Pilihan Editor

Radiasi dan Rokok, Lebih Bahaya Mana?

Penemuan material radioaktif di Perumahan Batan Indah beberapa waktu lalu sedikit banyak membuat paranoia terhadap radiasi muncul kembali di tengah-tengah publik. Greenpeace sampai menyerang sistem pengelolaan limbah radioaktif Indonesia di akun instagramnya, sebelum kemudian dikuliti habis-habisan [1]. Walau dalam taraf tertentu radiasi nuklir memang berbahaya, tapi perspektif bahaya ini kadangkala keliru. Khususnya ketika dibandingkan dengan salah satu pembunuh terbesar di dunia: rokok. Radiasi nuklir yang paling sering disorot tentu saja… Selengkapnya »Radiasi dan Rokok, Lebih Bahaya Mana?

blank

Meluruskan Argumentasi Greenpeace Indonesia Tentang Limbah Nuklir dan PLTN yang Menyesatkan

Terdeteksinya paparan radiasi di atas dosis normal di Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan, beberapa waktu yang lalu, memancing histeria di berbagai lapisan masyarakat. Sebagian memang karena tidak paham tentang aspek-aspek kenukliran termasuk radiasi, dan yang seperti ini patut dimaklumi dan diberi pemahaman. Namun, masalah lebih besar adalah dari kalangan anti-nuklir. Khususnya LSM lingkungan seperti Greenpeace. Sebagai LSM yang memiliki visi untuk menentang perkembangan nuklir [26], Greenpeace tidak ketinggalan pasti… Selengkapnya »Meluruskan Argumentasi Greenpeace Indonesia Tentang Limbah Nuklir dan PLTN yang Menyesatkan

blank

Fotokatalis Semikonduktor Titanium Dioksida (TiO2) sebagai Solusi Pencemaran

Ditulis oleh Rey Saputra  Indonesia merupakan negara tropis yang banyak ditumbuhi berbagai jenis tanaman. Sebagian besar daerah Indonesia masih penuh dengan zona hijau yang artinya masih banyak lahan untuk tanaman seperti hutan ataupun kebun tempat masyarakat bercocok tanam. Kebanyakan masyarakat di Indonesia juga berprofesi sebagai petani terutama masyarakat yang tinggal di dataran tinggi. Kelangsungan hidup seorang petani bergantung dengan sebuah harapan pada tanaman yang mereka tanam. Tanaman yang tepenuhi kebutuhannya… Selengkapnya »Fotokatalis Semikonduktor Titanium Dioksida (TiO2) sebagai Solusi Pencemaran

Penyu laut memakan sampah plastik

Plastik Terpecah, Penyu Terancam Punah

Ditulis oleh: Gusman Santika Sudah bukan rahasia umum, plastik menjadi komoditas yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Disamping kuat dan mudah diolah, plastik juga tergolong murah. Berdasarkan salah satu website penjualan biji plastik, harga untuk 1 bag (25 kg) biji plastik bisa dibeli mulai kisaran Rp.40.000 hingga Rp.500.000, tergantung jenis plastik dan kualitasnya. Baca juga: Kombinasi Jaring Laba-laba dan Serat Kayu dapat Menghasilkan Material Unggul Pengganti Plastik Sejak pertama… Selengkapnya »Plastik Terpecah, Penyu Terancam Punah

blank

Neutrino, Si Hantu Alam Semesta (Bagian 1)

Menyambung dari artikelku sebelumnya, tentang atom dan partikel, disini aku bakal bahas salah satu partikel yang kusebutkan sebelumnya di artikel sebelumnya, yaitu Neutrino. Kenapa neutrino sangat menarik untuk dibahas? Karena neutrino ini bisa dikatakan sebagai “hantu” karena hampir tidak bisa dideteksi dan hampir tidak berinteraksi dengan apapun, apalagi neutrino hampir tidak dapat dihentikan, untuk menghentikannya saja perlu timbal setebal jarak dari matahari ke bintang terdekat, alfa centauri. Sungguh lincah bukan?… Selengkapnya »Neutrino, Si Hantu Alam Semesta (Bagian 1)