lagi, serta tidak runtuh namun hanya mengalami kehancuran struktural serta non struktural dikala terjadi gempa kuat

Lantas apa yang membuat bangunan dapat menahan gempa?

Bangunan tahan gempa adalah bangunan yang dirancang dan dibangun sesuai dengan desain tahan gempa dan dibangun dengan hati-hati untuk menghindari korban jiwa jika terjadi gempa di masa mendatang. berikut penjelasan singkat teknik-teknik yang digunakan untuk menahan guncangan yang disebabkan oleh gempa:

blank

Isolasi Dasar/ Base isolation

blank
blank

Isolasi Dasar/ Base Isolation, dipasang di antara pondasi dan bangunan atas. Isolator dasar bekerja seperti suspensi pada kendaraan untuk melindungi penumpang dari guncangan. Isolasi dasar merupakan salah satu alat terbaik untuk mengontrol getaran atau guncangan bangunan pada gempa secara pasif. Sistem isolasi dasar digunakan untuk meningkatkan ketahanan gempa sebagai sistem yang efektif. Merupakan salah satu metode yang efektif untuk mengurangi kekakuan bangunan dalam menahan gaya gempa.

Shear Walls/Dinding geser

blank

Dinding geser adalah komponen struktural yang sering digunakan untuk gedung bertingkat tinggi di daerah dengan kecepatan angin yang tinggi atau aktivitas seismik yang tinggi. untuk menjaga bangunan dari fenomena tekuk/buckling akibat gerakan tanah. Dinding geser tersebut ditambatkan ke dalam tanah agar massa bangunan dan massa bumi tidak terpisah begitu saja.

Tujuan dari dinding geser adalah untuk menahan beban lateral yang dibebankan pada struktur karena angin, gempa bumi atau terkadang karena tekanan hidrostatis atau lateral bumi.

blank

Umumnya struktur dinding geser berbentuk persegi panjang,  berbentuk L, dan memanjang hingga ketinggian penuh dari pondasi hingga  ke atas. umumnya terbuat dari tulangan, baja atau kayu. Awalnya dinding ini digunakan untuk gedung-gedung tinggi tetapi sekarang ini juga digunakan di gedung-gedung menengah. Dinding ini memiliki dimensi yang besar dan berat. Karena sifat tambahan ini, dinding ini dapat menstabilkan momen akibat gaya gempa dalam struktur dengan mudah ..

Baca juga:
blank

Menggunakan Redaman/Damper

Dalam teknik ini, struktur dilengkapi dengan perangkat tambahan yang disebut peredam gempa, yang memiliki kapasitas redaman tinggi yang dapat mengurangi energi seismik yang masuk ke dalam gedung dan meminimalkan kerusakan bangunan. Berbagai jenis damper tersedia secara komersial. Perangkat ini membatasi deformasi struktur sehingga mengurangi kerusakan, Efektivitasnya bergantung pada sifat struktur.

Penggunaan damper dan teori redaman dalam struktur dan rekayasa gempa merupakan fenomena yang sangat kompleks. Biasanya redaman ditentukan dalam persentase dimana redaman dikurangi dengan persentase seperti 25%, 50%, 60% dll. Secara teoritis tidak mungkin untuk mengurangi redaman sebesar 100%.

Referensi

  • Anugrah Pamungkas, E. H. (2013). Desain Pondasi Tahan gempa.
  • Anupam Rajmani, P. P. (2015). INTERNATIONAL JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING AND TECHNOLOGY. ANALYSIS OF WIND & EARTHQUAKE LOAD FOR DIFFERENT SHAPES OF HIGH RISE BUILDING, Volume 6(Issue 2).
  • Mahadik, S. (January 2020 ). International Journal of Innovative Technology and Exploring Engineering (IJITEE) . Earthuake Resisting Elemnts and Techniques in High Rise Buildings, Volume-9 (Issue-3).
  • Suharjanto. (2013). Rekayasa Gempa.
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar