Ilmuwan Berhasil Kembangkan Embrio Chimera (Manusia-Monyet) yang Hidup Selama 20 Hari

blank

Kolaborasi ilmuwan yang terdiri dari peneliti China dan Amerika Serikat telah menyuntikkan sel induk (stem cell) manusia ke dalam embrio monyet dan mampu menumbuhkan embrio chimera untuk jangka waktu yang cukup lama yakni 20 hari, setelah itu embrio chimera tersebut dimusnahkan. 

Embrio Chimera adalah embrio spesies campuran, dalam hal ini campuran dari sel manusia dan embrio monyet. Selain itu juga terdapat embrio Chimera yang merupakan campuran dari sel manusia dan babi, serta sel manusia dan domba.

Penelitian ini memicu banyak perdebatan di kalangan ilmuwan terutama menyangkut masalah etis yang mungkin ditimbulkan. Hal ini dikarenakan penelitian tersebut berjalan dengan sukses (telah dipublikasikan di jurnal Cell pada 15 April 2021) dan beberapa pihak berniat untuk melanjutkannya agar usia chimera menusia-monyet lebih dari 20 hari. Penelitian tersebut berjudul “Chimeric contribution of human extended pluripotent stem cells to monkey embryos ex vivo”.

Terlepas dari masalah etisnya, penelitian ini memiliki potensi untuk memberikan wawasan baru tentang biologi perkembangan dan evolusi. Selain itu, penelitian ini juga memiliki implikasi untuk mempelajari lebih dalam dan detail perihal penyakit pada manusia dengan menggantikan objek manusia ke objek chimera manusia-monyet. 

Jika menilik sejarah, spesies Chimera pada mamalia telah dibuat sejak tahun 1970-an, ketika ilmuwan mengembangkan embrio chimera manusia dan hewan pengerat. Lompatan besar terjadi pada tahun lalu ketika Weizhi Ji dari Universitas Sains dan Teknologi Kunming Cina merancang teknologi yang memungkinkan embrio monyet tetap hidup dan tumbuh di luar tubuh monyet dalam jangka waktu yang lama. Penelitian tersebutlah yang mendasari penelitian chimera manusia-monyet dengan usia 20 hari yang terbit di jurnal Cell ini.

Pada penelitian chimera manusia-monyet dengan usia 20 hari, ratusan embrio monyet dibuat dan 6 hari kemudian setiap embrio monyet dicampurkan dengan dengan 25 sel manusia. Setelah satu hari (hari ke tujuh), sel manusia terdeteksi pada 132 embrio. Pada hari ke 10, 103 embrio chimera masih berkembang. Seiring berjalannya waktu, kelangsungan hidup embrio chimera mulai menurun dan pada hari ke 19 hanya ada tiga chimera yang masih hidup. Hari ke 20 kemudian embrio chimera tersebut dimusnahkan. Hasil yang menarik dan sangat penting adalah persentase sel manusia dalam embrio chimera tetap tinggi selama mereka terus tumbuh. Adapun skema eksperimen tersebut ditunjukkan oleh gambar berikut:

blank
Skema eksperimen untuk mengembangkan Chimera manusia-monyet

Langkah penting berikutnya untuk penelitian ini adalah mengevaluasi secara lebih rinci semua jalur molekuler yang terlibat dalam komunikasi antara embrio monyet dan sel manusia, dengan tujuan menemukan jalur molekular yang penting untuk proses perkembangan embrio Chimera. Dalam jangka panjang, para peneliti berharap menggunakan chimera tidak hanya untuk mempelajari perkembangan manusia awal dan model penyakit, tetapi untuk mengembangkan pendekatan baru untuk skrining obat, serta berpotensi menghasilkan sel, jaringan, atau organ yang dapat ditransplantasikan ke manusia.

Referensi:

Tan et al. Chimeric contribution of human extended pluripotent stem cells to monkey embryos ex vivoCell, 2021 DOI: 10.1016/j.cell.2021.03.020

blank

Cell Press. “Scientists generate human-monkey chimeric embryos.” ScienceDaily. ScienceDaily, 15 April 2021.

Baca juga:
Nur Abdillah Siddiq
Sosial Media
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *