Apa itu Sprites, Elves, dan Blue Jets: Fenomena Atmosfer yang Misterius hingga 30 Tahun Lalu

Sprites
Print Friendly, PDF & Email
blank
kredit: u/MDietrich via Reddit.com/r/space

Perhatikan gambar diatas. Tanpa googling, coba anda tebak objek apakah itu?

3 . . 2 . .1

Yang menjawab aurora, selamat . . Anda salah!

Objek merah raksasa itu bernama Sprites. Sprites merupakan sepupu dari petir, dan sesekali muncul di puluhan kilometer atas awan badai (thunderstorm). Ketika awan badai terjadi di troposfer (ketinggian 6 s/d 19 km), sprites terbentuk di mesosfer (80 km)[1]. Sprites ini cukup tinggi sehingga astronot di ISS dapat mengambil gambarnya

blank
Foto Sprites tertangkap kamera ISS (kredit: NASA)

Dikutip dari penjelasan APOD NASA (30 Maret 2021), sprites dihasilkan setelah petir, dimana konsentrasi udara yang terionisasi kemudian menyambar ke bawah dengan kecepatansepersepuluh kecepatan cahaya. Durasi dimana sprites muncul kemudian hilang terjadi kurang dari 0.1 milidetik[2].

Transuent Luminous Event, terjadi seiringan petir badai

Selain sprites, ada dua fenomena atmosfer lain yang juga muncul diatas petir badai, yaitu elves, dan jets. Ketiganya secara kolektif disebut transient luminous events (TLEs).

blank
Sprites, Blue jets, dan Elves (sumber: Wikimedia Commons)

Dikutip dari website SKYbrary, transient luminous events (TLEs) adalah fenomena gangguan listrik/anomali kelistrikan berdurasi sangat singkat, berbentuk plasma cahaya yang diinduksi secara elektrik dan terjadi tinggi diatas petir normal atau awam Cumulonimbus[3]. Karena durasinya yang sangat singkat sehingga jarang terdokumentasikan, fenomena atmosfer ini cukup misterius sampai diteliti serius pada tahun 1989.

Sebenarnya sudah ada yang mengamati atau melihat langsung Sprites. Namun pengamatan yang jelas dan sahih baru ada tahun 1989 ketika Franz dan rekannya mempublikasikan penelitiannya tentang keberadaan Sprites di forum ilmiah. Franz mendokumentasikan Sprites dengan kamera TV di atas badai sejauh 250 km [4]

Elves dan Jets

Meski elves, blue jets, terhubung dengan sprites dan satu sama lainnya, tidak semuanya terdokumentasikan sebaik atau diteliti sebanyak sprites. Sprites adalah yang paling pertama diteliti dari saudaranya yang lain.

Blue Jets adalah lontaran plasma lurus yang keluar langsung dari awan petir[3]. Blue Jets memanjang sampai 50 km dan sama dengan sprites, berdurasi sangat singkat. Warna birunya dihasilkan dari molekul nitrogen yang terionisasi di atmosfer.

blank
Gambar lain dari Blue Jets, diambil dari Australia (kredit: Thijs Bors via forbes.com)

Terakhr ada elves. Elves berbentuk cincin raksasa yang membentang di ketinggian 90 km[6]. Elves dihasilkan dari interaksi pulsa elektromagnetik oleh petir dengan bagian rendah ionosfer[7]. Masih jarang ada fotografer yang mengabadikan foto elves, karena sulit didapat akibat durasi. Dan juga peneliti kebanyakan mendokumentasikan elves tidak dengan kamrea melainkan fotometer. Fotometer sendiri adalah alat yang digunakan untuk mengukur seberapa kuat radiasi elektromagnetik suatu sumber, jadi tidak harus dalam spektrum cahaya tampak. Dibawah ini ada salah satu gambar elves yang membentang sampai 300 km horizontal, dan ada badai petir dahsyat dibawahnya.

blank
Foto Elves di Cheko, diambil 2017 oleh Martin Popek, via spaceweather.com

Referensi:

[1] https://earthsky.org/earth/definition-what-are-lightning-sprites/ diakses 12 Juni

[2] Rownland, Harvey L., 1998: Theories and simulations of elves, sprites and blue jets: Journal of Atmospheric and Solar-Terrestrial Physics 60(7-9), 831-844

[3] https://www.skybrary.aero/index.php/Transient_Luminous_Events_(TLEs) diakses 14 Juni 2021

[4] Franz, R. C., Nemzek, R. J., dan Winckler, J. R, 1990: Television Image of a Large Upward Electrical Discharge Above a Thunderstorm System. Journal Science 249(4964),48-51

 [5] Sentman, D. D., E. M. Wescott, D. L. Osborne, D. L. Hampton, dan M. J. Heavner, 1995: Preliminary results from the Sprites 94 aircraft campaign: 1. Red sprites. Geophys. Res. Lett., 22, 1205-1208

 [6] Barrington-Leigh, C.P., Inan, U.S., Stanley, M., 2001. Identi6cation of sprites and elves with intensi6ed video and broadband array photometry. Journal of Geophysical Research Letters 106 (A2), 1741–1750

[7] Inan, U., Barrington-Leigh, C., Hansen, S., Glukhov, V.S., Bell, T.F., Rairden, R., 1997. Rapid lateral expansion of optical luminosity in lightning-induced ionospheric <ashes referred to as ‘elves’. Geophysical Research Letters 24 (5), 583–586.

[8] Wescott, E.M., Stenbaek-Nielsen, H.C., Sentman, D.D., Heavner, M.J., Moudry, D.R., Sabbas, F.T.S., 2001. Triangulation of sprites, associated halos and their possible relation to causative lightning and micro-meteors. Journal of Geophysical Research Letters 106 (A6), 10467–10478.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *