Efektifkah Semprotan Disinfektan ke Udara Membunuh Virus Covid-19?

Ditulis oleh Sudianto Wen

Pandemi covid-19 sudah menghantam dunia lebih dari satu tahun dan tanda pemulihan kembali sepertinya masih belum bisa terwujud dalam tahun ini. Hingga hari ini, kasus pandemi di beberapa negara kembali meningkat. Bahkan di negara kita juga mengalami hal yang sama setelah liburan lebaran peningkatan kasus terjadi

Bagi yang skeptis dan tidak percaya, mereka santai saja menghadapinya seolah-olah berita pandemi ini karangan para media atau penguasa. Akibatnya mereka menyepelekan urusan prokes dan merasa diri baik-baik saja. Padahal sudah cukup banyak orang yang menderita ganasnya virus ini bahkan hampir 53 ribu jiwa sudah meninggal karenanya.

Bagi yang percaya, mereka pasti mengupayakan segala cara untuk menghindarinya dan menjaga diri dengan siaga dan penuh kewaspadaan. Mereka membeli berbagai jenis produk antivirus demi keselamatan diri dan keluarga. Salah satu adalah disinfectant spray atau semprotan disinfektan.

Apalagi, WHO sempat umumkan bahwa penularan covid-19 bisa melalui udara. Itu sebabnya para ahli sangat menyarankan adanya sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan. Penularan lewat udara bukanlah hal baru di dunia medis karena penyakit seperti campak, cacar air sejak lama juga sudah terbukti bisa menular melalui udara yang kita hirup. (JIMENEZ, 2020)

Kondisi ini tentu membuat masyarakat panik dan memikirkan solusi untuk mensterilkan beberapa area rumah yang tertutup rapat seperti mobil, kamar tidur. Untuk menyediakan solusi itu, beberapa perusahaan pun memproduksi disinfektan spray yang menurut klaim di kemasan dan iklan efektif membunuh bakteri dan juga virus.

Surface and Air Disinfectant

Dari 6 produk yang penulis amati di salah satu convenience store dekat rumah, hampir seluruh produk sebenarnya memiliki kemiripan dalam kandungan bahan. Tetapi penulis fokus mengamati Surface and air disinfectant. Hasilnya, penulis menemukan tiga jenis produk demikian. Sesuai namanya, umumnya mereka memiliki dua fungsi yaitu bisa disemprotkan ke permukaan (perabot, area kamar mandi, peralatan elektronik, tas, karpet, gorden dsb) dan ke udara.

.

blank
Disinfentant spray di salah satu convenience store

Selain itu, mereka memiliki kandungan yang relatif sama, pasti mengandung alkohol minimal 60% – 70%. Dua produk juga mencantumkan kandungan benzalkonium chloride 0,05%. Zat ini merupakan zat amonium yang bisa menghentikan pertumbuhan beberapa jenis bakteri, virus, dan jamur. (Pane, 2021) Sementara produk yang satu lagi cuma menyebutkan antibakteri agen 0,3%.

Selanjutnya, ketiga jenis produk juga mencantumkan bagaimana cara menggunakan ke seluruh ruangan. Akan tetapi, hanya 2 produk yang menampilkan keterangan dengan jelas setelah menyemprotkan ke ruangan secara merata, pemakai membiarkan ruangan itu selama 5 menit. Bahkan satu produk dengan sangat tepat dan aman memberikan prosedur untuk keluar ruangan setelah penyemprotan.

Seberapa Efektif

Lalu benarkah efektif ketiga produk tersebut dalam menangkal kehebatan virus covid-19. Menurut Steve Bennett, dari Asosiasi Produk Rumah Tangga dan Komersial AS atau Household & Commercial Products Association, mengatakan disinfectant spray (semprotan disinfektan) seyogianya digunakan pada permukaan benda. (Kritz, 2020) Jadi, menyemprotkannya ke udara sebenarnya tidak efektif.

Bahkan, James Malley, profesor Universitas New Hampshire, juga berpendapat sama dengan Steve Bennet dan menambahkan bahwa disinfektan hanya berada di udara beberapa detik, jatuh ke permukaan dan terakhir menguap. (Kritz, 2020) Proses demikian tentu tidak efektif untuk membunuh virus di udara.

Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa penyemprotan ini tidaklah menjamin udara ruangan akan terbebas dari virus covid-19. Bahkan, beberapa ahli sangat menyarankan ketersediaan sirkulasi udara yang baik bisa turut memitigasi bahaya virus ini.

Di samping itu, para pemakai lebih baik menyemprotkan disinfektan jenis spray ini pada permukaan benda perabot rumah tangga, peralatan elektronik atau peralatan lainnya. Setelah itu, mereka sebaiknya juga menggunakan kain untuk menyeka permukaan secara merata dan pasti hingga membasahi seluruh permukaan.

Selain itu, cara yang masih paling ampuh dan aman sampai sekarang adalah gunakan masker medis dengan baik. Artinya, kita wajib memastikan masker kita menutupi area hidung, mulut, wajah, sisi kanan kiri pipi hingga dagu dengan rapat. Selain itu, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi keramaian tetap masih menjadi mitigasi terbaik. Masyarakat tidak boleh menyepelekan penangkal sederhana ini.

.

Bibliography

  • JIMENEZ, J. L. (2020, Agustus 25). COVID-19 Is Transmitted Through Aerosols. We Have Enough Evidence, Now It Is Time to Act. https://time.com. Retrieved Juni 14, 2021, from https://time.com/5883081/covid-19-transmitted-aerosols/
  • Kritz, F. (2020, November 6). Coronavirus FAQs: Should I Purell My Nostrils? Can Lysol Disinfect The Air? npr.org. Retrieved Juni 14, 2021, from https://www.npr.org/sections/goatsandsoda/2020/11/06/932178353/coronavirus-faqs-should-i-purell-my-nostrils-can-lysol-disinfect-the-air
  • Pane, d. M. D. C. (2021, Januari 31). Benzalkonium Chloride. https://www.alodokter.com/. Retrieved Juni 14, 2021, from https://www.alodokter.com/benzalkonium-chloride

.

.

.

.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 4.3 / 5. Banyaknya vote: 3

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *