Daun Binahong Sebagai Bahan Antibakteri Alami

Tanaman binahong (Anredera cordicofolia (Ten) Steenis) adalah tanaman obat potensial yang dapat mengatasi berbagai jenis penyakit. Tanaman ini berasal dari dataran Cina dengan nama asalnya adalah dheng shanchi dan di negara inggris disebut madeira vine. Tanaman binahong termasuk dalam famili Basselaceae dab merupakan salah satu tanaman obat yang mempunyai potensi besar kedepan untuk diteliti sebagai bahan fitofarmaka (Fitriyah, Purwa, Alfiyanto, Wahuningsih, & Kismanto, 2013).

Manfaat tanaman ini sangat besar dalam dunia pengobatan, secara empiris binahong dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Dalam pengobatan, bagian tanaman yang digunakan dapat berasal dari akar, batang, daun, dan bunga maupun umbi yang menempel pada ketiak daun. Tanaman ini di kenal dengan sebutan madeira vine yang dipercaya memiliki kandungan antiaoksidan tinggi dan antivirus. Tanaman ini masih di teliti meski dalam lingkup terbatas.

Klasifikasi Binahong (Anwar & Soleha, 2016):
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Superdivisio : Spermatophyta
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Hamamelidae
Ordo : Caryophyllales
Familia : Basellaceae
Genus : Anredera
Species : Anredera cordifolia (Tenore) Steenis

Menurut Kurniawan dan Aryana (2015), berdasarkan hasil penelitian mengenai kandungan daun binahong maka yang kandungan bahan aktif yang berperan sebagai antibiotik yaitu:

A.Flavonoid

Aktivitas farmakologi dari flavonoid adalah sebagai antiinflamasi, antibakteri, analgesik, anti-oksidan. Flavanoid merupakan senyawa polar yang umumnya mudah larut dalam pelarut polar seperti etanol, menthanol, butanol, dan aseton. Flavanoid merupakan golongan terbesar dari senyawa fenol, senyawa fenol mempunyai sifat efektif menghambat pertumbuhan virus, bakteri, dan jamur. Senyawa-senyawa flavanoid umumnya bersifat antioksidan dan banyak yang digunakan sebagai salah satu komponen bahan baku obatobatan. Senyawa flavanoid dan turunanya memilki dua fungsi fisiologi tertentu, yaitu sebagai bahan kimia untuk mengatasi serangan penyakit (sebagai antibakteri) dan antivirus bagi tanaman. Para peneliti lain juga menyatakan pendapat sehubungan dengan mekanisme kerja dari flavonoid dalam menghambat pertumbuhan bakteri, antara lain bahwa flavonoid menyebabkan terjadinya kerusakan permeabilitas dinding sel bakteri. Mekanisme antiinflamasi terjadi melalui efek penghambatan pada jalur metabolisme asam arakhidonat, pembentukan prostaglandin, pelepasan histamin pada radang. Manfaat lain dari flavanoid adalah melindungi struktur sel tubuh. Flavanoid mengandung senyawa fenol. Fenol merupakan sejenis alkohol bersifat asal sehingga disebut juga asam karbolat. Fenol memiliki kemampuan mendenaturasi protein dan merusak dinding sel bakteri.

B.Minyak Atsiri

Minyak atsiri berperan berperan sebagai zat antibakteri dengan cara dengan cara membantu menghambat proses terbentuknya membran atau dinding sel sehingga tidak terbentuk. Hal ini bisa terjadi karena minyak atsiri memiliki gugus hidroksil yang berikatan yang berikatan melalui proses arbsorpsi melalui ikatan hidrogen.

C.Saponin

Saponin merupakan senyawa aktif yang kuat dan menimbulkan busa bila dikocok. Saponin bekerja sebagai antibakteri dengan mengganggu stabilitas membran sel bakteri sehingga menyebabkan sel bakterilisis. Mekanisme kerja saponin termasuk dalam kelompok antibakteri yang mengganggu permeabilitas membran sel bakteri, yang mengakibatkan kerusakan membran sel dan menyebabkan keluarnya berbagai komponen penting dari dalam sel bakteri yaitu protein, asam nukleat dan nukleotida. Hal ini akhirnya mengakibatkan sel bakteri mengalami lisis.

D.Terpenoid

Terpenoid yang terkandung dalam tumbuhan biasanya digunakan sebagai senyawa aromatic yang menyebabkan bau pada eucalyptus, pemberi rasa pada kayu manis, cengkeh, jahe dan pemberi warna kuning pada bunga. Terpenoid tumbuhan mempunyai manfaat penting sebagai obat tradisional, anti bakteri, anti jamur dan gangguan kesehatan (Thomson, 1993). Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa terpenoid dapat menghambat pertumbuhan dengan mengganggu proses terbentuknya membran dan atau dinding sel, membran atau dinding sel tidak terbentuk atau terbentuk tidak sempurna

E.Alkaloid

Alkaloid merupakan golongan zat tumbuhan sekunder yang terbesar. Alkaloid memiliki kemampuan sebagai antibakteri. Mekanisme yang diduga adalah dengan cara mengganggu komponen penyusun peptidoglikan pada sel bakteri, sehingga lapisan dinding sel tidak terbentuk secara utuh dan menyebabkan kematian sel tersebut.

Referensi:

  • Anwar, T. M., & Soleha, T. U. (2016). Manfaat Daun Binahong (Anredera cordifolia) sebagai terapi Acne Vulgaris. Majority, 5(4), 179–183.
  • Fitriyah, N., Purwa, M. K., Alfiyanto, M. A., Wahuningsih, N., & Kismanto, J. (2013). Obat Herbal Antibakteri Ala Tanaman Binahong. Jurnal KesMaDaSka, 116–122.
  • Kurniawan, B., & Aryana, W. F. (2015). Binahong (Cassia Alata L) As Inhibitor Of Escherichia Coli Growth. Faculty of Medicine Lampung University, 4(4), 100–104.

.

.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Anisatuz Zahro'
Follow me
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *