Captopril adalah salah satu obat golongan inhibitor enzim pengonversi angiotensin (ACE inhibitor) yang digunakan secara luas untuk mengatasi hipertensi dan gagal jantung. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim pengonversi angiotensin yang berperan dalam regulasi tekanan darah melalui sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron (RAAS). Meskipun efektif dalam terapi kardiovaskular, penggunaan captopril selama kehamilan memunculkan kekhawatiran akan efek teratogenik, yaitu potensi obat untuk menyebabkan kelainan pada janin. Berdasarkan studi, apabila ibu hamil mengonsumsi captopril, terutama pada trimester kedua dan ketiga maka dapat mengganggu perkembangan ginjal janin, menyebabkan jumlah air ketuban berkurang, dan berpotensi menyebabkan masalah serius seperti gagal ginjal pada janin, tekanan darah rendah yang berbahaya, dan bahkan kematian bayi baru lahir.
Kategori Keamanan Obat Dalam Kehamilan
Dalam dunia kesehatan, klasifikasi suatu obat dibagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah klasifikasi obat berdasarkan potensi risiko yang ditimbulkannya yang biasanya disertai dengan efeknya pada masa kehamilan. Food and Drug Administration (FDA) mengkategorikan obat-obatan menjadi 5 golongan yaitu A, B, C, D, dan X dengan penjabaran sebagai berikut :
- Kategori A : Aman untuk janin, terbukti tidak berisiko pada manusia.
- Kategori B : Aman pada hewan, tapi belum ada penelitian keamanan pada manusia atau studi pada hewan menimbulkan risiko tapi tidak terbukti berisiko pada manusia.
- Kategori C : Ada risiko pada hewan, tapi belum ada bukti pada manusia.
- Kategori D : Terbukti berisiko pada janin, namun bisa digunakan bila manfaatnya lebih besar dari risikonya.
- Kategori X : Berisiko berat bagi janin dan tidak boleh digunakan saat hamil.
Berdasarkan Food and Drug Administration (FDA), captopril masuk kategori D untuk kehamilan, yang berarti terdapat bukti risiko pada janin manusia tetapi manfaat potensial mungkin dapat menjustifikasi penggunaan obat tersebut pada wanita hamil, khususnya jika tidak ada alternatif yang lebih aman. Efek teratogenik yang paling dikenal adalah gangguan fungsi ginjal janin, namun data mengenai cacat lahir struktural masih sangat minim.
Bukti Efek Teratogenik Captopril dan Alternatif Obat Aman

Penelitian epidemiologi klinis menyatakan bahwa paparan ACE inhibitor hanya pada trimester pertama tidak meningkatkan risiko teratogenik yang signifikan. Namun, penggunaan yang berlanjut pada trimester kedua dan ketiga meningkatkan risiko komplikasi serius pada janin. Mekanisme kerusakan utama melibatkan gangguan sistem renin-angiotensin janin, yang esensial dalam perkembangan ginjal dan sistem peredaran darah. Gangguan ini menurunkan aliran darah uterus dan oksigenasi janin, mengakibatkan berbagai kelainan dan komplikasi. Studi kasus ibu hamil yang mengonsumsi ramipril hingga 25,5 minggu kehamilan menunjukkan bahwa penghentian obat dapat mengembalikan volume cairan ketuban dan memperbaiki kondisi janin tanpa malformasi struktural yang signifikan. Bayi lahir prematur namun bertahan hidup dengan perawatan intensif.
Captopril bekerja dengan menghambat ACE, sehingga produksi angiotensin II berkurang. Angiotensin II memiliki efek vasokonstriksi dan merangsang sekresi aldosteron, hormon yang meningkatkan retensi natrium dan air serta meningkatkan tekanan darah. Dengan penghambatan ACE, terjadi vasodilatasi dan penurunan volume cairan ekstraseluler yang menyebabkan penurunan tekanan darah. Namun, angiotensin II juga penting dalam perkembangan ginjal janin dan fungsi vaskular.
Beberapa studi observasional dan laporan kasus menunjukkan penggunaan inhibitor ACE saat kehamilan dapat menyebabkan malformasi, terutama pada sistem kardiovaskular dan genitourinaria. Penggunaan captopril pada masa kehamilan, terutama trimester kedua dan ketiga, dapat mengganggu fungsi renal janin, menyebabkan oligohidramnion (kurangnya cairan ketuban), hipoplasia ginjal, hipotensi, gagal ginjal, dan bahkan kematian neonatal akibat gagal fungsi ginjal dan penurunan perfusi organ vital. Pada trimester pertama, bukti terkait risiko teratogenik captopril lebih bervariasi, dengan beberapa penelitian tidak menunjukkan peningkatan risiko cacat lahir besar, tetapi tetap dianjurkan untuk berhati-hati dan menghindari penggunaan obat ini pada masa awal kehamilan. Berikut adalah beberapa komplikasi neonatal yang dilaporkan ketika mengkonsumsi captopril selama kehamilan :
- Hipoplasia tengkorak (perkembangan tulang tengkorak yang tidak sempurna sehingga ukurannya lebih kecil dari seharusnya).
- Anuria (tubuh tidak dapat memproduksi urin atau hanya menghasilkan sedikit urin)
- Hipotensi berat
- Kematian neonatal akibat gagal ginjal akut dan komplikasi sistemik lain.
Selain itu, ibu hamil yang menggunakan captopril juga berisiko mengalami efek samping seperti hipotensi berat yang dapat mengurangi aliran darah ke janin, sehingga mengancam keselamatan janin. Karena risiko ini, captopril tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh wanita hamil, utamanya pada trimester kedua dan ketiga. Bila terjadi kebutuhan untuk terapi antihipertensi pada ibu hamil, dokter biasanya memilih obat alternatif yang lebih aman contohnnya seperti methyldopa, nifedipine, atau labetalol.
Pencegahan dan Rekomendasi Klinis
Pencegahan efek teratogenik captopril yang paling efektif adalah menghindari penggunaan obat ini selama kehamilan, terutama setelah diketahui adanya kehamilan. Wanita hamil yang telah menggunakan captopril harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi dan pergantian obat. Pemantauan ketat fungsi janin dan cairan ketuban juga diperlukan untuk mendeteksi dini komplikasi yang mungkin terjadi. Pada kasus darurat hipertensi berat pada ibu hamil yang tidak responsif terhadap terapi lain, penggunaan captopril dapat dipertimbangkan namun harus dengan pengawasan ketat oleh tim medis dan pemantauan janin yang intensif.
Klinisi merekomendasikan penghentian segera captopril begitu kehamilan dikonfirmasi dan memilih obat pengganti yang lebih aman untuk mengelola hipertensi pada ibu hamil. Kesimpulannya, semua bukti klinis mendukung bahwa penggunaan ACE inhibitor selama kehamilan terutama pada trimester lanjut membawa risiko morbiditas dan mortalitas janin yang tinggi, sehingga penggunaannya harus dihindari demi keselamatan janin dan neonatal.
Referensi
- Marte, F., Sankar, P., Patel, P., et al. (2025). Captopril. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535386
- Shrim, A., Berger, H., Kingdom, J., Hamoudi, A., Shah, P. S., & Koren, G. (2005). Prolonged exposure to angiotensin-converting enzyme inhibitors during pregnancy: Fetal toxicity could be reversible. Canadian Family Physician, 51(10), 1335–1337. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16250418/
- Shrim, A., Berger, H., Kingdom, J., Hamoudi, A., Shah, P. S., & Koren, G. (2005). Prolonged exposure to angiotensin-converting enzyme inhibitors during pregnancy: Fetal toxicity could be reversible. Canadian Family Physician, 51(10), 1335–1337. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16250418/
- Mabie, W. C., Sibai, B. M., Mason, J. M., & Amon, E. (1990). Maternal and uteroplacental hemodynamic effects of chronic captopril in the hypertensive, term-pregnant rat. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 163(6), 1861–1867. https://doi.org/10.1016/0002-9378(90)90777-3
- Mabie, W. C., Sibai, B. M., Mason, J. M., & Amon, E. (1990). Maternal and uteroplacental hemodynamic effects of chronic captopril in the hypertensive, term-pregnant rat. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 163(6), 1861–1867. https://doi.org/10.1016/0002-9378(90)90777-3
- Mabie, W. C., Sibai, B. M., Mason, J. M., & Amon, E. (2012). Maternal and uteroplacental hemodynamic effects of chronic captopril in the hypertensive, term-pregnant rat. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 163(6), 1861–1867. Regulatory Peptides. https://www.elsevier.com/locate/regpep
- Li, H.-B., Yang, T., Richards, E. M., Pepine, C. J., & Raizada, M. K. (2020). Maternal treatment with captopril persistently alters gut-brain communication and attenuates hypertension of male offspring. Hypertension, 75(6), 1518–1526. https://doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.119.14182
- Quan, A. (2006). Fetopathy associated with exposure to angiotensin-converting enzyme inhibitors and angiotensin receptor antagonists. Early Human Development, 82(1), 23–28. https://doi.org/10.1016/j.earlhumdev.2005.07.007

